Handicap.co.id, Bandung – Tantangan besar kini berada di pundak Michael Carrick. Mantan gelandang andalan Manchester United itu dipercaya memimpin Setan Merah untuk membawa klub keluar dari masa sulit setelah berpisah dengan Ruben Amorim.
Carrick ditunjuk sebagai pelatih hingga penghujung musim 2025/2026. Hingga memasuki pekan ke-22 Premier League, Manchester United masih berkutat di papan tengah klasemen. Dengan koleksi 32 poin, mereka tertahan di posisi ketujuh dan tertinggal cukup jauh dari para pesaing utama seperti Arsenal dan Manchester City.
Persaingan menuju tangga juara dinilai berat, sehingga target realistis MU saat ini adalah mengamankan posisi empat besar demi tiket ke Liga Champions musim depan. Harapan itu sejalan dengan ambisi klub untuk kembali ke era keemasan, saat berjaya di Inggris sekaligus disegani di Eropa.
Prestasi di lapangan tentu berdampak langsung pada sisi komersial, termasuk penjualan jersey. Dalam industri sepak bola modern, performa tim dan nilai bisnis berjalan beriringan. Manchester United sendiri belum pernah lagi mengangkat trofi Premier League sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan: apakah penurunan prestasi berpengaruh terhadap penjualan jersey mereka? Fakta menunjukkan, MU tidak masuk dalam daftar lima besar klub dengan penjualan jersey terbanyak sepanjang 2025.
Berdasarkan riset Euromericas Sport Marketing yang dikutip GiveMeSport, berikut lima klub sepak bola dengan angka penjualan jersey tertinggi pada 2025:
5. Inter Miami – 2.366.000 Jersey
Lonjakan penjualan jersey Inter Miami tak lepas dari kehadiran Lionel Messi. Efeknya mirip dengan dampak Cristiano Ronaldo terhadap Al Nassr di Arab Saudi.
Sepanjang 2025, Messi tampil luar biasa di MLS dengan torehan 35 gol dan 24 assist dari 35 laga. Statistik tersebut menegaskan bahwa sang megabintang bukan hanya legenda hidup, tetapi masih berada di level elite sepak bola dunia.
Namun, keberhasilan Inter Miami tidak semata bergantung pada Messi. Klub milik David Beckham itu juga sukses membangun identitas kuat. Warna merah muda khas mereka kini menjadi simbol global, mencerminkan investasi serius klub dalam aspek branding dan pemasaran.
4. Bayern Munchen – 2.377.000 Jersey
Bayern Munchen menunjukkan bahwa kekuatan kolektif tetap menjadi kunci. Di bawah arahan Vincent Kompany, Die Roten membangun skuad seimbang dengan target besar: meraih gelar Liga Champions ketujuh.
Harry Kane menjadi tumpuan lini depan, didukung pemain-pemain seperti Luis Diaz, Michael Olise, dan Jamal Musiala. Di bawah mistar, Manuel Neuer masih menjadi sosok berpengalaman yang memberi rasa aman.
Produktivitas Bayern sangat mencolok. Mereka mencetak 93 gol dari 26 pertandingan dan hanya menelan satu kekalahan. Gaya bermain menyerang dan konsisten ini membuat minat penggemar terhadap merchandise klub terus meningkat.
3. Paris Saint-Germain – 2.546.000 Jersey
Paris dikenal sebagai pusat mode dunia, dan citra tersebut turut mendongkrak daya tarik Paris Saint-Germain. Kesuksesan PSG meraih enam trofi dalam satu musim di bawah asuhan Luis Enrique menjadi faktor penting di balik lonjakan penjualan jersey.
Puncaknya adalah keberhasilan PSG menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya, usai menang telak 5-0 atas Inter Milan di partai final. Prestasi bersejarah itu menempatkan PSG dalam sorotan global.
Menariknya, keberhasilan komersial ini diraih meski PSG mulai meninggalkan era pemain super bintang seperti Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe, dan beralih fokus pada pengembangan pemain muda bertalenta.
2. Barcelona – 2.940.000 Jersey
Nama Lamine Yamal menjadi magnet utama penjualan jersey Barcelona sepanjang 2025. Wonderkid tersebut dengan cepat menjelma sebagai ikon baru klub, bahkan disebut-sebut sebagai penerus alami Lionel Messi.
Performa gemilang Yamal sejalan dengan kebangkitan Barcelona di bawah kendali Hansi Flick. Musim lalu, Blaugrana sukses menyapu bersih treble domestik dan membuka 2026 dengan menjuarai Piala Super Spanyol.
Meski kembali berjaya di lapangan, secara komersial Barcelona masih harus mengakui keunggulan rival abadinya, Real Madrid.
1. Real Madrid – 3.133.000 Jersey
Real Madrid kembali membuktikan statusnya sebagai klub sepak bola terbesar di dunia. Sepanjang 2025, Los Blancos mencatat rekor penjualan jersey tertinggi, menembus angka 3,13 juta unit secara global.
Capaian tersebut menjadikan Real Madrid sebagai klub pertama yang melampaui penjualan tiga juta jersey dalam satu tahun. Sosok Kylian Mbappe menjadi motor utama kesuksesan ini, setelah meraih Sepatu Emas Eropa dan memecahkan rekor gol debut La Liga milik Cristiano Ronaldo.
Meski demikian, kekuatan merek Real Madrid diyakini tetap dominan bahkan tanpa kehadiran bintang tertentu. Tradisi, prestasi, dan basis penggemar global membuat Los Blancos hampir selalu berada di puncak daftar penjualan merchandise dunia.
Sumber: GiveMeSport











