handicap.co.id,jakarta – Kehadiran John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia langsung memantik ekspektasi besar publik sepak bola nasional. Nama Herdman memang bukan sosok sembarangan. Rekam jejaknya bersama Kanada, baik di level timnas putri maupun putra, membuat banyak pihak berharap perubahan instan di tubuh Garuda. Namun, satu hal penting perlu ditegaskan sejak awal: John Herdman bukan pesulap. Ia membutuhkan waktu, proses, dan dukungan penuh untuk membangun Timnas Indonesia, terutama menjelang FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026.
Ekspektasi Tinggi, Tantangan Lebih Besar
Tak bisa dimungkiri, sepak bola Indonesia sedang berada dalam fase transisi besar. Target prestasi meningkat, kualitas pemain perlahan naik, dan atmosfer kompetitif mulai terasa di level Asia Tenggara hingga Asia. Masuknya John Herdman otomatis menaikkan standar harapan.
Namun, ekspektasi berlebihan justru bisa menjadi bumerang. Banyak suporter berharap perubahan instan: permainan langsung rapi, hasil langsung menang, dan trofi segera datang. Padahal, bahkan pelatih sekelas Herdman pun tidak bisa mengubah wajah sebuah tim nasional hanya dalam hitungan bulan.
Rekam Jejak John Herdman: Proses, Bukan Sulap
Jika melihat perjalanan karier John Herdman, satu benang merah selalu terlihat: proses jangka panjang. Ia membangun Kanada dari nol, membentuk mentalitas, identitas bermain, hingga akhirnya membawa mereka tampil kompetitif di level internasional.
Herdman dikenal sebagai pelatih yang:
- Fokus pada budaya tim
- Mengutamakan kedisiplinan taktik
- Memberi ruang besar bagi pengembangan pemain muda
- Membangun kepercayaan diri kolektif
Semua itu membutuhkan waktu. Apa yang ia lakukan di Kanada tidak terjadi dalam satu atau dua turnamen saja.
Timnas Indonesia Masih dalam Tahap Fondasi
Berbeda dengan klub, tim nasional memiliki keterbatasan waktu latihan. John Herdman tidak bisa setiap hari membentuk skema dan pola permainan ideal. Ia harus bekerja dengan kalender FIFA, memaksimalkan waktu singkat, dan menyatukan pemain dari berbagai klub dengan latar belakang berbeda.
Timnas Indonesia saat ini masih berada di tahap:
- Menyatukan visi bermain
- Menemukan komposisi ideal pemain
- Menentukan kerangka taktik utama
- Membangun mental bertanding di level internasional
FIFA Series 2026 menjadi panggung penting untuk proses ini, bukan sekadar ajang mengejar hasil instan.
FIFA Series 2026: Laboratorium Timnas
Bagi John Herdman, FIFA Series 2026 seharusnya dipandang sebagai laboratorium uji coba. Di sinilah ia bisa:
- Mencoba berbagai kombinasi pemain
- Menguji fleksibilitas taktik
- Menilai kedalaman skuad
- Melihat respons pemain di bawah tekanan
Hasil pertandingan memang penting, tetapi yang lebih krusial adalah progres permainan. Kekalahan bukan akhir dunia jika ada peningkatan struktur, disiplin, dan identitas tim.
Piala AFF 2026: Target Realistis, Bukan Beban
Piala AFF 2026 kerap dianggap sebagai turnamen “wajib juara” bagi Timnas Indonesia. Tekanan ini sudah ada bahkan sebelum Herdman memimpin. Namun, menumpukan seluruh harapan pada satu turnamen bisa menjadi beban berlebihan.
Di bawah John Herdman, Piala AFF 2026 seharusnya menjadi:
- Ajang pembuktian progres tim
- Panggung penguatan mental juara
- Batu loncatan menuju target yang lebih besar
Jika hasil maksimal tercapai, itu bonus. Jika belum, proses tetap harus dijaga.
Suporter dan Media Punya Peran Besar
Perjalanan John Herdman di Timnas Indonesia tidak hanya ditentukan oleh strategi dan pemain, tetapi juga oleh atmosfer di luar lapangan. Dukungan suporter dan media sangat krusial.
Kritik tentu boleh, bahkan perlu. Namun, kritik yang konstruktif jauh lebih bermanfaat dibanding tekanan berlebihan. Memberi ruang bagi pelatih untuk bekerja adalah bagian dari proses menuju tim nasional yang lebih matang.
Kesabaran sebagai Kunci Utama
Banyak negara gagal bukan karena kurang talenta, tetapi karena kurang sabar. Setiap pelatih baru selalu diminta hasil instan, dan ketika itu tak tercapai, kepercayaan langsung runtuh.
John Herdman datang dengan reputasi dan pengalaman. Yang ia butuhkan sekarang adalah:
- Waktu
- Kepercayaan
- Konsistensi dukungan
Tanpa itu, bahkan pelatih terbaik sekalipun akan kesulitan.
Jalan Panjang Menuju Timnas Indonesia yang Kompetitif
Membangun tim nasional adalah maraton, bukan sprint. FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026 hanyalah dua titik dalam perjalanan panjang Timnas Indonesia.
Jika proses ini dijalani dengan benar, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia memiliki tim yang:
- Lebih disiplin
- Lebih matang secara mental
- Lebih kompetitif di Asia
Namun, semua itu dimulai dari satu hal sederhana: membiarkan John Herdman bekerja tanpa tekanan berlebihan.
Kesimpulan
John Herdman bukan pesulap yang bisa menyulap Timnas Indonesia dalam semalam. Ia adalah arsitek yang membutuhkan waktu untuk membangun fondasi kuat. FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026 adalah bagian dari proses, bukan akhir segalanya.
Jika publik dan federasi mampu bersabar, hasil besar akan datang dengan sendirinya. Karena dalam sepak bola, proses yang benar hampir selalu menghasilkan prestasi yang berkelanjutan.











