handicap.co.id, jakarta – Harapan besar publik Mesir kembali pupus setelah Timnas Mesir harus angkat koper usai didepak Senegal dalam laga krusial turnamen internasional. Kekalahan ini menjadi sorotan bukan hanya karena hasil akhir, tetapi juga karena performa Mohamed Salah yang dinilai jauh dari ekspektasi.
Sebagai kapten tim dan pemain paling berpengaruh, Mo Salah diharapkan menjadi pembeda. Namun di atas lapangan, bintang Liverpool tersebut justru tampil kurang efektif, bahkan statistik mencatat kontribusinya minim sepanjang pertandingan.
Situasi ini memicu kritik tajam dari pengamat dan suporter, yang menilai Salah gagal membawa Mesir keluar dari tekanan Senegal.
Mesir Gagal Ulangi Kesuksesan, Senegal Tampil Lebih Solid
Sejak awal laga, Senegal tampil disiplin dan agresif. Pressing tinggi yang diterapkan membuat Mesir kesulitan mengembangkan permainan, termasuk Mohamed Salah yang sering terisolasi di sisi kanan serangan.
Mesir memang mencoba mengandalkan serangan balik cepat, tetapi strategi tersebut tidak berjalan optimal. Senegal yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman tampil lebih siap secara taktik dan mental.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan pahit Mesir saat berhadapan dengan Senegal di laga-laga penting.
Statistik Memble Mo Salah Sepanjang Pertandingan
Sorotan utama tertuju pada statistik Mohamed Salah yang jauh di bawah standar permainannya di level klub maupun tim nasional. Berdasarkan data pertandingan, kontribusi Salah terbilang minim.
Beberapa catatan statistik Mo Salah:
- Tembakan ke gawang: 1
- Peluang emas tercipta: 0
- Umpan kunci: 0
- Dribel sukses: 2 dari 6 percobaan
- Sentuhan di kotak penalti lawan: sangat terbatas
- Kehilangan bola: cukup tinggi akibat pressing Senegal
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Salah tidak mampu mendominasi permainan, bahkan kerap kehilangan bola saat mencoba melakukan penetrasi.
Dikawal Ketat, Salah Kehilangan Ruang Gerak
Salah satu faktor utama menurunnya performa Mohamed Salah adalah pengawalan ketat dari lini pertahanan Senegal. Setiap kali menerima bola, Salah langsung mendapat dua hingga tiga pemain penjagaan.
Bek kiri Senegal secara konsisten membatasi pergerakan Salah ke dalam, sementara gelandang bertahan sigap menutup jalur umpan. Akibatnya, Salah sering dipaksa bermain melebar dan menjauh dari area berbahaya.
Kondisi ini membuat Mesir kehilangan opsi serangan utama mereka.
Minim Dukungan, Salah Terisolasi
Selain faktor lawan, minimnya dukungan dari rekan setim juga memengaruhi performa Salah. Mesir kerap kesulitan membangun serangan dari lini tengah, sehingga bola jarang mengalir dengan bersih ke area sayap kanan.
Tidak adanya gelandang kreatif yang mampu memecah tekanan membuat Salah harus:
- Turun terlalu dalam untuk menjemput bola
- Berhadapan langsung dengan pressing lawan
- Kehilangan energi sebelum masuk kotak penalti
Situasi ini sangat kontras dengan perannya di Liverpool, di mana Salah selalu mendapat suplai bola berkualitas.
Tekanan Besar sebagai Kapten Tim
Sebagai kapten, Mohamed Salah memikul beban psikologis besar. Tanggung jawab memimpin tim di laga hidup-mati membuat Salah terlihat bermain lebih hati-hati dan tidak seagresif biasanya.
Beberapa momen menunjukkan Salah ragu mengambil keputusan cepat, seperti menunda tembakan atau terlalu lama menguasai bola. Tekanan ekspektasi publik Mesir diyakini turut memengaruhi kepercayaan dirinya.
Reaksi Publik dan Kritik Pengamat
Usai pertandingan, kritik terhadap Mohamed Salah langsung membanjiri media sosial. Banyak suporter kecewa karena Salah gagal menjadi pembeda di laga sepenting ini.
Beberapa pengamat menilai:
- Salah terlalu bergantung pada kemampuan individu
- Kurang fleksibel menghadapi penjagaan ketat
- Gagal memimpin tim di momen krusial
Namun, ada pula pihak yang membela Salah dengan menilai kegagalan Mesir bukan sepenuhnya kesalahan satu pemain.
Perbandingan dengan Performa Salah di Liverpool
Performa Mohamed Salah bersama Mesir kembali dibandingkan dengan performanya di Liverpool. Di klub, Salah dikenal:
- Tajam dan klinis di depan gawang
- Konsisten menciptakan peluang
- Didukung sistem permainan yang solid
Sementara di timnas, Salah sering dipaksa bekerja sendiri tanpa struktur serangan yang jelas. Perbedaan sistem inilah yang dianggap menjadi penyebab utama menurunnya efektivitas Salah bersama Mesir.
Kegagalan Mesir: Masalah Sistemik
Kekalahan dari Senegal menegaskan bahwa masalah Mesir bukan hanya soal performa individu, tetapi juga persoalan sistem dan kedalaman skuad.
Mesir dinilai:
- Kurang kreatif di lini tengah
- Terlalu bergantung pada Mohamed Salah
- Tidak memiliki rencana cadangan saat bintang utama dimatikan
Selama ketergantungan ini masih terjadi, Mesir akan terus kesulitan di laga-laga besar.
Evaluasi untuk Masa Depan Timnas Mesir
Pelatih Mesir dipastikan akan melakukan evaluasi besar-besaran usai kegagalan ini. Salah satu fokus utama adalah mengurangi ketergantungan pada Mohamed Salah dan membangun sistem yang lebih kolektif.
Beberapa opsi yang dipertimbangkan:
- Menambah kreativitas lini tengah
- Memaksimalkan peran pemain sayap lain
- Memberi Salah peran lebih fleksibel
Langkah ini penting agar Mesir tidak selalu mudah dibaca oleh lawan.
Kesimpulan
Statistik memble Mohamed Salah saat Mesir didepak Senegal menjadi cerminan betapa sulitnya laga tersebut bagi sang bintang. Dikawal ketat, minim dukungan, dan tekanan besar membuat Salah gagal bersinar di momen krusial.
Meski demikian, kegagalan ini tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas Salah sebagai pemain kelas dunia. Justru, hasil ini menjadi peringatan bagi Mesir bahwa sepak bola modern membutuhkan sistem yang kuat, bukan hanya mengandalkan satu bintang.
Kini, Mesir dan Mohamed Salah harus bangkit, belajar dari kekalahan, dan bersiap menghadapi tantangan berikutnya dengan pendekatan yang lebih matang.











