Handicap.co.id, Medan – Winger Manchester City, Antoine Semenyo, mengaku frustrasi usai pertandingan melawan Tottenham Hotspur di lanjutan Liga Inggris. Ia kecewa karena timnya gagal meraih kemenangan penuh.
Manchester City yang diasuh Pep Guardiola harus puas dengan hasil imbang 2-2 di markas Tottenham, meski sempat unggul di babak pertama. Hasil ini membuat posisi mereka di klasemen semakin menantang, dengan selisih enam poin dari Arsenal yang memimpin Premier League.
Meski begitu, Semenyo menegaskan bahwa persaingan gelar juara belum selesai. Ia mendorong rekan-rekannya untuk terus berjuang hingga akhir musim.
Masih Ada Kesempatan Mengejar Gelar
Dengan sisa musim yang cukup panjang, Premier League masih memberikan peluang bagi Manchester City. Semenyo menekankan bahwa selisih enam poin bukanlah jarak yang tak mungkin dikejar, dan ia yakin posisi klasemen masih bisa berubah.
“Kami masih memiliki 14 pertandingan tersisa. Tertinggal enam poin bukan berarti segalanya berakhir,” ujar Semenyo.
Pemain sayap ini juga mengingatkan agar tim tetap fokus karena Arsenal bisa saja terpeleset di sisa musim.
“Kami harus terus maju. Segala kemungkinan masih bisa terjadi,” tambahnya.
Optimisme Semenyo juga didukung oleh persaingan ketat di Liga Inggris. Momentum kemenangan dapat berpindah dari satu tim ke tim lain dengan cepat.
“Masih ada 14 laga. Mereka mungkin kalah, kami menang, dan klasemen bisa berubah drastis,” jelasnya.
Man City Kehilangan Dominasi
Pada babak pertama, Manchester City tampil dominan dengan gol dari Rayan Cherki dan Antoine Semenyo. Strategi tim berjalan mulus, memaksa Tottenham bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik.
“Di babak pertama, kami bermain sangat baik. Fokus kami adalah menguasai bola dan memancing mereka keluar dari posisi,” ungkap Semenyo.
Namun, permainan berubah drastis di babak kedua. Dominic Solanke mencetak dua gol, menggagalkan peluang kemenangan tim tamu.
Semenyo mengaku bingung melihat performa timnya menurun begitu drastis setelah turun minum. Dominasi yang mereka miliki di babak pertama lenyap seketika.
“Mentalitas kami seharusnya tetap sama, tetapi di babak kedua hal itu tidak terjadi, dan mereka mengambil alih permainan,” ujar Semenyo dengan nada kecewa.
Pengaruh Suporter Tuan Rumah
Kebangkitan Tottenham di babak kedua tak lepas dari dukungan fanatik para pendukungnya. Suasana stadion yang menggairahkan menjadi faktor penting dalam membalikkan momentum pertandingan.
Tekanan dari tribun membuat situasi di lapangan berubah, menjadi pelajaran berharga bagi Semenyo dan rekan-rekannya.
“Saya sulit menjelaskan alasannya, tapi mereka mulai menemukan ritme dan menciptakan peluang,” jelasnya.
Suara penonton terbukti menjadi “pemain ke-12” yang berpengaruh. Akhirnya, Manchester City harus rela berbagi poin.
“Dukungan penonton sangat membantu mereka. Kehadiran mereka jelas memberi energi tambahan,” pungkas Semenyo.









