Handicap.co.id, Sukabumi – Crystal Palace harus puas membawa pulang hasil imbang setelah ditahan oleh Zrinjski Mostar pada leg pertama play-off Conference League.
Meski menguasai lebih dari 70% jalannya pertandingan dan tampil dominan, Palace belum mampu mengamankan kemenangan di fase gugur kompetisi Eropa.
Harapan sempat muncul menjelang turun minum ketika Ismaila Sarr berhasil mencetak gol pembuka dua menit sebelum babak pertama berakhir.
Tuan Rumah Bangkit di Babak Kedua
Tim asuhan Oliver Glasner tampil percaya diri sejak awal dengan sejumlah pemain inti seperti Adam Wharton, Brennan Johnson, dan Jorgen Strand Larsen.
Palace bahkan nyaris mencetak gol lebih cepat saat peluang awal Sarr masih bisa diamankan kiper Goran Karacic.
Gol tambahan sempat tercipta di menit ke-12, namun dianulir karena posisi offside Chris Richards saat memberikan umpan.
Di sisi lain, Zrinjski sesekali memberikan ancaman. Salah satunya melalui peluang Antonio Ivancic menjelang akhir babak pertama.
Akhirnya Palace benar-benar unggul pada menit ke-43 setelah sentuhan cerdas Strand Larsen memberi ruang bagi Sarr untuk mencetak gol.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Sepuluh menit setelah babak kedua dimulai, kesalahan umpan dari Wharton dimanfaatkan oleh tuan rumah.
Melalui kerja sama dengan Leo Mikic, bola sampai kepada Karlo Abramovic yang melepaskan tembakan keras ke sudut gawang melewati Dean Henderson.
Peluang Terbuang
Wharton hampir menebus kesalahannya melalui tembakan jarak jauh yang membentur mistar.
Sementara itu, Richards juga menyia-nyiakan peluang emas dari situasi sepak pojok.
Palace sempat berada dalam tekanan di akhir laga ketika dugaan handball oleh Daniel Munoz diperiksa VAR, tetapi keputusan akhir tidak merugikan tim tamu.
Skor imbang pun bertahan hingga akhir pertandingan, membuat kedua tim masih memiliki peluang sama besar saat leg kedua di Selhurst Park.
Analisis: Dominasi Tanpa Hasil
Musim ini menjadi periode sulit bagi Palace.
Setelah sempat meraih sukses besar dengan mengalahkan Manchester City di final Piala FA tahun lalu, performa mereka justru mengalami penurunan.
Sejak terakhir tampil di Conference League pada Desember, posisi Palace di Premier League merosot dari papan atas ke peringkat ke-13.
Mereka juga tersingkir dari Piala Liga dan harus menerima kenyataan pahit saat perjalanan di Piala FA dihentikan oleh Macclesfield.
Kepergian kapten Marc Guehi serta rencana hengkangnya Glasner di akhir musim semakin menambah tekanan di Selhurst Park.
Tantangan Berikutnya
Perjalanan ke Bosnia diharapkan menjadi pelipur lara dari performa domestik yang mengecewakan, tetapi justru kembali menunjukkan masalah lama: kurangnya kreativitas di lini depan.
Palace masih difavoritkan untuk menang di kandang sendiri pada leg kedua. Namun, dengan hanya satu kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir, mereka harus segera bangkit jika ingin menjaga harapan tampil di final Conference League di Red Bull Arena pada 27 Mei.










