CIES Football Observatory

Kenan Yildiz Bersinar, Jadi Pemain U-22 Paling Berpengaruh di Eropa Menurut CIES

52
×

Kenan Yildiz Bersinar, Jadi Pemain U-22 Paling Berpengaruh di Eropa Menurut CIES

Share this article

Talenta muda Juventus asal Turki mencatat indeks performa tertinggi di antara pemain U-22 dari lima liga top Eropa versi CIES Football Observatory.

Kenan Yildiz
Kenan Yildiz

Handicap.co.id, Bandung – Juventus boleh saja dikenal sebagai klub dengan sejarah panjang dan tradisi kuat, namun pekan ini sorotan justru mengarah pada masa depan mereka. Nama Kenan Yildiz mencuat sebagai simbol regenerasi, setelah winger muda tersebut dinobatkan sebagai pemain U-22 paling menonjol di Eropa.

Berdasarkan laporan terbaru CIES Football Observatory, Kenan Yildiz menempati posisi teratas kategori T5 dengan indeks performa 1,23. Angka tersebut menunjukkan kontribusi Yildiz yang jauh melampaui rata-rata rekan setimnya, tidak hanya di Juventus, tetapi juga jika dibandingkan dengan pemain muda dari lima liga elite Eropa.

Penilaian ini dimuat dalam CIES Weekly Post edisi ke-530, yang secara khusus menganalisis performa pemain lapangan berusia di bawah 22 tahun di 65 liga di seluruh dunia. Metode yang digunakan mengandalkan data Impect, sebuah sistem pengukuran yang mencakup delapan parameter performa pertandingan.

Setiap pemain dinilai berdasarkan pengaruhnya terhadap tim, lalu dibandingkan secara langsung dengan rekan setim di klub masing-masing. Hasilnya, Yildiz muncul sebagai pemain muda dengan dampak paling signifikan.


Pemain Muda Menonjol di Tiap Liga

Meski Kenan Yildiz memimpin klasemen gabungan lima liga top, CIES juga menyoroti sejumlah nama potensial lain dari masing-masing kompetisi.

Di Premier League, posisi teratas ditempati Yankuba Minteh dari Brighton. Kehadirannya menegaskan peran klub-klub di luar enam besar Inggris dalam memberikan panggung ideal bagi talenta muda untuk berkembang secara konsisten.

Minimnya pemain U-22 yang menjadi starter reguler di klub elite Inggris membuat kontribusi Minteh di Brighton terlihat semakin krusial.

Sementara itu di La Liga, Lamine Yamal menjadi pemain muda paling berpengaruh. Winger Barcelona berusia 18 tahun tersebut sudah mampu menjadi pembeda di tengah skuad bertabur bintang, menguatkan reputasinya sebagai salah satu talenta generasi baru paling menjanjikan.

Baca Juga  Allianz Arena Kembali Mencalonkan Diri sebagai Tuan Rumah Final Liga Champions 2028

Di Ligue 1 Prancis, Malick Fofana dari Olympique Lyonnais mencuri perhatian sebagai pemain U-22 terbaik, sedangkan di Bundesliga Jerman, sorotan tertuju pada Luka Vuskovic. Bek tengah Hamburg yang berstatus pinjaman dari Tottenham Hotspur itu tampil impresif meski akan kembali ke klub induknya pada akhir musim.


Potensi Pintu Transfer Terbuka

Secara keseluruhan, CIES mencatat tiga rasio performa tertinggi ditempati oleh Joris Manquant (Swiss/Prancis), Kenan Yildiz, dan Wout Asselman (Belgia).

Menurut observatorium tersebut, profil pemain dengan dampak tinggi seperti ini sering kali menjadi pemicu kepindahan ke klub yang lebih besar dan prestisius. Tren ini menunjukkan bahwa generasi muda Eropa kini tidak hanya menjadi pelapis, tetapi sudah berperan sebagai motor utama performa tim.

Kesimpulannya, data ini menegaskan bahwa gelombang baru pemain muda Eropa telah hadir dan mulai menentukan arah klub-klub yang mereka bela.

Sumber: Inside World Football

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *