ancaman degradasi klub elite Eropa

Tottenham Hotspur dan 7 Klub Raksasa Eropa yang Terancam Turun Kasta Musim 2025/26

47
×

Tottenham Hotspur dan 7 Klub Raksasa Eropa yang Terancam Turun Kasta Musim 2025/26

Share this article

Musim penuh kejutan membuat sejumlah tim elite justru harus berjibaku menjauh dari zona degradasi di liga masing-masing

klub besar Eropa terancam degradasi musim 2025/26
klub besar Eropa terancam degradasi musim 2025/26

Handicap.co.id, Bandung – Musim kompetisi 2025/26 menghadirkan pemandangan tak lazim di berbagai liga top Eropa. Sejumlah klub dengan reputasi besar—yang biasanya identik dengan perebutan tiket Eropa atau gelar juara—kini justru terjebak dalam persaingan di papan bawah klasemen.

Dalam sepak bola modern yang semakin kompetitif, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Faktor manajemen yang keliru, kebijakan transfer yang tidak efektif, hingga badai cedera membuat performa tim mudah anjlok. Ketika konsistensi hilang, nama besar pun tak lagi menjadi jaminan keselamatan.

Berikut delapan klub besar yang saat ini menghadapi ancaman serius degradasi di musim 2025/26.


Tottenham Hotspur

Kekalahan terbaru dari Newcastle membuat Spurs kini hanya unggul lima poin dari zona degradasi. Situasi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar dan pengamat.

Legenda klub, Glenn Hoddle, menilai kondisi ini harus dihadapi secara realistis. Menurutnya, para pemain dan suporter perlu menyadari bahwa Tottenham kini benar-benar berada dalam pertempuran menghindari turun kasta.

Data statistik pun menguatkan gambaran suram tersebut. Sejak duel melawan Arsenal pada November lalu, hanya Burnley dan Wolves yang mengoleksi poin lebih sedikit dibanding Spurs. Thomas Frank memang sudah didepak dari kursi pelatih, namun problem diyakini lebih kompleks daripada sekadar pergantian manajer.


Valencia

Sebagai klub yang hampir selalu menghuni kasta tertinggi Spanyol sejak 1980-an, posisi Valencia saat ini terasa ganjil. Terakhir kali mereka terdegradasi adalah pada musim 1986/87.

Musim lalu, Los Che masih mampu menyelamatkan diri lewat rangkaian hasil positif di akhir musim. Namun, momentum itu gagal berlanjut. Kini mereka berada di peringkat ke-17, hanya satu poin di atas zona merah, dengan kondisi makin genting karena beberapa pesaing masih memiliki satu laga lebih banyak.

Baca Juga  Hasil Liga Spanyol Tadi Malam: Hujan Penalti Warnai Kemenangan Real Madrid atas Sociedad, Takhta Klasemen Berpindah Tangan

Leicester City

Awalnya digadang sebagai kandidat promosi kuat, Leicester justru mengalami musim penuh gejolak di Championship. Mereka kini terpuruk di peringkat ke-21 dan hanya selamat dari tiga terbawah berkat selisih gol.

Klub mengalami berbagai pukulan: pemecatan manajer, pengurangan enam poin, hingga kekalahan dramatis 3-4 dari Southampton setelah sempat unggul tiga gol. Kekecewaan suporter memuncak dengan nyanyian protes di tribun, menandakan tekanan besar di dalam dan luar lapangan.


West Bromwich Albion

West Brom terakhir kali mencicipi kasta ketiga pada awal 1990-an. Namun, musim ini mereka kembali menghadapi ancaman serupa setelah hanya berjarak dua poin dari zona degradasi Championship.

Delapan laga tanpa kemenangan memperparah situasi dan membuat fase akhir musim menjadi krusial bagi kelangsungan mereka di divisi ini.


Wigan Athletic

Pada 2013, Wigan masih tampil di Premier League. Kini, mereka justru terancam terlempar ke kasta keempat sepak bola Inggris.

Posisi ke-22 di League One menjadi cermin performa buruk yang berlangsung lama, tanpa kemenangan dalam delapan laga terakhir. Kekalahan telak 1-6 dari Peterborough berujung pada pemecatan Ryan Lowe. Nasib klub kini sangat bergantung pada sosok pelatih baru yang akan datang.


Wolfsburg

Sejak 1997, Wolfsburg selalu bertahan di Bundesliga dan bahkan pernah menjuarai liga pada 2009. Namun, musim ini mereka berada jauh dari standar tersebut.

Dengan sisa 13 pertandingan, Wolfsburg hanya unggul dua poin dari zona degradasi. Situasi ini menempatkan klub bersejarah tersebut dalam posisi rawan yang jarang mereka alami.


Fiorentina

Melihat Fiorentina berada di posisi ke-18 Serie A terasa janggal, mengingat musim lalu mereka finis di peringkat enam dan menembus semifinal Conference League.

Penjualan beberapa pemain penting serta daftar cedera yang panjang membuat performa mereka merosot tajam. Ancaman degradasi kini menjadi bayangan nyata bagi klub yang pernah diperkuat legenda-legenda besar.

Baca Juga  Talenta La Masia Lepas, Hansi Flick Murka dengan Keputusan Barcelona

Legia Warsawa

Perkembangan kualitas liga Polandia justru membawa tekanan ekstra bagi Legia. Klub paling dikenal secara internasional di negaranya itu kini terjebak di zona degradasi.

Musim lalu mereka mampu menembus perempat final Conference League sebelum disingkirkan Chelsea. Namun, musim ini performa menurun drastis. Kekecewaan suporter tumpah dalam bentuk chant agresif yang menggambarkan betapa besarnya tekanan terhadap tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *