Handicap.co.id, Medan – Penyerang andalan Real Madrid, Kylian Mbappe, meluapkan emosinya setelah pertandingan melawan Benfica. Ia menuding winger muda Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan tindakan rasis terhadap Vinicius Junior dan menyatakan sang pemain tidak pantas tampil lagi di ajang Liga Champions.
Pertandingan leg pertama babak playoff Liga Champions 2025/2026 yang digelar di kandang Benfica berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Real Madrid. Meski Los Blancos membawa pulang hasil positif, laga tersebut diwarnai insiden yang memicu kontroversi.
Dugaan Ujaran Rasis Saat Selebrasi
Keributan bermula ketika Vinicius Junior melakukan selebrasi usai mencetak gol. Dalam momen itu, Prestianni diduga melontarkan kata-kata bernada rasis kepada pemain asal Brasil tersebut.
Mbappe mengaku geram atas kejadian tersebut. Ia menyebut tindakan Prestianni sebagai sesuatu yang tidak bisa ditoleransi dalam dunia sepak bola.
“Prestianni seharusnya tidak lagi bermain di Liga Champions,” tegas Mbappe.
Mbappe Klaim Mendengar Langsung
Menurut Mbappe, komentar yang diarahkan kepada Vinicius berisi panggilan bernada penghinaan rasial. Ia bahkan mengklaim ucapan tersebut terdengar berulang kali selama insiden berlangsung.
“Saya melihat dan mendengar langsung apa yang terjadi. Itu bukan sesuatu yang bisa dibenarkan,” ujarnya.
Mbappe juga menyinggung sistem pengawasan pertandingan yang dimiliki UEFA, seraya berharap otoritas sepak bola Eropa itu mengambil tindakan tegas bila tudingan tersebut terbukti.
“UEFA punya teknologi dan kamera terbaik. Kita lihat saja hasil penyelidikannya nanti. Tindakan seperti itu tidak mencerminkan sikap seorang profesional,” tambahnya.
Soroti Sikap Tanpa Penyesalan
Tak hanya soal dugaan ucapan rasis, Mbappe juga menilai Prestianni tidak menunjukkan penyesalan setelah insiden tersebut terjadi.
“Ia memang masih muda, tapi itu bukan alasan untuk berkata seperti itu. Kami bukan orang yang tidak tahu apa-apa. Saya dan Vini mendengar dengan jelas,” kata Mbappe.
Meski demikian, Mbappe menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah dengan klub Benfica secara keseluruhan. Kritiknya ditujukan secara khusus kepada pemain yang bersangkutan.
UEFA Mulai Proses Investigasi
Wasit pertandingan, Francois Letexier, sempat menghentikan laga sementara dengan mengaktifkan protokol anti-rasisme menyusul situasi yang memanas di lapangan.
Pihak UEFA disebut akan melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan tindakan rasisme tersebut. Jika terbukti bersalah, bukan tidak mungkin sanksi berat akan dijatuhkan kepada pemain yang terlibat.

