Cristiano Ronaldo

Ronaldo Kembali Jadi Sorotan, Ini Deretan Bintang Sepak Bola yang Pernah Mogok Main dan Penyebabnya

49
×

Ronaldo Kembali Jadi Sorotan, Ini Deretan Bintang Sepak Bola yang Pernah Mogok Main dan Penyebabnya

Share this article

Dari Konflik Transfer hingga Masalah Pribadi, Aksi Boikot Pemain Top Bukan Hal Baru di Dunia Sepak Bola

Konflik Pemain dan Klub
Konflik Pemain dan Klub

Handicap.co.id, Bandung – Nama Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola. Kali ini bukan karena gol atau rekor, melainkan karena kabar bahwa ia menolak bermain saat Al Nassr menghadapi Al Riyadh pada lanjutan Saudi Pro League, Senin (1/2/2026).

Tanpa kehadiran sang kapten, Al Nassr tetap mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 lewat gol Sadio Mane, mantan penyerang Liverpool asal Senegal. Padahal, Ronaldo sejatinya sudah masuk dalam daftar pemain yang disiapkan pelatih Jorge Jesus untuk laga tersebut.

Keputusan mogok itu disebut-sebut dipicu rasa kecewa Ronaldo terhadap kebijakan manajemen klub di bursa transfer Januari. Ia menilai Al Nassr kurang agresif mendatangkan pemain baru, sementara para pesaing justru belanja besar-besaran demi memperkuat skuad mereka.

Kekecewaan Ronaldo tak hanya tertuju pada manajemen klub, tetapi juga pada Public Investment Fund (PIF), yang diketahui menjadi pemegang saham utama Al Nassr serta tiga rivalnya: Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli.

Situasi ini berpotensi membahayakan masa depan Ronaldo di Arab Saudi. Jika konflik tak segera diredam, bukan tak mungkin ia memilih angkat kaki, sebuah kerugian besar bagi Al Nassr, PIF, dan citra Saudi Pro League secara global. Kehadirannya selama ini memang menjadi magnet perhatian dunia, mengangkat pamor liga Timur Tengah ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meski sudah berusia 40 tahun, nama besar Ronaldo masih cukup kuat untuk menarik minat klub-klub elite Eropa atau bahkan mengikuti jejak Lionel Messi bermain di Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat.

Fenomena mogok bermain bukanlah hal baru dalam sepak bola. Sejumlah bintang dunia sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa dengan berbagai alasan. Mengutip laporan Give Me Sport, berikut lima kasus paling mencolok.

Baca Juga  Ronaldo Murka, Kepindahan Benzema Picu Gejolak di Saudi Pro League

Alexander Isak – Newcastle United ke Liverpool

Alexander Isak menjadi contoh mutakhir pemain yang menjauh dari klub demi memuluskan transfer. Penyerang Swedia itu disebut mengasingkan diri dari aktivitas Newcastle United demi mendorong kepindahan ke Liverpool menjelang musim 2025/2026.

Awalnya, Newcastle berupaya bertahan dan enggan melepas aset berharganya. Namun pada hari terakhir bursa transfer, Liverpool mengajukan tawaran fantastis senilai 130 juta poundsterling yang akhirnya sulit ditolak.

Sayangnya, sejauh ini justru Hugo Ekitike yang tampil impresif di Anfield, sementara Isak harus berjuang memulihkan cedera lutut serius. Penilaian terhadap keputusannya baru bisa dilakukan setelah ia kembali ke performa terbaiknya pada musim panas 2026.


Diego Costa – Chelsea ke Atletico Madrid

Diego Costa pernah menjadi sosok kunci kesuksesan Chelsea di Premier League pada era Jose Mourinho dan Antonio Conte. Namun hubungan Costa dan Conte memburuk karena perbedaan karakter.

Situasi memanas ketika Conte memberi tahu Costa lewat pesan singkat bahwa dirinya tak lagi masuk rencana tim. Costa pun memilih pulang ke Brasil dan menolak mengikuti latihan pramusim.

Akhirnya, ia kembali ke Atletico Madrid pada Januari 2018. Di sana, Costa kembali meraih gelar La Liga dan tetap dikenang sebagai figur ikonik oleh suporter Chelsea, meski sempat melontarkan komentar kontroversial soal beberapa pelatih setelahnya.


George Best – Manchester United

George Best dikenal sebagai salah satu legenda terbesar Manchester United, namun kariernya juga diwarnai masalah disiplin. Gaya hidup glamor dan kebiasaan mabuk membuat hubungannya dengan manajer Tommy Docherty memburuk.

Ia sempat dicoret dari tim setelah pesta minuman keras selama beberapa hari berturut-turut. Masalah alkohol membuat Best menjalani sisa kariernya di klub-klub kasta bawah di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.

Baca Juga  Cristiano Ronaldo Disebut Enggan Bermain, Situasi Internal Al-Nassr Memanas

Setelah meninggalkan Old Trafford pada 1974, ia tak pernah lagi bermain di level tertinggi Inggris.


Riyad Mahrez – Leicester City ke Manchester City

Mahrez pernah menjadi pilar utama Leicester City saat menjuarai Premier League secara mengejutkan. Pada 2017, ia meminta pindah ke Manchester City, namun dua kali ditolak.

Merasa frustasi, Mahrez sempat menolak mengikuti sesi latihan. Usahanya baru membuahkan hasil pada musim panas 2018 ketika City resmi merekrutnya.

Di Etihad Stadium, Mahrez berkembang pesat, mencetak puluhan gol dan assist, serta meraih berbagai trofi termasuk Liga Champions dan beberapa gelar Premier League.


Carlos Tevez – Manchester City

Kasus Carlos Tevez terbilang unik. Ia menolak masuk sebagai pemain pengganti dalam sebuah laga Manchester City pada musim 2011/2012. Klub langsung menjatuhkan sanksi dan meminggirkannya selama berbulan-bulan.

Tevez kemudian membela diri dengan menyebut insiden itu sebagai kesalahpahaman. Ia kembali bermain pada Maret dan langsung berkontribusi besar lewat gol-gol penting yang membantu City meraih gelar liga.

Insiden tersebut akhirnya terlupakan seiring kesuksesan tim di akhir musim.


Aksi mogok bermain kerap menjadi jalan pintas pemain untuk menyuarakan ketidakpuasan, baik soal transfer, konflik dengan pelatih, hingga masalah pribadi. Namun langkah ini selalu mengandung risiko besar terhadap reputasi dan masa depan karier mereka sendiri.

Sumber: Give Me Sport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *