handicap.co.id, Jakarta – Bursa transfer musim panas lalu menghadirkan kisah dramatis seputar Alexander Isak yang menjadi sorotan dunia sepak bola. Striker asal Swedia itu akhirnya menyeberang dari Newcastle United ke Liverpool dengan nilai transfer fantastis mencapai 128 juta pound, rekor termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Isak sendiri melakukan berbagai upaya ekstrem demi pindah ke Anfield, termasuk menolak bermain pada Juli. Liverpool akhirnya mendapatkan penyerang yang lama mereka incar, sementara Newcastle, meski awalnya bersikeras mempertahankan sang pemain, terpaksa melepasnya. Pada awalnya, kepergian Isak tampak akan menguntungkan Liverpool dan melemahkan Newcastle secara signifikan.
Namun, lima bulan kemudian, kenyataan menunjukkan gambaran berbeda. Hingga kini, transfer Isak belum benar-benar memberi keuntungan bagi kedua klub.
Adaptasi yang Sulit di Liverpool
Kedatangan Isak tanpa menjalani pramusim membuatnya kesulitan menyesuaikan diri pada bulan-bulan awal. Dari 16 penampilan, ia hanya mampu mencetak tiga gol. Striker yang dulu menakutkan di Newcastle terlihat kehilangan sentuhan tajamnya.
Keputusan Isak meninggalkan Newcastle memunculkan tekanan tambahan: kepercayaan diri menurun, fokus terganggu, dan ia tampak rapuh. Selama di Newcastle, Isak dikenal sebagai pemain sensitif, cerdas, dan penuh motivasi, tetapi juga menginginkan pengakuan dari banyak orang. Demi pindah, ia harus menampilkan sisi berbeda dari karakter aslinya, yang menambah tekanan ketika berseragam Liverpool.
Selain itu, Isak bergabung dengan tim juara yang tidak sepenuhnya dibangun untuk memaksimalkan kelebihannya. Kehadiran Hugo Ekitike, yang direkrut Liverpool pada musim yang sama dari incaran Newcastle, juga menimbulkan kompleksitas tambahan.
Pertanyaan Tentang Strategi Liverpool
Keputusan merekrut dua penyerang dengan karakter serupa menimbulkan pertanyaan soal strategi Liverpool. Jamie Carragher, mantan pemain yang kini menjadi kolumnis The Telegraph, menyatakan kebingungannya:
“Saya tidak pernah benar-benar mengerti transfer Isak. Liverpool biasanya mencari ‘the next Isak’, yang dalam pikiran mereka adalah Ekitike. Jadi saya tidak tahu mengapa mereka membeli Isak juga.”
Situasi semakin sulit ketika Isak mengalami cedera pergelangan kaki saat mencetak gol melawan Tottenham pada 20 Desember, yang kemungkinan membuatnya absen hingga April. Ini berarti musim pertamanya di Anfield bisa hampir terbuang.
Dukungan Meski Performa Belum Maksimal
Meski begitu, penilaian terhadap Isak tidak bisa hanya berdasar 16 pertandingan. Manajer Newcastle, Eddie Howe, menegaskan bahwa Liverpool tetap mendapat pemain berkualitas luar biasa.
“Liverpool membayar mahal karena dia pesepak bola yang hebat. Talenta seperti ini jarang ditemui. Kehadirannya selalu memberi dampak besar bagi tim, dan kehilangan dia pasti mengubah dinamika Newcastle,” ujar Howe.
Di sisi lain, Newcastle berusaha menggantikan Isak dengan mendatangkan Nick Woltemade dan Yoane Wissa dengan biaya total 124 juta pound. Namun, performa keduanya belum mampu menandingi kontribusi Isak.
Tantangan bagi Woltemade dan Wissa
Woltemade sempat tampil cukup baik di awal, tapi memiliki karakter berbeda dari Isak: kurang cepat, tidak terlalu agresif dalam menekan, dan kesulitan mencetak gol sebanyak Isak. Dari 33 laga, ia hanya mencetak sembilan gol, dan Newcastle masih beradaptasi dengan gaya permainannya.
Sementara Wissa mengalami cedera lutut yang membuatnya absen selama empat bulan. Kondisinya sempat terdampak oleh mogok bermain di Brentford demi kepindahan, sehingga adaptasinya juga tertunda. Ia mencetak tiga gol dari 15 laga, tetapi daya gedornya tidak sama lagi.
Akibat kombinasi faktor ini, Newcastle kesulitan mencetak gol terutama saat tandang, sementara Liverpool pun belum sepenuhnya merasakan keuntungan dari Isak.
Kesimpulan
Kini, Newcastle berada di peringkat kesembilan, sebagian besar karena performa menurun dalam laga tandang. Liverpool, sementara itu, menghadapi situasi yang jauh dari ideal untuk striker termahalnya.
Minggu ini, ketika Newcastle bertandang ke Anfield, saga transfer musim panas lalu akan kembali menjadi sorotan. Satu kesimpulan yang adil saat ini: transfer Alexander Isak belum memberikan hasil yang memuaskan bagi Liverpool maupun Newcastle.











