Handicap.co.id, Bandung – Miami, 25 Januari 2026 – Presiden CONCACAF, konfederasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa gajinya mencapai lebih dari Rp50 miliar per tahun. Fakta mengejutkan lainnya adalah waktu kerja presiden organisasi tersebut disebut hanya sekitar lima jam per minggu.
Menurut laporan media internasional, jumlah gaji yang fantastis ini dianggap jauh di atas standar bagi seorang eksekutif olahraga di tingkat internasional. Banyak pengamat mempertanyakan rasionalitas kompensasi ini, terutama mengingat jumlah jam kerja yang minim.
Respons Publik dan Media
Pengungkapan ini memicu beragam komentar di media sosial. Beberapa pihak menilai gaji tersebut terlalu tinggi, sementara yang lain menekankan bahwa posisi presiden CONCACAF memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur kompetisi regional, termasuk Gold Cup, Liga Champions CONCACAF, dan kegiatan pengembangan sepak bola di kawasan tersebut.
Tugas Presiden CONCACAF
Presiden CONCACAF bertanggung jawab atas:
- Pengelolaan liga dan turnamen regional
- Pengambilan keputusan strategi pengembangan sepak bola di kawasan
- Menjadi wakil organisasi di forum FIFA
- Hubungan dengan federasi nasional anggota
Meski tanggung jawabnya besar, sumber internal menyebut bahwa banyak pekerjaan operasional sehari-hari dijalankan oleh staf profesional, sehingga presiden dapat bekerja dengan jam yang relatif sedikit.
Dampak dan Kontroversi
Kasus gaji ini menimbulkan diskusi soal transparansi dan etika pengelolaan organisasi olahraga internasional. Beberapa pihak berharap CONCACAF melakukan evaluasi struktur manajemen agar publik dan stakeholder merasa puas dengan alokasi gaji yang ada.
Kesimpulan / Penutup
Gaji fantastis Presiden CONCACAF yang mencapai Rp50 miliar per tahun, ditambah jam kerja yang minim, menjadi sorotan global. Meskipun posisinya memiliki tanggung jawab besar, publik mempertanyakan kesesuaian kompensasi dan transparansi pengelolaan organisasi.









