Gianni Infantino

Presiden FIFA Klarifikasi dan Minta Maaf atas Pernyataan Kontroversial tentang Fans Inggris

33
×

Presiden FIFA Klarifikasi dan Minta Maaf atas Pernyataan Kontroversial tentang Fans Inggris

Share this article

Gianni Infantino mengakui ucapannya di forum internasional keliru dan menyinggung sejumlah wilayah Britania Raya.

Gianni Infantino Akhirnya Meminta Maaf.
Gianni Infantino Akhirnya Meminta Maaf.

Handicap.co.id, Bandung – Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang dianggap sebagai candaan tidak pantas terkait suporter sepak bola Inggris. Ucapan itu ia lontarkan saat menjadi pembicara di World Economic Forum beberapa waktu lalu.

Dalam pidatonya, Infantino membahas berbagai isu, mulai dari keamanan penyelenggaraan turnamen hingga pembelaan terhadap harga tiket Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara. Saat mengulas kembali Piala Dunia 2022 di Qatar, ia menyinggung minimnya insiden selama turnamen berlangsung.

Namun, satu pernyataannya memicu kritik luas. Infantino kala itu menyebut bahwa tidak ada warga Britania yang ditangkap sepanjang turnamen, lalu menyampaikannya dengan nada bercanda.

Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari Football Supporters’ Association (FSA). Organisasi pendukung suporter Inggris itu menilai komentar Infantino sebagai candaan murahan yang tidak pantas dilontarkan oleh pimpinan tertinggi sepak bola dunia.

Melalui pernyataan resminya, FSA menyarankan agar Infantino lebih fokus pada persoalan harga tiket dibandingkan melontarkan komentar yang menyudutkan suporter.

“Jika Presiden FIFA ingin berbicara tentang suporter, sebaiknya ia lebih memikirkan bagaimana membuat tiket terjangkau, bukan melontarkan lelucon yang meremehkan,” tulis FSA.


Klarifikasi untuk Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara

Tekanan publik membuat Infantino akhirnya memberikan klarifikasi dalam wawancara bersama Sky News, melalui program The World with Yalda Hakim. Dalam wawancara tersebut, ia mengakui penggunaan istilah “Brit” dalam pernyataannya telah menyinggung wilayah lain di Britania Raya.

Infantino menegaskan bahwa Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara secara historis tidak memiliki catatan kerusuhan besar seperti Inggris dalam ajang internasional.

“Ketika saya menyebut tidak ada ‘warga Britania’ yang ditangkap, itu berarti saya secara tidak langsung melibatkan Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Kepada merekalah saya perlu meminta maaf terlebih dahulu,” ujar Infantino.

Baca Juga  Jadwal Laga Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Ia menjelaskan bahwa maksud awal pernyataannya hanyalah untuk menggambarkan suasana Piala Dunia 2022 yang berlangsung aman dan penuh perayaan.

“Itu seharusnya menjadi gambaran bahwa turnamen di Qatar berjalan sebagai pesta sepak bola yang damai, di mana semua orang bisa berkumpul tanpa konflik,” lanjutnya.


Akui Kekeliruan dalam Pemilihan Kata

Dalam kesempatan yang sama, Infantino juga mengakui kesalahannya saat menyebut pelaku kerusuhan sebagai “fans”. Menurutnya, orang-orang yang datang ke stadion dengan niat membuat kerusuhan tidak layak disebut sebagai suporter.

“Mereka bukan fans, mereka kriminal,” tegasnya.

Ia turut memuji upaya Inggris dalam memberantas kekerasan di dunia sepak bola dan mengakui bahwa perubahan sikap suporter Inggris patut diapresiasi.

“Melihat suporter Inggris datang dengan damai, menikmati pertandingan, dan mendukung tim mereka secara positif adalah hal yang luar biasa,” ucap Infantino.

Menutup pernyataannya, Infantino menyebut dirinya sebagai penggemar sepak bola Inggris dan mengakui bahwa komentar sebelumnya tidak disampaikan dengan cara yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *