Uncategorized

Bursa Transfer Januari Kembali Lesu, Ini Penyebab Klub Premier League Enggan Belanja Besar

59
×

Bursa Transfer Januari Kembali Lesu, Ini Penyebab Klub Premier League Enggan Belanja Besar

Share this article

Klub-klub Liga Inggris lebih memilih menahan pengeluaran di tengah musim karena keterbatasan finansial, risiko kehilangan pemain inti, hingga faktor adaptasi pemain baru.

Bursa Transfer Januari Cenderung Sepi
Bursa Transfer Januari Cenderung Sepi

Handicap.co.id, Bandung – Jendela transfer musim dingin kembali berlangsung tanpa banyak gebrakan. Menjelang penutupan bursa Januari pada 2 Februari, aktivitas klub-klub Premier League jauh dari kesan agresif seperti yang biasa terjadi di musim panas.

Alih-alih berburu pemain baru, mayoritas tim memilih bersikap konservatif. Tercatat ada delapan klub Liga Inggris yang belum melakukan perekrutan atau peminjaman pemain sama sekali sepanjang Januari ini, termasuk Wolverhampton Wanderers dan Burnley yang sedang terjebak di papan bawah klasemen.

Fenomena tersebut bukan hal baru. Dalam lima musim terakhir sejak 2021, total pengeluaran klub-klub Premier League di bursa musim panas tercatat mencapai sekitar 10,5 miliar poundsterling. Sementara itu, belanja pada periode Januari di rentang waktu yang sama hanya berada di kisaran 1,7 miliar poundsterling.

Perbedaan ini menegaskan bahwa pasar transfer paruh musim tidak pernah menjadi prioritas utama. Dari lima bursa Januari terakhir, hanya tiga periode yang melampaui total belanja 100 juta poundsterling. Bandingkan dengan bursa musim panas terendah dalam periode tersebut yang tetap menembus lebih dari 1,1 miliar poundsterling.

Meski demikian, ada pengecualian. Manchester City, misalnya, sempat mengeluarkan dana 126 juta poundsterling pada Januari musim lalu dan kembali berinvestasi sekitar 85 juta poundsterling musim ini untuk mendatangkan Marc Guehi dan Antoine Semenyo. Namun, kebijakan seperti itu sulit ditiru oleh mayoritas klub lainnya.


Cedera, Posisi Klasemen, dan Ketakutan Kehilangan Pilar Tim

Mantan direktur olahraga Hearts yang kini menjadi agen pemain, Joe Savage, menjelaskan bahwa keputusan belanja pada Januari sangat dipengaruhi kondisi internal klub.

Menurutnya, faktor cedera, akumulasi kartu, serta posisi di klasemen menjadi penentu utama. Namun, hambatan terbesar hampir selalu sama: tidak ada klub yang rela melepas pemain kuncinya di tengah musim.

Baca Juga  Michael Carrick Resmi Jadi Pelatih Manchester United!

Sebagian besar anggaran klub sudah dialokasikan sejak awal musim untuk membangun skuad utama. Akibatnya, ruang gerak finansial pada Januari sangat terbatas.

Savage menilai tidak realistis jika klub menyisihkan dana khusus untuk jendela transfer musim dingin. Fokus utama mereka adalah memperkuat tim seoptimal mungkin sejak awal kompetisi berjalan.


Jendela Januari Didominasi Transfer Peminjaman

Walaupun minim pembelian permanen, bukan berarti bursa Januari sepenuhnya sepi. Aktivitas tetap ada, tetapi lebih banyak berbentuk peminjaman pemain.

Savage menyebut hampir semua klub mencari solusi jangka pendek melalui skema pinjam, baik dengan mendatangkan pemain dari klub lain maupun mempersingkat masa peminjaman yang sudah berjalan sejak musim panas.

Pendekatan ini dinilai lebih masuk akal secara finansial. Klub dapat menutup kebutuhan mendesak tanpa harus mengganggu rencana jangka panjang atau mengambil risiko besar dalam pengeluaran.


PSR Bukan Biang Kerok Utama

Aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) kerap dianggap sebagai alasan utama klub menahan belanja. Namun, pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire berpendapat bahwa pengaruh PSR tidak sebesar yang dibayangkan.

Ia menjelaskan bahwa jika sebuah klub membeli pemain senilai 50 juta poundsterling pada Januari dengan kontrak lima tahun, beban amortisasi hingga akhir musim hanya sekitar lima juta poundsterling. Angka itu relatif kecil dalam laporan keuangan tahunan.

Selain itu, selisih pendapatan berdasarkan posisi klasemen juga tidak terlalu besar. Perbedaan antara finis di peringkat ke-13 dan ke-14, misalnya, hanya berkisar 3,5 hingga 4 juta poundsterling.

Dengan kondisi tersebut, Maguire menilai klub tidak terlalu tertekan secara finansial hanya karena satu rekrutan di bulan Januari.


Risiko Kehilangan Ritme dan Sulit Beradaptasi

Dari sudut pandang pemain, pindah klub di tengah musim bukan keputusan ideal. Pemain yang sedang tampil tajam berisiko kehilangan momentum jika harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Baca Juga  Update Bursa Transfer BRI Super League: Eks PSG Dikaitkan dengan Persib, Persija Bidik Paulo Ricardo dan Ivar Jenner

Savage mengakui bahwa ia cenderung tidak menyarankan transfer Januari, terutama bagi pencetak gol yang sedang produktif. Menurutnya, menyelesaikan satu musim penuh dapat meningkatkan nilai pasar pemain saat bursa musim panas dibuka.

Namun, situasi tertentu bisa memaksa keputusan berbeda. Jika sebuah tim berjuang menghindari degradasi dan datang tawaran dari klub kandidat juara, keputusan melepas pemain menjadi jauh lebih mudah.

Masalah adaptasi juga menjadi tantangan besar. Pindah rumah, berganti negara, dan menyesuaikan budaya baru di tengah musim dingin bukan perkara ringan, terlebih jika pemain belum menguasai bahasa setempat.

Idealnya, proses adaptasi dilakukan saat pramusim. Jika terjadi pada Januari, padatnya jadwal pertandingan membuat proses penyesuaian semakin rumit.


Pada akhirnya, bursa transfer Januari lebih berfungsi sebagai sarana penyesuaian daripada ajang belanja besar-besaran. Klub memilih bertahan, menambal kebutuhan mendesak, dan menunggu musim panas untuk melakukan perubahan signifikan.

Sumber: BBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *