LIGA INGGRIS

Sempat Disentil Keras Amorim, Patrick Dorgu Menjawab Tekanan dengan Performa Meyakinkan di Manchester United

55
×

Sempat Disentil Keras Amorim, Patrick Dorgu Menjawab Tekanan dengan Performa Meyakinkan di Manchester United

Share this article

Dorgu Menjawab Keraguan dengan Kerja Keras, Konsistensi, dan Kontribusi Nyata untuk Setan Merah

Dari Kritik Terbuka hingga Performa Gemilang, Bek Muda Denmark Ini Menunjukkan Mental Baja di Old Trafford
Dari Kritik Terbuka hingga Performa Gemilang, Bek Muda Denmark Ini Menunjukkan Mental Baja di Old Trafford

handicap.co.id, Jakarta – Patrick Dorgu pernah melewati fase paling sulit sejak berseragam Manchester United. Kritik tajam yang dilontarkan mantan pelatih Ruben Amorim sempat menyeret namanya ke pusat sorotan negatif dan menempatkannya di bawah tekanan berat, terutama sebagai pemain muda yang baru menapaki level tertinggi.
Insiden tersebut terjadi pada November lalu. Dalam sebuah sesi konferensi pers, Amorim secara terbuka menyinggung penampilan Dorgu. Ucapan itu dengan cepat menyebar luas dan memicu perbincangan panas di kalangan penggemar maupun media. Bagi banyak pemain muda, kritik terbuka semacam itu bisa meruntuhkan kepercayaan diri. Namun, Dorgu memilih respons yang berlawanan.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, pemain asal Denmark itu menjadikan kritik sebagai pemicu untuk berkembang. Beberapa bulan berselang, perubahan signifikan mulai terlihat. Dorgu tampil lebih tenang, konsisten, dan produktif, hingga perlahan mengamankan kembali posisinya di skuad utama Setan Merah.
Kritik Amorim yang Mengubah Arah Karier
Dalam konferensi pers yang menjadi sorotan itu, Amorim menyebut timnya bermain terlalu lunak dan secara khusus mengomentari bahasa tubuh Dorgu di lapangan.
“Setiap kali Patrick menguasai bola, Anda bisa merasakan kecemasannya. Itu terlihat jelas,” ujar Amorim kala itu.
Pernyataan tersebut langsung menjadi tajuk utama dan viral di media sosial. Bahkan, setelah Amorim resmi meninggalkan kursi pelatih Manchester United pada awal bulan ini, komentar tersebut kembali mencuat dan disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membuat manajemen klub tidak sepenuhnya nyaman dengan pendekatan komunikasinya.
Meski demikian, Dorgu tetap menunjukkan sikap profesional. Ia menjadi salah satu pemain yang mengirimkan pesan perpisahan bernada positif kepada Amorim.
“Terima kasih atas segalanya, Mister. Semoga sukses di perjalanan berikutnya,” tulis Dorgu melalui Instagram Story.
Mental Dewasa Sejak Dini
Kedewasaan Dorgu sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu. Dalam laga Liga Europa melawan Real Sociedad, ia bahkan menghampiri wasit untuk mengoreksi keputusan penalti yang diberikan kepada United karena merasa tidak dilanggar.
Sikap serupa kembali terlihat saat Manchester United bermain imbang 2-2 melawan Burnley di Turf Moor. Ketika kakinya terinjak Kyle Walker, Dorgu memilih bangkit dan melanjutkan permainan tanpa berusaha memperbesar insiden demi kartu merah lawan.
Mentalitas inilah yang membuatnya mampu bertahan dan berkembang di tengah kritik. Sumber internal klub menyebut Dorgu sebagai sosok pekerja keras yang tak segan menambah porsi latihan di luar jadwal tim.
“Ia sering melakukan latihan tambahan dan menunjukkan dedikasi tinggi,” ungkap sumber tersebut.
Salah satu fokus utama Dorgu adalah memperbaiki kualitas umpan silang. Ia menjalani latihan teknik intensif di Carrington untuk menyempurnakan aspek tersebut.
Performa Meningkat, Kepercayaan Diri Kembali
Upaya keras Dorgu kini mulai berbuah hasil nyata. Dalam enam pertandingan terakhir, ia terlibat langsung dalam empat gol—dua gol dan dua assist—menjadi periode paling produktifnya sejak direkrut dari Lecce.
Ia mencatatkan assist cerdas untuk Matheus Cunha saat tampil di Villa Park, lalu mencetak gol voli spektakuler dalam kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United pada laga Boxing Day.
Setelah pertandingan tersebut, Dorgu akhirnya buka suara mengenai kritik yang pernah diterimanya.
“Mendapat kritik tentu tidak menyenangkan, tetapi itu bagian dari kehidupan seorang pemain,” ujar Dorgu.
“Yang terpenting adalah bagaimana Anda meresponsnya. Saya merasa telah memberikan respons yang tepat dalam beberapa laga terakhir.”
Ia mengakui kritik Amorim sempat membuatnya melakukan refleksi diri.
“Pelatih menyinggung soal kepercayaan diri saya. Saya mencoba memahami maksudnya, melihat ke dalam diri sendiri, lalu membangun kembali kepercayaan itu. Dukungan dari rekan setim juga sangat membantu.”
Kini, Patrick Dorgu tak lagi dikenal sebagai pemain yang diliputi keraguan, melainkan sebagai sosok muda yang matang, tangguh secara mental, dan siap menjadi bagian penting dari masa depan Manchester United.

Baca Juga  Lika Liku Kobbie Mainoo: Tersingkir di Era Ruben Amorim, Kini Jadi Nyawa Baru MU di Tangan Carrick

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *