Manchester United

6 Pemain Bintang yang Gagal Bersinar di Manchester United, Justru Melejit di Klub Lain

115
×

6 Pemain Bintang yang Gagal Bersinar di Manchester United, Justru Melejit di Klub Lain

Share this article

Deretan mantan pemain Setan Merah ini tak menemukan performa terbaik di Old Trafford, tetapi sukses besar setelah hengkang

Manchester United
Manchester United

Handicap.co.id, Bandung – Manchester United dikenal sebagai salah satu klub paling aktif di bursa transfer dalam dua dekade terakhir, terutama sejak era Sir Alex Ferguson berakhir. Dana besar telah digelontorkan demi menghadirkan pemain-pemain top, namun hasil di lapangan tidak selalu sebanding dengan investasi yang dilakukan.

Sejak Ferguson pensiun, MU mengalami penurunan prestasi yang signifikan. Klub berjuluk Setan Merah itu bahkan belum kembali menjuarai Liga Inggris sejak musim 2012/2013. Kondisi tersebut membuat pendukung frustrasi karena setiap awal musim selalu muncul harapan baru dari kedatangan pemain bintang, tetapi berujung kekecewaan di akhir kompetisi.

Tak sedikit pemain yang gagal menunjukkan kualitas terbaiknya saat membela MU. Namun menariknya, beberapa di antara mereka justru bangkit dan tampil luar biasa setelah melanjutkan karier bersama klub lain. Berikut enam nama yang dianggap tidak berjodoh dengan Manchester United, tetapi sukses besar di tempat berbeda.


1. Wilfried Zaha

Wilfried Zaha mencuri perhatian publik saat bersinar bersama Crystal Palace sebagai salah satu talenta muda terbaik Inggris. Sir Alex Ferguson pun segera merekrutnya ke Manchester United. Sayangnya, situasi berubah setelah Ferguson mundur dan kursi pelatih diisi David Moyes.

Zaha hanya mencatatkan empat penampilan bersama tim utama sebelum akhirnya dilepas kembali ke Crystal Palace dengan nilai transfer yang jauh lebih rendah. Di klub lamanya itu, Zaha berkembang pesat dan menjelma menjadi salah satu winger paling berbahaya di Premier League.


2. Gerard Pique

Gerard Pique sempat menjadi bagian dari skuad Manchester United yang menjuarai Liga Champions dan Premier League pada musim 2007/2008. Namun, menit bermainnya sangat terbatas sehingga ia memutuskan kembali ke Barcelona.

Baca Juga  Dari Terpinggirkan hingga Jadi Andalan: Transformasi Kobbie Mainoo Bersama Manchester United

Keputusan tersebut terbukti tepat. Bersama Barca, Pique tumbuh menjadi bek elite dunia dan pilar utama Timnas Spanyol. Ia memenangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, serta mengoleksi banyak gelar bersama Barcelona, termasuk Liga Champions, La Liga, dan Copa del Rey.


3. Tim Howard

Tim Howard sempat menjadi pilihan utama di bawah mistar MU pada musim 2003/2004. Ia turut berkontribusi dalam keberhasilan klub meraih Piala FA kala itu. Namun, posisinya kemudian tersingkir seiring datangnya kiper baru.

Karier Howard justru melesat ketika bergabung dengan Everton. Di sana, ia dikenal sebagai salah satu penjaga gawang paling konsisten di Premier League. Selama hampir satu dekade, Howard mencatat lebih dari 400 penampilan bersama The Toffees.


4. Dion Dublin

Dion Dublin menjadi bagian dari Manchester United era 1990-an dan sempat merasakan gelar Liga Inggris. Meski begitu, kesempatan bermainnya sangat terbatas dan ia sulit menunjukkan potensi terbaiknya.

Setelah meninggalkan Old Trafford, Dublin menemukan kembali ketajamannya. Ia mencetak lebih dari 100 gol di Premier League bersama Coventry City dan Aston Villa, sekaligus membuktikan dirinya sebagai striker yang produktif.


5. Diego Forlan

Diego Forlan merupakan contoh paling mencolok dari pemain yang gagal di MU namun sukses besar di luar Inggris. Selama membela Setan Merah, ia hanya mencetak 10 gol dari 63 laga liga.

Namun, Forlan berubah menjadi mesin gol saat bermain di Spanyol bersama Villarreal dan Atletico Madrid. Ia mencetak 128 gol La Liga dalam tujuh musim dan meraih dua Sepatu Emas Eropa. Di level internasional, Forlan membawa Uruguay juara Copa America 2011 dan menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2010.

Baca Juga  Manchester United Tunda Penjualan Zirkzee dan Mainoo

6. Tom Heaton

Tom Heaton menghabiskan waktu lama sebagai pemain MU antara 2002 hingga 2010, tetapi lebih sering dipinjamkan dan tak pernah tampil di tim senior. Kariernya baru berkembang setelah hijrah ke klub lain.

Namanya mulai dikenal luas saat membela Burnley sebagai kiper utama. Penampilan stabil membuatnya mendapat panggilan Timnas Inggris. Ia sempat kembali ke MU pada 2021 dan akhirnya mencatat debut resminya di Liga Champions melawan Young Boys.


Kisah enam pemain ini membuktikan bahwa kegagalan di satu klub besar tidak selalu menandai akhir karier. Bagi mereka, Manchester United mungkin bukan tempat terbaik untuk berkembang, tetapi justru menjadi batu loncatan menuju kesuksesan di klub lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *