handicap.co.id, Jakarta – Piala AFF 2026 dipastikan digelar di luar kalender resmi FIFA Matchday. Kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa tidak mendapatkan izin dari klub masing-masing untuk memperkuat skuad Garuda.
Meski demikian, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menanggapi situasi itu dengan sikap tenang. Ia justru melihatnya sebagai tantangan sekaligus motivasi tambahan untuk membawa Indonesia mencetak sejarah dengan meraih gelar Piala AFF untuk pertama kalinya.
“Dalam situasi ini, semua tim berada pada posisi yang setara. Tim yang akan berhasil adalah mereka yang benar-benar memiliki keinginan kuat untuk membela negaranya,” ujar Herdman kepada awak media usai pengundian Piala AFF 2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa absennya agenda FIFA justru membuka kesempatan bagi Indonesia untuk membangun tim yang solid dan bermental juara. “Kami ingin memanfaatkan momen ini untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mampu mengangkat trofi Piala AFF,” tambahnya.
Kenangan Pahit Edisi 2024
Pada edisi Piala AFF 2024, Timnas Indonesia yang kala itu masih dilatih Shin Tae-yong gagal melangkah ke babak semifinal. Garuda hanya finis di peringkat ketiga Grup B dan harus tersingkir lebih awal dari turnamen.
Kini, dengan komposisi pelatih baru dan semangat baru, Indonesia kembali menatap turnamen regional Asia Tenggara tersebut dengan optimisme tinggi.
Hasil Undian Grup Piala AFF 2026
Drawing babak grup ASEAN Championship 2026 telah digelar di Studio RCTI Plus, Jakarta Barat, Kamis (15/1/2026). Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia tergabung di Grup A.
Di fase grup, Garuda akan bersaing dengan Vietnam, Singapura, serta pemenang laga play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Menanggapi hasil undian tersebut, Herdman juga menyinggung fakta bahwa Indonesia belum pernah sekalipun menjadi juara turnamen yang sebelumnya dikenal dengan nama Piala AFF itu.
Timnas Indonesia tercatat sudah enam kali tampil di partai final. Namun, seluruh final tersebut selalu berakhir dengan kegagalan meraih gelar.
“Bagi pelatih baru, kondisi seperti ini justru menarik. Tantangan terbesarnya adalah membawa tim meraih gelar pertama, bukan mempertahankan rekor juara berturut-turut,” ujar Herdman.
Siap Ukir Sejarah Baru
John Herdman mengaku tertantang untuk mengakhiri penantian panjang Indonesia di ajang ASEAN Championship. Ia menilai peluang Garuda untuk melangkah jauh, bahkan menjadi juara, cukup terbuka dengan komposisi grup yang ada.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama tetap pada fase grup sebagai langkah awal yang krusial. “Menciptakan sejarah bersama para suporter dan para pemain adalah pola pikir yang ingin kami bangun. Dengan grup yang kami miliki, peluang itu sangat nyata,” tutup Herdman.











