INDONESIA

Kadek Arel Tembus Elite APPI, Jadi Pemain Aktif Termuda Asal Bali

72
×

Kadek Arel Tembus Elite APPI, Jadi Pemain Aktif Termuda Asal Bali

Share this article

Bek muda Bali United itu mencetak sejarah sebagai pemain aktif termuda dan pertama asal Bali yang masuk struktur kepengurusan APPI.

Dipercaya jadi Anggota Exco APPI, Kadek Arel menegaskan peran generasi muda dalam membangun sepak bola nasional.
Dipercaya jadi Anggota Exco APPI, Kadek Arel menegaskan peran generasi muda dalam membangun sepak bola nasional.

handicap.co.id, Jakarta – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) resmi memperkenalkan susunan kepengurusan terbarunya menjelang pengumuman John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, Selasa (13/1/2026). Organisasi yang berada di bawah naungan FIFPro dan mendapat pengakuan dari PSSI tersebut kini dihuni sejumlah nama aktif dari kompetisi sepak bola nasional.

Salah satu figur yang paling menyita perhatian adalah bek tengah Bali United, Kadek Arel Priyatna. Pemain berusia 20 tahun itu resmi dipercaya menjadi Anggota Exco APPI, sekaligus mencatatkan rekor sebagai salah satu pesepakbola aktif termuda yang masuk dalam struktur kepengurusan organisasi profesional tersebut.

Tak hanya itu, Kadek Arel juga menorehkan sejarah sebagai pemain aktif asal Bali pertama yang mengemban jabatan strategis di APPI. Penunjukan ini menjadi bukti besarnya kepercayaan terhadap peran generasi muda dalam mendorong kemajuan dan tata kelola sepak bola Indonesia.

Sementara itu, jabatan Presiden APPI kini dipegang oleh Hanif Sjahbandi, dengan kiper Borneo FC Nadeo Argawinata mendampingi sebagai Wakil Presiden. Kepengurusan anyar ini diharapkan mampu memperkuat peran APPI sebagai organisasi yang memperjuangkan hak serta kesejahteraan pesepakbola profesional Tanah Air.

Deretan Nama Berpengalaman di Struktur APPI

Selain Kadek Arel, posisi Anggota Exco APPI juga diisi oleh sejumlah pemain berpengalaman seperti Sutanto Tan, Andritany Ardhiyasa, Achmad Jufriyanto, serta pemain Timnas Putri Indonesia, Shalika Aurelia.

Untuk jajaran Advisory Board, APPI mempercayakan peran tersebut kepada sosok-sosok senior yang telah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Nama Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, Firman Utina, serta dua mantan pemain Bali United, Ramdani Lestaluhu dan Leonard Tupamahu, turut masuk dalam barisan penasihat.

Kombinasi pemain aktif lintas generasi dengan figur berpengalaman ini dinilai menjadi fondasi kuat bagi APPI dalam menjalankan berbagai agenda strategis ke depan.

Baca Juga  Minimnya kompetisi berkelanjutan membuat pembinaan sepakbola putri Indonesia jalan di tempat

Tantangan Baru bagi Kadek Arel

Bagi Kadek Arel, kepercayaan ini menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Ini merupakan pengalaman pertamanya terlibat langsung dalam kepengurusan organisasi profesional, di tengah statusnya sebagai pemain aktif.

“Di usia saya sekarang, tentu ini sebuah kebanggaan besar bisa dipercaya menjadi Exco APPI. Ini tantangan baru bagi saya, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memajukan sepak bola Indonesia,” ujar Kadek Arel.

“Saya berharap bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi nyata,” tambah pemain berusia 20 tahun tersebut.

Dalam masa jabatan hingga 2029, Kadek Arel akan terlibat langsung dalam perumusan dan pelaksanaan berbagai program APPI. Program-program tersebut menyasar seluruh pesepakbola profesional Indonesia, dengan fokus pada perlindungan hak pemain, edukasi, serta penguatan solidaritas antar sesama pesepakbola.

Pandangan soal Kondisi Sepak Bola Nasional

APPI sendiri telah berdiri sejak 2008 dan berperan sebagai wadah resmi advokasi pesepakbola profesional, terutama terkait isu kesejahteraan serta perbaikan ekosistem sepak bola nasional.

Menanggapi berbagai persoalan yang masih membayangi sepak bola Indonesia—mulai dari tunggakan gaji klub, isu rasisme, hingga keselamatan suporter—Kadek Arel menilai perkembangan tetap mengarah ke hal positif.

“Sepak bola Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan. Meski begitu, masih ada sejumlah aspek yang perlu terus dibenahi agar ke depannya bisa semakin baik dan profesional,” tutup kapten Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *