LIGA INGGRIS

Mengapa Chelsea Masih Terus Berburu Bek Tengah Meski Stok Melimpah?

61
×

Mengapa Chelsea Masih Terus Berburu Bek Tengah Meski Stok Melimpah?

Share this article

Cedera, Ketidakseimbangan Skuad, dan Tekanan Finansial Jadi Alasan The Blues Masih Berburu Pemain Bertahan

Banyak Nama Tak Menjamin Kualitas, Chelsea Masih Mencari Bek Tengah Sempurna
Banyak Nama Tak Menjamin Kualitas, Chelsea Masih Mencari Bek Tengah Sempurna

handicap.co.id, Jakarta – Chelsea kembali membuat publik mengernyitkan dahi di bursa transfer. Walau sudah menumpuk banyak bek tengah di dalam skuad, klub asal London Barat itu dikabarkan belum menghentikan langkah untuk menambah pemain di sektor pertahanan.

Nama bek muda Rennes, Jeremy Jacquet, mencuat sebagai incaran serius. Pemain berusia 20 tahun tersebut dianggap sesuai dengan profil yang dibutuhkan Chelsea saat ini. Namun, Rennes disebut tidak terlalu tertarik melepas aset berharganya di tengah musim, membuat situasi ini semakin menarik untuk disimak.

Keputusan Chelsea ini memicu pertanyaan besar: mengapa masih perlu bek tengah baru, padahal investasi besar telah digelontorkan sejak klub berada di bawah kendali Todd Boehly dan Clearlake Capital?

Investasi Besar, Masalah Lama Belum Tuntas

Sejak pengambilalihan oleh BlueCo pada 2022, Chelsea tercatat telah menghabiskan sekitar 222,4 juta poundsterling hanya untuk mendatangkan pemain bertahan tengah. Namun ironisnya, sektor ini justru masih menjadi titik lemah yang membuat performa tim naik-turun sepanjang musim.

Jumlah pemain memang banyak, tetapi ketersediaan dan kecocokan di level tertinggi menjadi persoalan berbeda.

Banyak Pilihan, Sedikit yang Siap

Saat ini Chelsea memiliki Levi Colwill, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Tosin Adarabioyo, Benoit Badiashile, Josh Acheampong, Jorrel Hato, dan Axel Disasi. Sayangnya, tidak semua bisa langsung diandalkan.

Colwill masih berkutat dengan cedera jangka panjang. Hato lebih sering difungsikan sebagai bek kiri. Disasi baru kembali masuk rotasi setelah sempat tersisih, dan masa depannya pun belum sepenuhnya aman karena masih terbuka peluang untuk dijual.

Situasi semakin rumit setelah Tosin Adarabioyo mengalami cedera hamstring dan dipastikan menepi beberapa pekan. Kondisi ini membuat opsi di lini belakang semakin menipis, terutama untuk pertandingan-pertandingan krusial.

Baca Juga  RESMI DIPECAT : Ruben Amorim Berpisah dengan Manchester United, Darren Fletcher Ditunjuk Jadi Pelatih Sementara

Bek Ideal Versi Chelsea

Chelsea sejatinya sudah mencoba mengantisipasi masalah ini sejak musim panas lalu. Mereka sempat membidik Dean Huijsen, namun gagal setelah sang pemain memilih bergabung dengan Real Madrid.

Kini, manajemen klub menginginkan sosok bek tengah yang tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga mampu membangun serangan dari belakang—peran yang selama ini sangat bergantung pada Colwill. Faktor fisik juga jadi pertimbangan utama, dengan Jacquet yang memiliki tinggi 191 cm dianggap memenuhi kriteria.

Di internal klub, ada keyakinan bahwa persaingan mencari bek tengah berkualitas akan semakin ketat pada bursa transfer musim panas nanti, seiring banyaknya klub Premier League yang menghadapi masalah serupa.

Risiko Menghambat Regenerasi

Meski masuk akal secara kebutuhan, rencana mendatangkan bek baru tetap menuai kritik. Sebagian pengamat menilai performa Badiashile, Disasi, dan Tosin belum menunjukkan level elite, sementara Hato masih butuh waktu beradaptasi.

Selain itu, Chelsea juga harus berhitung matang agar transfer baru tidak mematikan jalur perkembangan pemain muda potensial seperti Josh Acheampong, Mamadou Sarr, dan Aaron Anselmino.

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, bahkan secara khusus memuji Mamadou Sarr yang tampil menonjol dan sukses meraih gelar Piala Afrika bersama Senegal.

“Itu pertandingan yang luar biasa. Dia bermain sangat, sangat bagus. Saya tidak terkejut karena pernah bekerja dengannya,” kata Rosenior.

“Dia punya potensi besar dan masa depan cerah. Tapi untuk rencana kami sekarang maupun ke depan, ini belum saat yang tepat membahasnya lebih jauh,” tambahnya.

Pelajaran dari Kasus Marc Guehi

Ketimpangan antara lini depan yang produktif dan pertahanan yang rapuh membuat Chelsea sulit tampil konsisten. Situasi ini kontras dengan langkah Manchester City, yang berani bergerak agresif untuk mengamankan Marc Guehi.

Baca Juga  Sempat Disentil Keras Amorim, Patrick Dorgu Menjawab Tekanan dengan Performa Meyakinkan di Manchester United

Namun, transfer tersebut datang dengan konsekuensi finansial besar—mulai dari gaji tinggi hingga bonus signifikan. Jika Chelsea meniru paket serupa, Guehi berpotensi menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub, bahkan melampaui kapten Reece James.

Risiko ini dinilai bisa mengganggu struktur gaji dan stabilitas ruang ganti, sesuatu yang ingin dihindari manajemen.

Liga Champions Jadi Kunci Segalanya

Chelsea juga tidak leluasa bergerak karena tekanan regulasi keuangan UEFA. Rasio gaji terhadap pendapatan klub kini menyentuh 72,2 persen, tertinggi di antara enam klub besar Inggris.

Di sisi lain, pemasukan klub masih tertahan akibat Stamford Bridge yang dinilai sudah ketinggalan zaman serta belum adanya sponsor utama di bagian depan jersey. Alhasil, Chelsea sangat bergantung pada penjualan pemain untuk menjaga keseimbangan keuangan.

Dalam situasi ini, tiket Liga Champions menjadi target krusial. Selain mendongkrak pendapatan, lolos ke kompetisi elite Eropa itu juga akan menjadi fondasi penting bagi Chelsea untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *