Manchester United

5 Poin Tuntutan Suporter Man United dalam Aksi Protes Jelang Laga Lawan Fulham: Stop Gonta-ganti Pelatih

56
×

5 Poin Tuntutan Suporter Man United dalam Aksi Protes Jelang Laga Lawan Fulham: Stop Gonta-ganti Pelatih

Share this article

Kelompok The 1958 melayangkan lima tuntutan kepada manajemen, mulai dari harga tiket mahal hingga kebijakan gonta-ganti manajer

5 Poin Tuntutan Suporter Man United dalam Aksi Protes Jelang Laga Lawan Fulham: Stop Gonta-ganti Pelatih
5 Poin Tuntutan Suporter Man United dalam Aksi Protes Jelang Laga Lawan Fulham: Stop Gonta-ganti Pelatih

Handicap.co.id, Medan Manchester United kembali mendapat tekanan dari pendukungnya sendiri. Menjelang pertandingan kontra Fulham di Old Trafford, kelompok suporter The 1958 menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemilikan klub yang kini berada di tangan keluarga Glazer dan grup Ineos milik Sir Jim Ratcliffe.

Aksi protes tersebut menyita perhatian publik setelah para demonstran mengenakan topeng badut. Simbol ini menjadi sindiran keras terhadap manajemen klub. Dua pekan sebelumnya, The 1958 bahkan secara terbuka melabeli Sir Jim Ratcliffe sebagai sosok yang tidak kompeten dalam pernyataan resmi mereka.

Menariknya, aksi ini menjadi yang pertama secara langsung menyasar Ratcliffe sejak Ineos resmi masuk dalam struktur kepemilikan Manchester United.

Dalam wawancara dengan media Inggris The Sun, koordinator The 1958, Steve Crompton, menyampaikan kritik tajam sekaligus merinci lima tuntutan utama yang menurutnya harus segera dipenuhi agar kemunduran klub tidak terus berlanjut.

Harga Tiket Jadi Sorotan Suporter

Crompton menilai salah satu akar masalah Manchester United saat ini adalah semakin terpinggirkannya suporter yang rutin datang ke stadion. Ia menyebut atmosfer khas Old Trafford perlahan memudar, seiring tidak lagi diakuinya kelompok suporter tradisional seperti The Red Army.

Kebijakan harga tiket juga mendapat kritik keras. Menurutnya, anggota resmi klub kini kesulitan memperoleh tiket pertandingan reguler, sementara tiket kategori hospitality justru mudah diakses dengan harga tinggi, bahkan mencapai 300 poundsterling.

“Budaya suporter seharusnya dilindungi. Saat ini justru perlahan dihilangkan,” kata Crompton.

Man United Diminta Berhenti Ganti Pelatih

Selain isu tiket, The 1958 juga menuntut perubahan cara klub dikelola. Mereka meminta pemilik klub menghentikan kebiasaan sering mengganti manajer, yang dinilai hanya menguras dana tanpa memberikan hasil signifikan di lapangan.

Baca Juga  Bryan Mbeumo Cetak Gol ke Gawang Man City, Derbi Manchester Jadi Momen Tak Terlupakan

Crompton juga menyinggung janji Ratcliffe saat awal bergabung dengan Manchester United untuk “mengembalikan Manchester ke Manchester United”. Namun menurutnya, kondisi saat ini justru menunjukkan hal sebaliknya.

“Bagi fans yang datang langsung ke stadion, sekarang hampir tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan,” ujarnya.

Transparansi Utang Jadi Tuntutan

Tuntutan lain yang disuarakan adalah transparansi terkait kondisi keuangan klub. The 1958 mendesak manajemen menjelaskan secara terbuka strategi mereka dalam mengatasi beban utang Manchester United yang terus meningkat.

Sebelumnya, kelompok ini sempat membatalkan rencana aksi pada awal musim Agustus lalu karena perbedaan pandangan di internal anggota yang berjumlah sekitar 95 ribu orang. Saat itu, sebagian suporter memilih memberi waktu bagi Ineos. Namun Crompton menegaskan, kesabaran tersebut kini telah habis.

“Kami justru merasa mundur sejak Ratcliffe masuk. Terlalu banyak pihak mengambil keputusan, hasilnya malah tidak jelas,” tegasnya.

Di tengah aksi protes di luar stadion, Manchester United tetap mampu meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham. Gol penentu Benjamin Sesko di masa injury time setidaknya memberi hiburan sesaat bagi para pendukung Setan Merah.

Sumber: The Sun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *