Manchester United

Dari Terpinggirkan hingga Jadi Andalan: Transformasi Kobbie Mainoo Bersama Manchester United

45
×

Dari Terpinggirkan hingga Jadi Andalan: Transformasi Kobbie Mainoo Bersama Manchester United

Share this article

Sempat disisihkan Ruben Amorim, Kobbie Mainoo kini menjelma menjadi poros penting Manchester United di era Michael Carrick

Kobbie Mainoo Kini Menjadi Andalan Manchester United
Kobbie Mainoo Kini Menjadi Andalan Manchester United

Handicap.co.id, Bandung – Perjalanan Kobbie Mainoo di Manchester United sempat berada di titik terendah. Gelandang muda lulusan akademi klub itu tak masuk rencana utama Ruben Amorim sebelum sang pelatih akhirnya angkat kaki dari Old Trafford.

Saat itu, Amorim menilai Mainoo belum cukup siap bermain berdampingan dengan Casemiro. Minimnya kekuatan fisik, tenaga, dan jam terbang dianggap menjadi penghalang bagi pemain berusia belasan tahun tersebut untuk menembus tim inti.

Namun situasi berubah drastis sejak Michael Carrick ditunjuk sebagai manajer interim. Mainoo membalas masa-masa sulitnya dengan performa impresif saat MU menaklukkan Fulham 3-2 secara dramatis pada Minggu (1/2/2026).

Carrick mencatatkan awal luar biasa dengan tiga kemenangan beruntun dalam tiga laga perdananya. Sebuah catatan yang jauh lebih cepat dibandingkan Amorim yang membutuhkan hampir satu musim untuk meraih konsistensi.

Dalam periode tersebut, Carrick membentuk duet lini tengah antara Mainoo dan Casemiro. Kombinasi yang sebelumnya jarang digunakan, kini justru menjadi fondasi permainan Setan Merah saat mengalahkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham.

Mainoo kini selalu menjadi starter dalam empat pertandingan terakhir di semua ajang. Carrick dan asisten caretaker Darren Fletcher juga mengubah pendekatan taktik dengan meninggalkan skema 3-4-2-1 warisan Amorim dan kembali ke formasi 4-2-3-1.

Perubahan ini membuat Mainoo dan Casemiro tampil lebih leluasa. Jika sebelumnya MU kerap kerepotan dengan dua gelandang tengah, kini keduanya justru mampu mengontrol permainan dan menahan tekanan lawan, termasuk Fulham yang agresif menekan dari tengah.


Pujian Carrick untuk Mainoo

Usai laga melawan Fulham, Carrick melontarkan pujian tinggi kepada Mainoo. Ia menilai sang gelandang muda tampil matang dalam situasi sulit.

Carrick menyoroti betapa padatnya lini tengah Fulham yang memaksa Mainoo dan Casemiro bekerja ekstra tanpa bola. Meski demikian, Mainoo tetap mampu tampil disiplin dan tenang saat menguasai bola.

Baca Juga  Glasner Umumkan Perpisahan dengan Crystal Palace, Manchester United Mulai Bergerak

Menurut Carrick, kelebihan Mainoo terletak pada ketenangan dan kemampuannya memilih momen yang tepat dalam bermain. Ia juga mengingatkan bahwa usia Mainoo masih sangat muda dan potensinya masih bisa berkembang jauh lebih besar.


Alasan Amorim Meragukan Mainoo

Sebenarnya, keraguan Amorim bukan tanpa dasar. Ketika pelatih asal Portugal itu datang, Mainoo masih berusia 19 tahun, sementara Casemiro kerap terlihat kelelahan menghadapi beban pertandingan.

Amorim memproyeksikan Mainoo sebagai pelapis Bruno Fernandes, yang saat itu menjadi pusat permainan MU. Namun kini Fernandes kembali diplot lebih ke depan sebagai gelandang serang, membuka ruang bagi Mainoo untuk berkembang di lini tengah.

Mainoo pun berambisi masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Kesempatan itu semakin terbuka jika ia mampu mempertahankan performa konsistennya.

Di sisi lain, Casemiro yang telah mengumumkan akan hengkang di akhir musim, menikmati momen perpisahan dengan mencetak gol kelimanya musim ini melalui sundulan serta menyumbang assist untuk Matheus Cunha. Situasi ini membuat MU harus mulai memprioritaskan masa depan Mainoo sekaligus mencari partner gelandang baru.


Mainoo yang Kini Berbeda

Manchester United sempat goyah ketika Casemiro digantikan Manuel Ugarte pada menit ke-75 karena risiko kartu. Gol Casemiro dan Cunha sempat dibalas Fulham lewat penalti Raul Jimenez dan tembakan keras Kevin sebagai pemain pengganti.

Namun drama terjadi di masa tambahan waktu. Fernandes berhasil melewati duel fisik dengan Calvin Bassey sebelum mengirimkan umpan matang kepada Benjamin Sesko yang memastikan kemenangan 3-2.

Sebelumnya, Fulham pernah mengeksploitasi sistem Amorim saat bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama musim ini. Dalam laga tersebut, Mainoo hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan dan baru sekali menjadi starter di era Amorim saat MU tersingkir dari Grimsby di ajang piala.

Baca Juga  Penampilan impresif penyerang muda ini di Theatre of Dreams membuat publik Old Trafford memberikan respek, meski ia bermain sebagai tim tamu.

Kini situasinya berbalik. Di Old Trafford, Mainoo ikut merayakan gol kemenangan bersama Sesko, Luke Shaw, Amad Diallo, Noussair Mazraoui, dan langsung menghampiri Fernandes. Momen itu menjadi simbol kebangkitan sang gelandang muda sebagai nyawa baru lini tengah Manchester United.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *