FIFA Series 2026

Bulgaria Dinilai Jadi Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Unggul Ranking dan Faktor Pelatih

58
×

Bulgaria Dinilai Jadi Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Unggul Ranking dan Faktor Pelatih

Share this article

Perbedaan peringkat FIFA dan pengalaman sang pelatih yang pernah berkiprah di Indonesia membuat Bulgaria disebut sebagai rival paling berat bagi Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia
Timnas Indonesia

Handicap.co.id, Bandung – Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 membawa euforia tersendiri bagi pencinta sepak bola nasional. Namun di balik antusiasme tersebut, terselip tantangan besar yang harus dihadapi Timnas Indonesia. Dari seluruh peserta yang akan tampil di Jakarta, Bulgaria disebut-sebut sebagai lawan paling berbahaya bagi skuad Garuda.

Walau kini Timnas Indonesia ditangani pelatih kelas dunia, John Herdman, yang sukses membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022, duel menghadapi tim asal Eropa Timur itu diyakini tetap akan berlangsung sulit.

Mantan pemain Persib Bandung, Dias Angga, mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Bulgaria layak dianggap sebagai hambatan utama bagi Indonesia di ajang FIFA Series 2026.

Unggul Jauh dalam Peringkat FIFA

Faktor pertama yang disoroti Dias Angga adalah perbedaan posisi di ranking FIFA yang cukup lebar. Bulgaria saat ini menjadi tim dengan peringkat tertinggi di antara peserta grup tersebut.

Berdasarkan pembaruan ranking FIFA per Januari 2026, Bulgaria berada di posisi ke-88 dunia, sedangkan Timnas Indonesia menempati urutan ke-122. Artinya, terdapat selisih sekitar 34 peringkat di antara kedua tim.

Dalam konteks sepak bola internasional, perbedaan tersebut mencerminkan jam terbang yang berbeda, terutama karena Bulgaria terbiasa bersaing melawan tim-tim kuat Eropa seperti Spanyol dan Turki di ajang kualifikasi UEFA.

“Ranking FIFA bisa dijadikan gambaran kualitas sebuah tim nasional. Tanpa mengesampingkan potensi Timnas Indonesia, Bulgaria yang berada di peringkat 88 tentu memiliki pemain-pemain dengan kualitas yang menunjang performa mereka,” ujar Dias Angga.

“Justru ini akan jadi laga menarik. Indonesia pasti tampil habis-habisan supaya tidak mengecewakan publik sendiri,” tambahnya.

Pelatih Bulgaria Punya Pengalaman di Indonesia

Selain faktor peringkat, Dias Angga juga menyoroti sosok pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, yang dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena pernah berkarya di Indonesia.

Baca Juga  Maarten Paes Bangga Bisa Bergabung dengan Ajax: “Saya Siap Memberikan Segalanya”

Dimitrov bukan figur asing bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Ia sempat memperkuat Persipura Jayapura sebagai pemain, kemudian melanjutkan karier sebagai asisten pelatih klub tersebut. Tak hanya itu, Dimitrov juga pernah menjadi bagian dari staf pelatih Timnas Indonesia pada era kepelatihan Ivan Kolev.

Menurut Dias Angga, pengalaman Dimitrov di Indonesia membuatnya memahami karakter pemain lokal, kondisi cuaca, hingga atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Pengetahuan Dimitrov tentang sepak bola Indonesia, iklim Jakarta, serta situasi pertandingan di GBK bisa memberi keuntungan strategi bagi Bulgaria dibanding tim lainnya,” jelasnya.

Peluang Menang Tetap Terbuka untuk Indonesia

Meski Bulgaria diprediksi menjadi lawan tersulit, Dias Angga menegaskan bahwa peluang Timnas Indonesia untuk meraih kemenangan tetap ada.

Ia menilai skuad Garuda saat ini diperkuat pemain-pemain berkualitas yang telah mengantongi pengalaman internasional, termasuk dari ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Sekarang Timnas Indonesia diisi pemain yang sudah terbiasa menghadapi lawan-lawan kuat,” ucap Dias Angga.

Ia juga menaruh harapan besar pada John Herdman sebagai arsitek baru Timnas Indonesia.

“John Herdman pasti ingin memberi kesan positif di turnamen pertamanya. Dia pelatih berpengalaman karena pernah membawa timnya tampil di Piala Dunia,” katanya.

Namun, Dias Angga mengingatkan bahwa Herdman harus menyiapkan strategi yang matang untuk menghadapi karakter permainan Bulgaria.

“Tantangannya ada pada pertahanan Bulgaria yang terorganisir rapi dan kekuatan fisik khas pemain Balkan. Di situlah kecerdikan taktik sangat dibutuhkan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *