Handicap.co.id, Bandung – Spekulasi mengenai masa depan Vinicius Junior kembali mencuat dan menjadi bahan perbincangan di bursa transfer. Penyerang sayap andalan Real Madrid itu disebut-sebut masuk radar sejumlah klub elite Eropa, termasuk beberapa tim besar asal Inggris.
Meski demikian, rumor yang mengaitkan Vinicius dengan Chelsea dinilai tidak lebih dari sekadar wacana. Peluang kepindahan sang pemain ke Stamford Bridge dianggap sangat tipis.
Mantan gelandang Chelsea, Jody Morris, menilai transfer tersebut hampir mustahil terwujud. Menurutnya, kendala utama bukan terletak pada kualitas Vinicius, melainkan pada arah kebijakan klub London Barat yang kini lebih fokus membangun tim dengan pemain muda berusia awal 20-an untuk proyek jangka panjang.
Dengan usia 25 tahun, Vinicius dianggap tidak lagi sejalan dengan kriteria tersebut. Kendati begitu, statusnya sebagai salah satu bintang utama Real Madrid tetap membuat namanya terus dikaitkan dengan berbagai rumor, terutama mengingat situasi kontraknya yang mulai memasuki fase krusial.
Godaan Finansial dari Timur Tengah
Saat ini, Vinicius dikabarkan berada di periode akhir kontraknya bersama Real Madrid. Kondisi ini menempatkan manajemen Los Blancos pada posisi strategis untuk segera menentukan langkah, apakah memperpanjang masa baktinya atau membuka peluang transfer.
Negosiasi kontrak baru disebut akan segera dibahas, terlebih setelah perubahan di kursi kepelatihan Madrid menyusul kepergian Xabi Alonso. Namun, hingga kini Vinicius disebut belum menunjukkan ketertarikan untuk membicarakan masa depannya secara terbuka.
Di tengah ketidakpastian tersebut, klub-klub Liga Pro Arab Saudi dikabarkan siap mengajukan tawaran bernilai fantastis. Selain iming-iming finansial, ketertarikan juga datang dari sejumlah klub Premier League yang terus memantau perkembangan situasi sang pemain.
Liga Inggris tetap memiliki daya tarik besar, baik dari sisi kompetisi yang intens maupun sorotan global. Meski begitu, Real Madrid masih berharap dapat mempertahankan Vinicius dan mencapai kesepakatan baru agar ia tetap menjadi bagian penting di Santiago Bernabeu.
Biaya Tinggi Jadi Penghalang
Jody Morris menegaskan bahwa isu kepindahan Vinicius ke Chelsea hanyalah ilusi. Ia mengakui kualitas sang winger sangat luar biasa, terutama setelah penampilan impresifnya di ajang Supercopa de Espana.
“Secara pribadi, tentu saya ingin memilikinya. Namun menurut saya, usianya tidak lagi cocok dengan model kepemilikan Chelsea saat ini,” ujar Morris, dikutip dari Football Espana.
Selain faktor usia, Morris juga menyoroti nilai transfer dan gaji yang sangat tinggi. Ia bahkan meragukan ketertarikan Vinicius untuk bergabung dengan Chelsea, mengingat kondisi klub yang belum sepenuhnya stabil dalam beberapa musim terakhir.
“Apakah dia benar-benar ingin datang ke Chelsea? Dalam situasi kami sekarang, rasanya itu tidak masuk akal,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan keraguan mengenai daya tarik Chelsea di mata pemain kelas dunia saat ini.
Mike Maignan Ikut Dikaitkan dengan Chelsea
Tak hanya Vinicius, Chelsea juga disebut menaruh minat pada kiper AC Milan, Mike Maignan. Morris menilai The Blues mungkin membutuhkan penjaga gawang baru, meskipun performa Robert Sanchez sejauh ini terbilang solid.
Ia juga menyebut Chelsea pernah kehilangan peluang besar ketika Gianluigi Donnarumma masih tersedia di pasar transfer. “Jika ingin mengganti Sanchez, maka penggantinya harus benar-benar lebih baik,” tegas Morris.
Sanchez sendiri dinilai memiliki kemampuan mumpuni dalam menguasai area kotak penalti serta berkontribusi dalam membangun serangan dari lini belakang.
Meski demikian, reputasi Chelsea sebagai klub yang agresif di bursa transfer membuat mereka hampir selalu dikaitkan dengan nama-nama besar. Dengan ambisi kembali ke level tertinggi, tidak mengherankan jika klub asal London itu terus dikaitkan dengan pemain top seperti Vinicius Junior maupun Mike Maignan pada masa mendatang.



