Handicap.co.id, Bandung – Afrika sejak lama dikenal sebagai salah satu gudang talenta terbaik dalam sepak bola dunia. Dari generasi ke generasi, benua ini terus melahirkan pemain-pemain kelas dunia yang mampu bersinar di level klub maupun tim nasional.
Perkembangan sepak bola Afrika mengalami lonjakan signifikan sejak awal abad ke-21. Para pemainnya kini tak hanya menjadi tulang punggung negaranya masing-masing, tetapi juga memainkan peran penting di liga-liga elite Eropa seperti Premier League, Serie A, La Liga, hingga Bundesliga.
Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Mohamed Salah, Mohammed Kudus, Serhou Guirassy, Bryan Mbeumo, hingga Inaki Williams menjadi bukti nyata besarnya kontribusi pemain Afrika di sepak bola modern.
Seiring meningkatnya kualitas dan pengaruh mereka, nilai ekonomi pesepak bola Afrika pun ikut meroket. Gaji selangit dan kontrak jangka panjang menjadi hal yang lumrah, terutama bagi mereka yang bermain di klub-klub raksasa Eropa maupun Timur Tengah.
Mengutip laporan Give Me Sport, berikut lima pemain Afrika dengan bayaran tertinggi di dunia saat ini.
5. Victor Osimhen – Galatasaray (Nigeria)
Gaji: Rp7,11 miliar per pekan
Victor Osimhen menikmati lonjakan pendapatan besar setelah resmi menjadi pemain permanen Galatasaray pada bursa transfer musim panas 2025. Sebelumnya, striker Nigeria itu sempat membela klub Turki tersebut dengan status pinjaman.
Eks penyerang Napoli ini dikontrak selama empat tahun dengan bayaran mencapai £312.569 per pekan. Angka tersebut belum termasuk bonus performa serta hak citra yang turut memperbesar total pendapatannya.
Dengan reputasi sebagai salah satu striker terbaik dunia, Osimhen dinilai pantas menerima kontrak premium tersebut. Meski sempat dikaitkan dengan klub-klub elite Eropa, Galatasaray berhasil mengamankan jasanya dengan tawaran finansial yang sangat menggiurkan.
4. Mohamed Salah – Liverpool (Mesir)
Gaji: Rp9,09 miliar per pekan
Mohamed Salah tetap menjadi ikon Liverpool dan salah satu pemain paling berpengaruh di Premier League. Kontribusinya sangat krusial dalam kesuksesan The Reds, termasuk saat meraih gelar liga pada musim 2024/2025.
Menjelang akhir kontraknya, masa depan Salah sempat menjadi tanda tanya. Namun, winger asal Mesir itu akhirnya mengakhiri spekulasi dengan menandatangani kontrak baru yang membuatnya bertahan di Anfield.
Dengan bayaran hampir £400.000 per pekan, Salah menjadi salah satu pemain dengan gaji tertinggi di Inggris dan tetap menjadi aset tak tergantikan bagi Liverpool.
3. Kalidou Koulibaly – Al Hilal (Senegal)
Gaji: Rp13,1 miliar per pekan
Kalidou Koulibaly memilih melanjutkan kariernya di Liga Pro Saudi setelah hanya semusim membela Chelsea. Bek asal Senegal tersebut bergabung dengan Al Hilal dan langsung mendapatkan kontrak bernilai sangat besar.
Dengan bayaran lebih dari £578.000 per pekan, Koulibaly menjadi salah satu bek termahal di dunia. Meski usianya tak lagi muda, kehadirannya memberi stabilitas penting di lini belakang Al Hilal.
Pengalaman panjangnya di level elite Eropa membantu klub Saudi tersebut tampil dominan dan bersaing kuat dalam perebutan gelar domestik.
2. Sadio Mane – Al Nassr (Senegal)
Gaji: Rp15,15 miliar per pekan
Sadio Mane menerima tawaran fantastis dari Al Nassr usai menjalani satu musim bersama Bayern Munchen. Ia pun kembali bereuni dengan Cristiano Ronaldo di Arab Saudi.
Dengan gaji mencapai £666.814 per pekan, Mane menjadi salah satu pemain Afrika dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah. Etos kerja, kecepatan, dan mental juaranya membuat Al Nassr yakin menginvestasikan dana besar untuknya.
1. Riyad Mahrez – Al Ahli (Aljazair)
Gaji: Rp19,7 miliar per pekan
Riyad Mahrez menempati posisi teratas sebagai pemain Afrika dengan gaji paling fantastis di dunia saat ini. Kariernya berkembang luar biasa sejak bergabung dengan Leicester City pada 2014.
Setelah mencicipi gelar Premier League bersama Leicester dan meraih berbagai trofi bersama Manchester City, Mahrez melanjutkan petualangan ke Al Ahli.
Di usia 34 tahun, winger Aljazair itu mengantongi bayaran hampir Rp20 miliar per pekan. Catatan 33 gol dan 42 assist dari 98 pertandingan membuktikan kontribusinya sepadan dengan nilai kontrak yang diterimanya.
Sumber: Give Me Sport









