Manchester City

Haaland Jadi ‘Makhluk Gaib’! Lagi, Sang Striker Tampil Bapuk Dalam Bencana Derby

46
×

Haaland Jadi ‘Makhluk Gaib’! Lagi, Sang Striker Tampil Bapuk Dalam Bencana Derby

Share this article

Striker andalan Manchester City kembali menghilang di laga besar, minim kontribusi dan gagal jadi pembeda dalam derby penuh tekanan.

Haaland Jadi 'Makhluk Gaib'! Lagi, Sang Striker Tampil Bapuk Dalam Bencana Derby
Haaland Jadi 'Makhluk Gaib'! Lagi, Sang Striker Tampil Bapuk Dalam Bencana Derby

Handicap.id,Jakarta -Erling Haaland kembali menjadi sorotan negatif setelah penampilannya nyaris tak terlihat dalam laga derby yang berakhir dengan bencana bagi timnya. Striker andalan Manchester City itu seolah menghilang di tengah lapangan, membuat banyak pengamat menyebutnya kembali menjadi “makhluk gaib” dalam pertandingan besar. Julukan tersebut mencerminkan betapa minimnya kontribusi Haaland ketika timnya sangat membutuhkan ketajaman di lini depan.

Derby yang seharusnya menjadi panggung pembuktian justru berubah menjadi malam kelam bagi Haaland. Statistik menunjukkan betapa sulitnya sang penyerang menemukan ruang, apalagi menciptakan ancaman nyata ke gawang lawan.


Derby Berubah Jadi Mimpi Buruk Manchester City

Pertandingan derby ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Lawan tampil disiplin, agresif, dan mampu mematikan aliran bola Manchester City. Dominasi penguasaan bola yang biasanya menjadi ciri khas City tak banyak berarti tanpa penetrasi berbahaya.

Di tengah situasi tersebut, Haaland diharapkan menjadi pembeda. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ia kesulitan menerima bola bersih, jarang melakukan sentuhan di kotak penalti, dan gagal memberikan dampak signifikan sepanjang laga.


Statistik Memprihatinkan: Haaland Nyaris Tak Terlihat

Data pertandingan memperkuat kesan buruk terhadap performa Haaland di derby ini. Sepanjang laga, striker asal Norwegia itu hanya mencatatkan sedikit sentuhan di area berbahaya lawan. Tembakan ke gawang pun nyaris tidak ada, sebuah catatan yang jauh dari standar striker kelas dunia.

Lebih mengejutkan lagi, Haaland beberapa kali kalah duel dengan bek lawan dan tampak frustrasi ketika pergerakannya terus terbaca. Situasi ini membuatnya seperti terisolasi dari permainan tim.


Masalah Lama Terulang di Laga Besar

Bukan kali pertama Haaland tampil melempem di pertandingan besar. Kritik serupa kerap muncul setiap kali Manchester City menghadapi lawan sepadan, terutama dalam laga derby atau fase krusial kompetisi.

Baca Juga  5 Pemain Manchester United yang Berpeluang Bersinar di Era Michael Carrick

Sebagian pengamat menilai gaya bermain City yang terlalu terstruktur justru membuat Haaland mudah dimatikan. Ketika suplai bola terhenti, sang striker kesulitan menciptakan peluang secara mandiri.


Taktik Lawan Efektif Redam Haaland

Kunci keberhasilan lawan dalam derby ini adalah penjagaan ketat terhadap Haaland. Bek tengah selalu menempel, sementara gelandang bertahan sigap memotong jalur umpan menuju sang striker.

Strategi tersebut memaksa Manchester City mengandalkan serangan dari sisi sayap dan tembakan jarak jauh. Sayangnya, tanpa kehadiran Haaland sebagai target man efektif, serangan City kehilangan ketajaman.


Reaksi Fans: Dari Andalan Jadi Beban?

Di media sosial, reaksi fans pun beragam. Tak sedikit yang menyayangkan performa Haaland dan mempertanyakan kontribusinya di laga besar. Julukan “makhluk gaib” kembali mencuat, menandakan kekecewaan pendukung yang berharap lebih dari pemain dengan label striker terbaik dunia.

Namun, ada pula yang membela Haaland dengan menyoroti minimnya suplai bola serta peran taktis yang membatasi ruang geraknya.


Pep Guardiola Angkat Bicara

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa kekalahan ini bukan kesalahan satu pemain saja. Ia menyebut tim secara keseluruhan gagal menemukan ritme permainan dan tidak cukup klinis dalam memanfaatkan peluang.

Guardiola juga menekankan pentingnya evaluasi taktik agar Haaland bisa lebih terlibat dalam laga-laga besar ke depan. Menurutnya, striker sekelas Haaland membutuhkan dukungan kolektif untuk tampil maksimal.


Tekanan Meningkat Jelang Jadwal Padat

Penampilan buruk di derby ini membuat tekanan terhadap Haaland semakin besar. Jadwal padat yang menanti Manchester City menuntut respons cepat, terutama dari pemain kunci seperti dirinya.

Jika tren negatif ini berlanjut, bukan tidak mungkin kritik akan semakin tajam, apalagi mengingat ekspektasi tinggi yang melekat pada sosok Haaland sejak kedatangannya.

Baca Juga  Joao Pedro Nilai Bintang Liga Inggris Ini Lebih Jago Mengumpan Ketimbang Lionel Messi

Kesimpulan: Haaland Harus Segera Bangkit

Derby ini menjadi pengingat bahwa Erling Haaland masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam laga-laga krusial. Julukan “makhluk gaib” tentu bukan sesuatu yang ingin terus melekat pada namanya.

Manchester City membutuhkan versi terbaik Haaland—tajam, agresif, dan menentukan. Jika tidak, bencana derby seperti ini bisa kembali terulang dan menghambat ambisi besar klub di musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *