handicap.co.id, Jakarta – Masa depan Andy Robertson bersama Liverpool masih diliputi ketidakpastian. Kontrak bek kiri asal Skotlandia itu akan segera berakhir, sementara posisinya di dalam tim mengalami perubahan signifikan sejak Arne Slot mengambil alih kursi kepelatihan.
Untuk pertama kalinya sejak berseragam The Reds, Robertson tak lagi berstatus sebagai pilihan utama di sisi kiri pertahanan. Situasi tersebut menjadi pertimbangan serius baginya, terlebih kontraknya hanya tersisa beberapa bulan. Meski sudah ada pembicaraan awal terkait kelanjutan kerja sama, belum ada keputusan final mengenai apakah ia akan bertahan atau memilih hengkang pada musim panas mendatang.
“Sisa kontrak saya tinggal sekitar lima bulan. Kami harus melihat apakah masih ada kemungkinan untuk bertahan atau justru opsi terbaik adalah pergi,” ujar Robertson kepada media setelah Liverpool menyingkirkan Barnsley di ajang Piala FA.
Ia menegaskan bahwa diskusi dengan klub telah berlangsung, namun memilih untuk menjaga privasi pembicaraan tersebut. “Saya akan berdiskusi dengan keluarga sebelum mengambil keputusan. Setelah musim panas yang cukup menguras pikiran, sekarang saya hanya ingin menikmati peran saya sebagai pemain Liverpool dan melihat apa yang akan terjadi,” lanjutnya.
Di Titik Persimpangan Karier
Perubahan situasi Robertson mulai terasa sejak Liverpool mendatangkan Milos Kerkez dari Bournemouth pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai mencapai 40 juta paun. Kedatangan pemain muda tersebut diyakini sebagai langkah regenerasi di sektor bek kiri.
Robertson menyadari bahwa kehadiran Kerkez otomatis berdampak pada jatah bermainnya. Walaupun telah mencatatkan 20 penampilan di semua kompetisi musim ini, ia hanya empat kali turun sebagai starter di Premier League.
“Saya selalu menjadi pemain yang ingin tampil di setiap pertandingan,” katanya.
Ia bahkan mengenang masa-masa di era Jurgen Klopp, ketika sekali saja dicadangkan sudah membuatnya frustrasi. “Saya pernah bermain dalam kondisi cedera, bahkan ketika kebugaran saya jauh dari ideal. Saya terbiasa memaksakan diri karena selalu ingin bermain. Sekarang kondisinya berbeda, dan itu terasa jelas,” ungkap Robertson.
Meski demikian, ia mengakui perannya musim ini memang tidak sama seperti sebelumnya. “Saya tetap bisa menikmati peran yang ada. Namun pada akhirnya, semua pesepak bola ingin berada di lapangan. Jika ada pemain yang benar-benar bahagia hanya duduk di bangku cadangan, menurut saya itu bukan sikap yang tepat untuk pemain profesional,” tegasnya.
Hubungan Tetap Harmonis dengan Klub
Terlepas dari berkurangnya menit bermain, Robertson merasa performanya masih berada di level yang baik setiap kali diberi kesempatan.
“Saya menilai penampilan saya cukup solid di setiap laga yang saya mainkan. Mungkin saya tidak bermain sebanyak yang saya inginkan, tapi hal itu tidak terlalu mengejutkan,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan adanya masalah dengan manajemen klub. Menurutnya, hubungan dengan para petinggi Liverpool tetap terjaga dengan sangat baik.
“Hubungan kami berjalan sangat positif. Ini bukan soal siapa yang harus membuktikan sesuatu kepada siapa, karena selama delapan setengah tahun terakhir kami sudah saling menunjukkan rasa hormat,” kata Robertson.
Bek berusia 31 tahun itu menegaskan bahwa ia selalu memberikan segalanya untuk Liverpool, dan klub pun memperlakukannya dengan sangat baik. “Saya mendapat kontrak yang layak ketika tampil bagus, dan saya merasa performa saya juga konsisten. Semoga penilaian itu juga dirasakan orang lain,” tuturnya.
Ia mengenang perjalanan panjangnya sejak direkrut dengan harga relatif murah, hanya sekitar 8 juta paun, hingga menjadi bagian penting dalam kesuksesan klub. “Saya sudah memenangkan banyak trofi dan merasakan banyak momen indah di sini. Hubungan saya dengan orang-orang di level atas klub selalu baik sejak hari pertama,” tambahnya sambil tersenyum.
Menutup pernyataannya, Robertson kembali menegaskan bahwa masa depannya masih terbuka. “Kami sudah berbicara, tapi detailnya akan tetap bersifat pribadi. Kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya,” pungkas pemain Timnas Skotlandia tersebut.











