Uncategorized

LALIGA Ajak Raksasa Teknologi Berhenti Tutup Mata Terhadap Praktik Pembajakan

114
×

LALIGA Ajak Raksasa Teknologi Berhenti Tutup Mata Terhadap Praktik Pembajakan

Share this article

Javier Tebas menegaskan pembajakan siaran sepak bola adalah kejahatan terorganisir dan mendesak perusahaan teknologi bertindak nyata.

LALIGA Ajak Raksasa Teknologi Berhenti Tutup Mata Terhadap Praktik Pembajakan
LALIGA Ajak Raksasa Teknologi Berhenti Tutup Mata Terhadap Praktik Pembajakan

Handicap.id,JakartaMadrid – LALIGA kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap maraknya praktik pembajakan konten siaran sepak bola. Operator kompetisi sepak bola tertinggi di Spanyol itu secara tegas mengajak para raksasa teknologi dunia untuk berhenti menutup mata dan mengambil tanggung jawab lebih besar dalam memerangi pembajakan digital yang dinilai semakin merugikan industri olahraga.

Dalam pernyataan resminya, LALIGA menilai bahwa platform teknologi besar, termasuk penyedia layanan digital, media sosial, hingga perusahaan hosting dan penyedia perangkat lunak, memiliki peran krusial dalam menghentikan penyebaran konten ilegal. Namun hingga kini, langkah konkret yang diambil dinilai masih belum maksimal.

Pembajakan Dinilai Merusak Ekosistem Sepak Bola

LALIGA menegaskan bahwa pembajakan siaran pertandingan tidak hanya berdampak pada kerugian finansial liga dan klub, tetapi juga mengganggu keberlanjutan ekosistem sepak bola secara keseluruhan. Hak siar menjadi sumber pendapatan utama yang menopang pengembangan pemain muda, peningkatan kualitas kompetisi, serta stabilitas keuangan klub.

“Pembajakan adalah kejahatan ekonomi yang merugikan semua pihak, mulai dari liga, klub, pemain, hingga penggemar,” tegas perwakilan LALIGA. Mereka juga menyebut bahwa kerugian akibat siaran ilegal mencapai ratusan juta euro setiap musimnya.

Sorotan pada Peran Perusahaan Teknologi Global

Dalam kampanye terbarunya, LALIGA secara khusus menyoroti peran perusahaan teknologi global yang dinilai memiliki kemampuan teknis untuk mendeteksi, membatasi, bahkan memutus akses ke konten bajakan secara real-time. Sayangnya, kemampuan tersebut sering kali tidak dioptimalkan dengan alasan kebebasan platform atau kompleksitas teknis.

LALIGA menilai pendekatan pasif dari perusahaan teknologi sama saja dengan membiarkan praktik ilegal terus berlangsung. Oleh karena itu, mereka mendesak adanya kolaborasi nyata antara liga, regulator, dan raksasa teknologi untuk menciptakan sistem perlindungan konten yang lebih efektif.

Baca Juga  Rafael Struick Kena Hukuman Tambahan Usai Insiden dengan Ilija Spasojevic

Dorongan Regulasi dan Kerja Sama Internasional

Selain mengajak perusahaan teknologi, LALIGA juga mendorong pemerintah dan regulator internasional untuk memperkuat payung hukum terkait perlindungan hak cipta digital. Kerja sama lintas negara dinilai penting mengingat pembajakan bersifat global dan lintas platform.

LALIGA menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam teknologi anti-pembajakan serta menempuh jalur hukum terhadap pelanggaran yang merugikan kompetisi.

Komitmen LALIGA Jaga Integritas Kompetisi

Sebagai salah satu liga paling populer di dunia, LALIGA menegaskan bahwa perang melawan pembajakan merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan masa depan sepak bola. Mereka berharap seruan ini menjadi titik balik bagi perusahaan teknologi untuk lebih proaktif dan bertanggung jawab.

“Sepak bola adalah hiburan global yang bernilai tinggi. Sudah saatnya semua pihak berhenti menutup mata dan bersama-sama melawan pembajakan,” tutup pernyataan resmi LALIGA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *