Handicap.co.id, Bandung – Persib Bandung bakal menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Ratchaburi, Thailand, pada Rabu (11/2/2026).
Maung Bandung melangkah ke fase gugur dengan status pemuncak klasemen Grup G. Dari enam pertandingan yang dijalani, Persib mampu mengamankan 13 poin berkat performa konsisten sepanjang fase grup.
Di sisi lain, Ratchaburi FC melaju sebagai runner-up Grup F dengan koleksi 9 poin dari enam laga. Walau tidak menjadi juara grup, tim berjuluk The Dragons tetap menyimpan potensi ancaman besar, terutama karena tampil di kandang sendiri.
Keuntungan bermain di hadapan pendukung fanatik menjadi modal penting bagi pasukan Worrawoot Srimaka. Mereka menargetkan hasil maksimal di leg pertama sebelum melakoni partai tandang ke Bandung pada leg kedua.
Ratchaburi diperkirakan akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Sejumlah pemain mereka dinilai memiliki kapasitas untuk menyulitkan pertahanan Persib. Berikut tiga sosok yang patut mendapat perhatian khusus.
Denilson Junior
Striker asal Brasil ini menjadi tumpuan utama Ratchaburi FC di kompetisi Asia musim ini. Dari enam penampilan di fase grup ACL Two, Denilson telah mengoleksi lima gol dan tiga assist.
Catatan tersebut menjadikannya ancaman serius bagi lini belakang Persib, terlebih tim asal Bandung dipastikan tidak diperkuat bek andalan Julio Cesar yang masih dibekap cedera.
Denilson dikenal sebagai penyerang dengan karakter komplet. Ia memiliki postur kuat, kecepatan di atas rata-rata, serta kecerdikan dalam membaca celah pertahanan lawan. Pergerakannya di kotak penalti kerap sulit diantisipasi.
Negueba
Ratchaburi juga memiliki senjata berbahaya di sektor sayap melalui sosok Negueba. Winger asal Brasil itu dikenal agresif dan sering merepotkan bek lawan lewat akselerasi dan kemampuan individunya.
Selama fase grup, Negueba selalu menjadi pilihan utama di sisi lapangan. Dari enam pertandingan, pemain berusia 33 tahun tersebut mencatatkan satu assist dan berperan penting dalam membangun serangan.
Kecepatan dan kelincahannya membuat lini pertahanan Persib wajib tampil disiplin. Koordinasi antarbek akan menjadi faktor krusial untuk membatasi ruang gerak sang winger.
Jesse Curran
Di lini pertahanan, Ratchaburi mengandalkan Jesse Curran sebagai pilar utama. Pemain berdarah Filipina ini berperan besar dalam menjaga kestabilan sektor belakang The Dragons.
Selain tangguh dalam duel bertahan, Curran juga kerap membantu serangan dari sisi pertahanan. Hal tersebut dibuktikan dengan kontribusinya berupa satu assist dalam enam pertandingan ACL Two.
Keberadaannya membuat barisan belakang Ratchaburi sulit ditembus sekaligus memberi variasi serangan dari area pertahanan.