handicap.co.id, Jakarta – Manchester United kembali mengejutkan Premier League dengan penampilan impresifnya. Setelah menundukkan Manchester City, Setan Merah melanjutkan tren positif dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB.
Kemenangan ini bukan sekadar menambah tiga poin. MU berhasil mengamankan kemenangan pertamanya di markas Arsenal setelah delapan tahun, sekaligus memperlihatkan awal yang gemilang bagi era Michael Carrick sebagai pelatih interim.
Dua pertandingan, dua kemenangan, dan semuanya melawan tim-tim papan atas klasemen—prestasi yang nyaris tak terduga mengingat Carrick baru menggantikan Ruben Amorim kurang dari dua minggu sebelumnya.
Carrick Fokus pada Saat Ini, Tak Terbawa Euforia
Meski hasilnya mengesankan, Carrick tetap menjejak bumi. Pria 44 tahun ini memilih tidak membahas peluangnya menjadi manajer permanen MU. Ia lebih menikmati momen sederhana, seperti kedua anaknya yang hadir di tribun tandang Emirates Stadium dan ikut merayakan gol penentu kemenangan Matheus Cunha.
Sekitar 3.000 pendukung MU terus menyanyikan yel-yel hingga 15 menit setelah pertandingan berakhir. Bahkan Sir Jim Ratcliffe, minoritas pemilik klub, terlihat tersenyum puas—pemandangan langka dalam dua tahun terakhir.
Carrick menegaskan fokusnya hanya pada tanggung jawab jangka pendek. “Saya di sini untuk menjalankan tugas. Semua keputusan kami selalu mempertimbangkan kepentingan jangka panjang klub,” ujarnya kepada Sky Sports.
“Kami tidak terbawa suasana. Dua hasil besar ini penting, tetapi kami harus tetap rendah hati dan menyadari proses di balik pencapaiannya,” tambahnya.
Awal Lebih Menjanjikan Dibanding Era Amorim
Enam poin dari dua laga langsung membuat Carrick melampaui catatan awal Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu membutuhkan lima pertandingan untuk meraih tujuh poin sebelum MU kemudian mengalami tiga kekalahan beruntun.
Yang menarik, dua kemenangan Carrick dicatatkan atas tim-tim papan atas. MU justru mengumpulkan lebih banyak poin dari Arsenal dan Manchester City dibanding tiga laga sebelumnya melawan Leeds, Wolves, dan Burnley.











