handicap.co.id, Jakarta – Timnas Indonesia sukses mengungguli Jamaika dan Honduras dalam perburuan tanda tangan John Herdman, pelatih sarat pengalaman yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022. Keputusan Herdman memilih Indonesia pun memantik rasa penasaran publik.
Meski posisi Garuda masih berada di luar 100 besar ranking FIFA, daya tarik Timnas Indonesia dinilai cukup kuat di mata pelatih asal Inggris tersebut. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa Herdman melihat potensi besar yang dimiliki skuad Merah Putih, terutama dari komposisi pemainnya.
Menurut Arya, salah satu faktor utama adalah banyaknya pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri, khususnya di kompetisi Eropa yang memiliki standar tinggi. Mayoritas dari mereka merupakan pemain diaspora yang telah dinaturalisasi.
Beberapa nama yang menjadi contoh adalah Jay Idzes dan Emil Audero yang merumput di Serie A Italia, Kevin Diks di Bundesliga Jerman, serta Calvin Verdonk yang bermain di Ligue 1 Prancis. Selain itu, ada pula Dean James dan Justin Hubner yang tampil reguler di Eredivisie Belanda.
“Saya rasa ini tantangan yang sangat menggairahkan. Ranking kita memang di posisi 122, tapi pemain-pemainnya banyak bermain di luar negeri dan kualitasnya cukup bagus,” ujar Arya.
Ia menilai Herdman melihat kombinasi unik antara tantangan besar dan sumber daya yang menjanjikan. “Dia melihat tantangannya besar, tapi resource-nya juga bagus. Itu yang membuatnya tertarik,” lanjutnya.
Arya menambahkan, pendekatan Herdman dalam menilai potensi Timnas Indonesia tidak semata berdasarkan kekuatan liga domestik. Keberadaan pemain diaspora membuka perspektif baru bagi pelatih berpengalaman tersebut.
“Dia bisa melihat bahwa ada pemain berdarah Indonesia yang bermain di luar negeri dan masih berpotensi direkrut. Itu membuat ruang geraknya lebih luas, tidak terbatas,” jelas Arya.
Dengan banyaknya sumber pemain dari berbagai liga top Eropa, Herdman menilai peluang peningkatan performa Timnas Indonesia sangat terbuka. Tantangan untuk mengangkat prestasi Garuda dinilai tinggi, namun diimbangi dengan kualitas pemain yang memadai.
“Jadi tantangannya besar untuk menaikkan level tim, tapi di sisi lain sumber daya pemainnya juga cukup menjanjikan,” pungkas Arya, yang juga dikenal sebagai tangan kanan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.











