DUNIALIGA CHAMPIONSLIGA INGGRIS

Belanja Besar-besaran Pemain, Manchester City Alami Kerugian Perdana Sejak Masa Pandemi

14
×

Belanja Besar-besaran Pemain, Manchester City Alami Kerugian Perdana Sejak Masa Pandemi

Share this article

Manchester City Catat Kerugian Keuangan Musim 2024/25 Usai Belanja Besar Pemain, Pertama Sejak Pandemi Covid-19

Manchester City Catat Kerugian Keuangan Musim 2024/25 Usai Belanja Besar Pemain, Pertama Sejak Pandemi Covid-19
Manchester City Catat Kerugian Keuangan Musim 2024/25 Usai Belanja Besar Pemain, Pertama Sejak Pandemi Covid-19

Handicap.co.id, Jakarta – Manchester City mencatatkan kerugian finansial untuk pertama kalinya sejak era pandemi COVID-19. Dalam laporan keuangan musim 2024/25, klub asal Inggris itu membukukan rugi sebelum pajak hampir menyentuh angka 10 juta paun atau setara Rp223,9 miliar.

Hasil ini menjadi kerugian perdana Man City sejak musim 2019/20. Padahal, dari sisi pemasukan, klub masih berada di level elite. Total pendapatan tercatat mencapai 694,1 juta paun. Meski turun tipis dibandingkan musim sebelumnya yang mencapai rekor 715 juta paun, angka tersebut tetap menjadi pendapatan tertinggi ketiga sepanjang sejarah klub.

Namun, lonjakan pengeluaran membuat neraca keuangan berbalik negatif. Biaya operasional Man City meningkat menjadi 790 juta paun, naik sekitar 11 juta paun dibanding musim lalu. Kenaikan ini terutama dipicu oleh melonjaknya biaya eksternal lain yang bertambah hingga 15,4 juta paun.

Akibat kondisi tersebut, City menutup musim dengan kerugian operasional sebesar 93,3 juta paun.

Transfer Agresif Jadi Faktor Utama

Kerugian ini tak lepas dari kebijakan klub yang sangat aktif di bursa transfer. Penampilan tim pada musim sebelumnya mendorong manajemen untuk berinvestasi besar demi memperkuat skuad racikan Pep Guardiola.

Pada jendela transfer Januari 2025, Man City mendatangkan empat pemain baru, termasuk Omar Marmoush dan Nico Gonzalez. Aktivitas belanja berlanjut di bursa musim panas dengan perekrutan tujuh pemain tambahan, di antaranya Rayan Cherki dan Gianluigi Donnarumma.

Jika diakumulasikan, total dana yang dikeluarkan City untuk transfer pemain mencapai 352,9 juta paun. Angka ini melonjak jauh dibandingkan musim 2023/24 yang berada di kisaran 220 juta paun. Di sisi lain, pendapatan dari penjualan pemain justru menurun, dari sebelumnya 139 juta paun menjadi hanya 95 juta paun.

Baca Juga  Sikap Arab Saudi Terkait Rumor Penjualan Newcastle demi Akuisisi Barcelona

Pendapatan Lain Ikut Tergerus

Tak hanya dari transfer, beberapa sumber pemasukan lain juga mengalami penurunan. Pendapatan hari pertandingan turun sekitar 500 ribu paun menjadi 75,1 juta paun.

Penurunan ini disebabkan oleh jumlah laga Liga Champions yang lebih sedikit, serta pertandingan Liga Inggris dengan tensi persaingan yang lebih rendah pada fase akhir musim.

Pendapatan hak siar pun ikut terkoreksi. City mencatat penurunan sebesar 16,1 juta paun, sehingga totalnya menjadi 278,6 juta paun. Salah satu faktor penyebabnya adalah berkurangnya eksposur dari penyiar domestik Inggris. Meski begitu, keikutsertaan Man City di ajang Piala Dunia Antarklub 2025 dengan format baru sedikit membantu menahan laju penurunan pendapatan tersebut.

Ke depan, klub-klub Premier League, termasuk Manchester City, diperkirakan akan memperoleh suntikan finansial signifikan dari kesepakatan hak siar domestik baru senilai 6,7 miliar paun untuk periode empat tahun yang mulai berlaku pada musim 2025/26.

Musim yang Dianggap Krusial

Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menilai musim 2024/25 sebagai fase penting dalam perjalanan klub.

Ia menyebut bahwa periode ini kelak akan dikenang sebagai titik krusial dalam memperkuat fondasi City, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang.

Khaldoon juga mengakui bahwa hasil di atas lapangan belum sepenuhnya memenuhi target klub.

Menurutnya, kegagalan memenuhi ekspektasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola, terlebih di Premier League yang dikenal sebagai liga paling kompetitif di dunia.

Ia optimistis bahwa berbagai tantangan yang dihadapi dalam 12 bulan terakhir justru akan memberikan dampak positif ke depan, membuat klub semakin matang dan menjadikan kesuksesan di masa mendatang terasa lebih berarti.

Laporan keuangan ini sekaligus menegaskan dilema yang semakin nyata di sepak bola modern: keseimbangan antara ambisi membangun skuad bertabur bintang dan tuntutan menjaga stabilitas serta keberlanjutan finansial, di tengah biaya transfer dan gaji pemain yang terus meroket.

Baca Juga  Jadwal Siaran Premier League di SCTV Hari Ini, Sabtu 3 Januari 2026

Sumber: Inside World Football

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *