BARCELONA

3 Pelajaran Pahit Barcelona Usai Tumbang dari Girona di La Liga 2025-2026

5
×

3 Pelajaran Pahit Barcelona Usai Tumbang dari Girona di La Liga 2025-2026

Share this article

Blaugrana Kehilangan Puncak Klasemen Usai Gagal Maksimalkan Peluang di Montilivi

3 Pelajaran Pahit Barcelona Usai Tumbang dari Girona di La Liga 2025-2026
3 Pelajaran Pahit Barcelona Usai Tumbang dari Girona di La Liga 2025-2026

Handicap.co.id, MedanBarcelona harus menerima kenyataan pahit saat melawat ke markas Girona pada pekan ke-24 La Liga musim 2025-2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Montilivi, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB, Blaugrana menyerah dengan skor 1-2 dari tuan rumah.

Kekalahan tersebut membuat Barcelona kehilangan tiga poin krusial sekaligus turun dari puncak klasemen. Kini mereka tertinggal dua angka dari Real Madrid yang berada di posisi teratas.

Hasil negatif ini memperpanjang tren kurang baik setelah sebelumnya tim asuhan Hansi Flick dihajar Atletico Madrid 0-4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Situasi tersebut menjadi alarm serius bagi skuad Barcelona dalam perburuan gelar musim ini.

Pada laga kontra Girona, Barcelona sebenarnya sempat unggul lewat gol Pau Cubarsi. Namun tuan rumah mampu membalikkan keadaan melalui Thomas Lemar dan Fran Beltran, dengan gol penentu tercipta di menit ke-86. Situasi semakin sulit setelah Lamine Yamal gagal memanfaatkan peluang dari titik penalti.

Dari pertandingan tersebut, terdapat tiga evaluasi penting bagi Barcelona.


1. Lini Belakang Belum Stabil

Pertahanan Barcelona kembali menjadi titik lemah. Tim terlalu mudah memberikan ruang kepada lawan sehingga kiper Joan Garcia harus bekerja ekstra keras.

Di sektor kiri, penampilan Alejandro Balde yang kurang konsisten membuka peluang bagi Gerard Martin untuk merebut posisi inti. Sementara di sisi kanan, Flick masih perlu menentukan pilihan paling tepat demi menciptakan keseimbangan di lini belakang.

Jika ingin kembali kompetitif dalam perebutan gelar, soliditas pertahanan menjadi hal yang wajib segera dibenahi.


2. Penyelesaian Akhir Kurang Efektif

Dominasi peluang tidak mampu dimaksimalkan dengan baik. Barcelona mencatatkan 27 tembakan sepanjang laga, bahkan dua kali membentur tiang di babak pertama, tetapi hanya satu yang berbuah gol.

Baca Juga  Perubahan Strategi, Marcus Rashford Berpotensi Tinggal di Barcelona

Lamine Yamal tampil aktif, namun beberapa kali kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Kegagalannya mengeksekusi penalti menjadi momen krusial yang berdampak besar terhadap hasil pertandingan.

Efektivitas di depan gawang jelas menjadi pekerjaan rumah utama bagi tim pelatih.


3. Mentalitas Juara Perlu Dipulihkan

Selain masalah teknis, aspek mental juga menjadi sorotan. Untuk bersaing di papan atas, Barcelona membutuhkan konsistensi performa dan semangat juang tinggi dalam setiap laga.

Nama besar klub saja tidak cukup untuk menjamin kemenangan. Para pemain dituntut tampil maksimal tanpa kompromi jika ingin kembali ke jalur perebutan trofi.

Mengembalikan mentalitas juara kini menjadi tantangan berat bagi Hansi Flick dan skuadnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *