Handicap.co.id, Bandung – Liverpool memilih bersikap hati-hati dalam perburuan tanda tangan bek Crystal Palace, Marc Guehi, pada bursa transfer Januari. Alhasil, pemain internasional Inggris itu justru berlabuh ke Manchester City, keputusan yang memicu tanda tanya di kalangan pendukung The Reds, terutama mengingat kebutuhan mendesak Liverpool di sektor pertahanan.
Sejumlah klub papan atas Eropa sebenarnya memantau situasi Guehi. Namun, Manchester City bergerak paling agresif. Krisis cedera yang menimpa lini belakang tim asuhan Pep Guardiola—mulai dari Josko Gvardiol, Ruben Dias, hingga John Stones—membuat City membutuhkan tambahan bek dalam waktu singkat. Dalam kondisi tersebut, nama Guehi langsung menjadi prioritas utama.
Crystal Palace pun akhirnya melepas sang kapten. Dengan kontrak yang akan berakhir pada penghujung musim, The Eagles memilih menjual Guehi pada Januari agar tidak kehilangan aset berharganya secara cuma-cuma. City kemudian mencapai kesepakatan awal dengan nilai sekitar 20 juta pound, ditambah klausul bonus yang berpotensi menaikkan total transfer mendekati 30 juta pound.
Peluang yang Tak Dimanfaatkan
Padahal, Liverpool bukan tanpa peluang. Klub asal Merseyside itu nyaris mengamankan jasa Guehi pada bursa transfer musim panas sebelumnya. Kesepakatan senilai kurang lebih 35 juta pound bahkan sempat tercapai di hari terakhir jendela transfer.
Namun, rencana tersebut kandas karena Crystal Palace gagal menemukan pemain pengganti yang sesuai sebelum tenggat waktu berakhir. Meski ketertarikan Liverpool belum sepenuhnya hilang, manajemen klub memilih tidak membuka kembali negosiasi di Januari.
Laporan dari media lokal menyebutkan bahwa Liverpool menilai bursa transfer musim dingin bukan waktu ideal untuk merekrut bek timnas Inggris tersebut. Klub menilai langkah paling masuk akal adalah menunggu hingga musim panas, saat perencanaan skuad dan kondisi finansial bisa disusun dengan lebih matang.
Pertimbangan Keuangan Jadi Penentu
Aspek finansial menjadi faktor besar di balik keputusan Liverpool. Marc Guehi dilaporkan menandatangani kontrak berdurasi lima setengah tahun bersama Manchester City, dengan gaji mencapai sekitar 300 ribu pound per pekan.
Nilai tersebut akan menempatkannya di jajaran pemain dengan bayaran tertinggi di Etihad Stadium. Liverpool diyakini sejak awal tidak berniat menyaingi paket kontrak sebesar itu, mengingat kebijakan klub yang konsisten menjaga struktur gaji tetap terkendali.
Risiko di Lini Belakang
Keputusan untuk tidak mendatangkan bek baru pada Januari tentu bukan tanpa konsekuensi. Liverpool kini harus bertahan dengan stok pemain belakang yang tersedia. Joe Gomez tetap menjadi andalan, meski riwayat cederanya kerap menimbulkan kekhawatiran.
Situasi makin pelik setelah Giovanni Leoni dipastikan menepi hingga akhir musim akibat cedera ACL. Di sisi lain, masa depan Ibrahima Konate juga belum jelas, dengan potensi hengkang secara gratis pada musim panas mendatang jika pembaruan kontrak tak tercapai.
Dengan jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa, kondisi ini menempatkan Liverpool dalam posisi rentan apabila kembali diterpa badai cedera.
Sebaliknya, Manchester City menunjukkan keberanian mengambil risiko finansial demi menjaga konsistensi performa dan peluang meraih gelar. Perekrutan Marc Guehi menjadi sinyal kuat bahwa The Citizens siap melakukan apa pun untuk tetap bersaing di level tertinggi, meski di tengah tekanan cedera yang berat.











