LIGA INGGRIS

Duel Panas di Ujung Tombak Arsenal: Gabriel Jesus vs Viktor Gyokeres, Siapa Paling Tajam?

58
×

Duel Panas di Ujung Tombak Arsenal: Gabriel Jesus vs Viktor Gyokeres, Siapa Paling Tajam?

Share this article

Persaingan sehat Gabriel Jesus, Viktor Gyokeres, dan Kai Havertz memberi Mikel Arteta opsi melimpah jelang laga krusial Arsenal.

Brace Gabriel Jesus dan gol Viktor Gyokeres di markas Inter Milan memicu dilema manis bagi Mikel Arteta di lini depan Arsenal.
Brace Gabriel Jesus dan gol Viktor Gyokeres di markas Inter Milan memicu dilema manis bagi Mikel Arteta di lini depan Arsenal.

handicap.co.id, Jakarta – Gabriel Jesus tampil sebagai aktor utama saat Arsenal menantang Inter Milan pada laga ketujuh fase liga Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Penyerang asal Brasil itu memborong dua gol dan mengantar The Gunners menang meyakinkan 3-1 di Giuseppe Meazza.

Brace tersebut bukan sekadar memastikan tiga poin bagi Arsenal, tetapi juga menjadi sinyal kuat ambisi Jesus untuk kembali menjadi pilihan utama di lini depan. Terlebih, Arsenal akan menghadapi Manchester United di Premier League pada akhir pekan. Meski begitu, posisinya belum sepenuhnya aman karena Viktor Gyokeres juga menunjukkan kualitasnya di laga yang sama.

Gyokeres Kirim Pesan dari Bangku Cadangan

Masuk sebagai pemain pengganti, Viktor Gyokeres hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencatatkan namanya di papan skor. Striker asal Swedia itu melepaskan sepakan melengkung kaki kanan yang bersarang di sudut atas gawang Inter, sebuah penyelesaian yang disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaiknya sejak bergabung dengan Arsenal di awal musim.

Gol Gyokeres sempat membuat publik San Siro teringat pada gol penyeimbang Inter melalui Petar Sucic di menit ke-18. Namun, Arsenal kembali menjauh setelah Gabriel Jesus mencetak gol keduanya pada menit ke-31, sekaligus memperpanjang rekor sempurna The Gunners menjadi tujuh kemenangan dari tujuh laga di Liga Champions musim ini.

Rotasi Arteta Berbuah Manis

Kemenangan tersebut memastikan Arsenal finis di dua besar klasemen fase liga dan mengamankan tiket ke babak 16 besar. Keuntungan tambahan, Arsenal berhak memainkan leg kedua fase gugur di kandang sendiri.

Menariknya, hasil gemilang ini diraih di tengah rotasi besar-besaran yang dilakukan Mikel Arteta. Sang pelatih melakukan tujuh pergantian pemain, namun soliditas tim tetap terjaga.

Baca Juga  Sempat diragukan, Kobbie Mainoo membuktikan kualitasnya dengan penampilan menentukan bersama Manchester United.

“Kalau diminta membayangkan skenario ideal, mungkin inilah bentuknya. Kami tampil luar biasa. Menang di San Siro butuh performa spesial,” ujar Arteta.

Ia juga menyoroti padatnya jadwal Arsenal. “Empat laga tandang di empat kompetisi berbeda dalam 10 hari itu gila. Tapi kami bisa melewatinya karena rotasi dan semua pemain selalu siap saat dibutuhkan.”

Malam Emosional Gabriel Jesus

Gol pertama Jesus lahir pada menit ke-10, diawali dari tusukan Eberechi Eze yang berujung bola liar di kotak penalti. Setelah tembakan Jurrien Timber tak sempurna, Jesus dengan sigap menyambar bola lewat voli akurat yang mengecoh Yann Sommer.

Menariknya, tipe penyelesaian klinis seperti ini justru kerap dikritik sebagai kelemahan Gyokeres dalam beberapa pekan terakhir. Kritik lain terhadap Gyokeres juga menyinggung posisinya di kotak penalti, sesuatu yang diperlihatkan Jesus dengan sempurna saat mencetak gol kedua.

Berawal dari sepak pojok Bukayo Saka, sundulan Leandro Trossard membentur mistar dan bola muntah jatuh tepat ke arah Jesus, yang dengan mudah menanduknya masuk ke gawang Inter.

“Ini malam yang sangat emosional. Saya tumbuh dengan menonton Serie A. Bisa mencetak gol di stadion ini membuat saya hampir meneteskan air mata,” kata mantan striker Manchester City itu.

Statistik Jesus di Liga Champions pun terbilang impresif: 26 gol dan delapan assist dari 52 penampilan, dengan rata-rata kontribusi lebih dari satu gol per 90 menit.

Persaingan Sehat di Lini Depan

Sejak lama, Arsenal memang merasa perlu meningkatkan kualitas penyerang. Kai Havertz sempat diplot sebagai striker musim lalu saat Jesus mengalami cedera, lalu Mikel Merino menjadi opsi alternatif. Manajemen kemudian mendatangkan Gyokeres dari Sporting CP pada bursa transfer musim panas 2025.

Baca Juga  Harry Maguire Ungkap Titik Lemah Ruben Amorim di Manchester United

Kini, Jesus, Gyokeres, dan Havertz sama-sama dalam kondisi fit. Persaingan pun terbuka lebar dan diyakini bisa mendongkrak performa masing-masing pemain. Bagi Gyokeres, situasi ini juga sedikit mengurangi tekanan setelah enam bulan pertamanya di Inggris dinilai belum sepenuhnya konsisten.

Gyokeres sempat tampil menjanjikan saat melawan Chelsea di Carabao Cup, lalu meredup kontra Nottingham Forest. Namun, di markas Inter, ia menjawab keraguan dengan aksi efektif: mengontrol umpan terobosan Gabriel Martinelli dengan sentuhan luar kaki, lalu menuntaskannya dengan dingin.

“Permainan saat itu cocok untuk Viktor. Dia mendapat dua peluang dan memaksimalkan satu. Ini laga tandang kedua di mana dia tampil baik, dan konsistensinya mulai terlihat,” kata Arteta.

Dilema Manis Sang Manajer

Kini, Mikel Arteta berada dalam situasi yang menyenangkan: mempertahankan Gyokeres yang mulai menemukan ritme, atau memberi kesempatan starter kepada Jesus setelah performa gemilang di San Siro. Kai Havertz pun tetap menjadi opsi serius dan bisa saja melampaui keduanya jika dianggap paling siap.

Dengan kedalaman skuad seperti ini, Arsenal memiliki modal kuat untuk bersaing di empat kompetisi sekaligus. Bahkan, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyebut Arsenal bersama Bayern Munchen sebagai dua tim terbaik Eropa saat ini.

Gabriel Jesus menutup malam itu dengan sikap dewasa.
“Semua pemain ingin jadi starter. Saya sudah 28 tahun dan paham sepak bola. Saya senang Viktor masuk dan mencetak gol, saya senang saya mencetak gol, dan saya yakin Kai juga akan mencetak gol saat mendapat kesempatan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *