Serie A

Donyell Malen Bersinar Kontra Napoli, Gasperini Menyesal Roma Tak Datangkannya Lebih Cepat

21
×

Donyell Malen Bersinar Kontra Napoli, Gasperini Menyesal Roma Tak Datangkannya Lebih Cepat

Share this article

Brace Malen tak cukup memberi kemenangan, tetapi performanya mempertegas Roma butuh striker komplet sejak awal musim

Donyell Malen Bersinar Melawan Napoli
Donyell Malen Bersinar Melawan Napoli

Handicap.co.id, Bandung – Pelatih Gian Piero Gasperini menilai AS Roma seharusnya bisa membawa pulang hasil lebih baik saat bermain imbang 2-2 melawan Napoli. Menurutnya, Roma berpotensi mengoleksi lebih banyak poin andaikan Donyell Malen sudah bergabung sejak paruh pertama musim.

Giallorossi datang ke laga ini dengan tekad memutus tren buruk di pertandingan besar. Mereka sempat unggul dua kali lewat gol Malen, yang kini mengoleksi lima gol dari empat penampilan awalnya di Serie A. Namun, Napoli mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan jarak jauh Leonardo Spinazzola yang berubah arah serta tendangan keras Alisson Santos dari tepi kotak penalti.

Meski gagal menang, Gasperini tak ragu melontarkan pujian kepada Malen. Kehadiran penyerang asal Belanda itu sejak bursa transfer Januari dinilai memberi dimensi baru bagi permainan Roma. Dalam laga ini, satu dari dua gol Malen tercipta berkat assist Bryan Zaragoza, yang menjalani starter perdananya bersama klub.

“Saya selalu yakin Malen punya karakter yang cocok dengan gaya bermain saya. Dia komplet: cepat menembak, cepat bergerak, dan mampu berkolaborasi dengan rekan setim,” kata Gasperini.
“Tim ini membutuhkan penyerang seperti dia, apalagi karena kami menempatkannya di area berbahaya.”

Gasperini menambahkan, Roma masih bisa berkembang karena Malen baru tampil lima kali bersama tim. Ia optimistis performa akan meningkat jika Paulo Dybala, Matías Soulé, dan Stephan El Shaarawy kembali ke kondisi terbaik.

Sorotan untuk Pemain Muda

Dalam laga tersebut, Roma tampil tanpa Dybala dan El Shaarawy, sementara beberapa pemain lain belum sepenuhnya bugar. Gasperini juga menyoroti peran pemain muda dalam laga besar yang penuh tekanan.

“Sering kali kami menutup pertandingan-pertandingan besar dengan pemain muda yang masih perlu tumbuh dari sisi pengalaman dan karakter,” ujarnya.
“Mereka memberi energi segar, tetapi di saat yang sama kami kehilangan jam terbang.”

Penalti Penting dan Kepercayaan pada Malen

Momen krusial datang ketika Roma mendapat penalti setelah Wesley dilanggar Amir Rrahmani. Meski bukan eksekutor utama, Malen maju sebagai algojo.

“Penalti itu sangat menentukan. Di latihan, saya melihat dia mengeksekusi bola mati dengan baik,” jelas Gasperini.
“Kiper seperti Sergej Milinković-Savić sering menggagalkan penalti, tapi Malen menendang dengan kuat dan presisi. Itu luar biasa.”

Hasil imbang ini membuat Napoli dan Roma berada di posisi tiga dan empat klasemen sementara, unggul atas Juventus, meski keduanya belum mencatat kemenangan di laga besar musim ini.

Baca Juga  Chivu Tetap Membumi Usai Inter Libas Sassuolo 5-0, Bidik Persiapan Maksimal Lawan Juventus

Roma Dinilai Lebih Kuat di Paruh Kedua

Gasperini menegaskan pendekatan positif Roma sudah terlihat sepanjang musim.

“Kami menjaga sikap positif sejak awal, itulah sebabnya kami berada di empat besar,” ucapnya.
“Jika Malen sudah ada sejak paruh pertama musim, mungkin kami punya beberapa poin tambahan. Namun, filosofi bermain kami tetap sama.”

Ia juga mengakui masih ada rasa kecewa dalam sejumlah laga besar.

“Kami selalu dekat dengan hasil positif melawan tim-tim papan atas dan sering terpeleset di momen terakhir,” katanya.
“Di paruh kedua musim, kami menahan AC Milan dan Napoli, tetapi tetap ada penyesalan karena kemenangan terasa begitu dekat.”

Sumber: Football Italia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *