BOLABRI SUPER LEAGUEINDONESIAPERSIBPERSIJA

Aris Indarto Kenang Soliditas Persija Era 2000-an, Sekaligus Apresiasi Performa Konsisten Persib

79
×

Aris Indarto Kenang Soliditas Persija Era 2000-an, Sekaligus Apresiasi Performa Konsisten Persib

Share this article

Aris Indarto menilai kebersamaan antarpemain menjadi kunci kejayaan Persija di era 2000-an, sekaligus mengapresiasi konsistensi dan kekuatan Persib Bandung di BRI Super League.

Aris Indarto
Aris Indarto

Handicap.co.id, Bandung – Mantan pemain belakang Persija Jakarta pada era 2000-an, Aris Indarto, menilai kekompakan antarpemain menjadi faktor utama kekuatan Macan Kemayoran pada masa tersebut. Ia menyebut kebersamaan di dalam dan luar lapangan membuat Persija tampil solid dan sulit dikalahkan.

Pandangan itu disampaikan Aris saat menjadi narasumber di kanal YouTube Bicara Bola, yang dipandu mantan kiper Persebaya Surabaya, Alfonsius Kelvan, beberapa waktu lalu. Dalam perbincangan tersebut, Aris mengungkapkan bahwa komunikasi serta chemistry pemain Persija pada zamannya terjalin sangat kuat.

Menurut pria berusia 47 tahun itu, kebersamaan tersebut terbentuk secara alami karena seluruh pemain tinggal bersama di mess klub. Kondisi tersebut membuat hubungan antarpemain semakin erat dan saling memahami satu sama lain.

“Dulu komunikasi antarpemain sangat bagus, kebersamaan juga terjaga. Karena semuanya tinggal di mess, jadi rasanya seperti hidup dalam satu atap. Chemistry itu terbentuk dengan sendirinya,” ungkap Aris.

Harapan untuk Persija Saat Ini

Aris berharap nilai-nilai kebersamaan seperti yang pernah ia rasakan bisa kembali diterapkan di skuad Persija saat ini. Ia menilai hubungan harmonis antarpemain menjadi pembeda penting yang tidak bisa digantikan hanya dengan fasilitas modern.

“Yang saya harapkan dari Persija sekarang adalah hubungan yang baik di dalam tim. Itu keunggulan Persija di masa lalu dan seharusnya bisa dihidupkan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, di era sepak bola modern, hampir semua klub memiliki fasilitas dan perlakuan yang relatif setara. Oleh karena itu, kebersamaan antara pemain senior dan junior menjadi fondasi utama dalam membangun kekuatan tim.

“Sekarang fasilitas hampir sama di semua klub. Yang membedakan hanyalah kebersamaan. Kalau senior dan junior bisa menyatu, saling membimbing, itu akan menjadi kekuatan besar,” jelasnya.

Baca Juga  Greg Nwokolo Bingung Persib Lepas David da Silva, Ciro Alves, Tyronne del Pino, dan Gustavo Franca: Nilai Malut United Punya Peluang Juara

Soroti Tren Positif Persib Bandung

Selain membahas Persija, Aris juga menyinggung performa Persib Bandung yang dinilainya sedang berada dalam tren positif. Ia mengakui Maung Bandung tampil konsisten dan memiliki kedalaman skuad yang sangat baik.

“Kita harus jujur melihat Persib sekarang. Tren mereka bagus, sering menang, dan kedalaman timnya juga kuat. Lini tengah dan pertahanan mereka terlihat sangat solid,” kata Aris.

Ia juga menyoroti efektivitas serangan balik Persib yang kerap membahayakan lawan. Bahkan, Persib disebut masih memegang catatan serangan balik cepat yang berujung gol dalam waktu singkat.

“Counter attack mereka berbahaya. Tapi Persija juga sebenarnya punya keunggulan serangan balik, terutama dari sisi sayap,” tambahnya.

Meski begitu, Aris menilai Persija masih memiliki kelemahan, terutama saat menerapkan permainan terbuka dengan tekanan tinggi. Menurutnya, hal itu bisa menjadi celah di lini belakang.

“Kita tahu di belakang ada Rizky Ridho dan Jordi Amat yang bukan tipe pemain cepat. Kalau terlalu terbuka dan pressing tinggi, itu sering jadi masalah karena mudah kebobolan,” paparnya.

Persib Bidik Hattrick, Namun Jalan Tak Mudah

Persib Bandung tengah mengusung ambisi besar untuk meraih gelar juara BRI Super League untuk ketiga kalinya secara beruntun. Meski mengakui kualitas dan kekuatan Persib, Aris menegaskan bahwa mempertahankan gelar juara bukanlah perkara mudah.

“Menjadi juara itu sulit, apalagi mempertahankannya. Persib sudah membuktikan bisa juara dua kali, tapi untuk terus berada di level tertinggi itu tantangannya besar,” ujarnya.

Aris kemudian mengingatkan pengalaman Persija pada awal 2000-an. Setelah menjuarai Liga Indonesia 2001, Macan Kemayoran justru kesulitan bersaing di musim berikutnya.

“Kami pernah merasakannya. Persija juara 2001, tapi di 2002 untuk lolos saja sudah sangat berat,” kenangnya.

Baca Juga  Prediksi BRI Super League: Bali United vs Persija Jakarta – 15 Februari 2026

Aris Indarto sendiri tercatat dua kali memperkuat Persija Jakarta, yakni pada musim 2000/2001 dan 2008/2009, serta menjadi bagian dari salah satu era penting dalam sejarah klub ibu kota tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *