Handicap.co.id, Bandung – Dalam dunia sepak bola, perjalanan karier seorang pemain sering kali ditentukan oleh nasib dan momen. Ada pemain yang hidupnya dipenuhi gelar, seperti Lionel Messi dan Zinedine Zidane, yang berjaya di level klub sekaligus mencapai puncak dunia bersama tim nasional.
Di sisi lain, ada sosok seperti Cristiano Ronaldo. Karier klubnya gemilang, tetapi hingga kini belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Situasi serupa juga dialami nama-nama besar seperti Johan Cruyff, Zico, dan Paolo Maldini.
Namun ada kisah yang lebih unik: pemain-pemain yang justru tidak pernah meraih gelar di level klub, tetapi mampu mengangkat Piala Dunia bersama negaranya. Mereka mungkin terlupakan, namun namanya tercatat abadi dalam sejarah turnamen terbesar sepak bola.
Berikut lima pemain yang merasakan kejayaan Piala Dunia meski karier klubnya minim prestasi:
1. Jimmy Armfield – Setia Tanpa Hadiah Trofi
Jimmy Armfield dikenal sebagai ikon Inggris yang mengabdikan hampir seluruh kariernya untuk Blackpool dengan lebih dari 600 penampilan selama 17 tahun. Sayangnya, ia datang ke klub itu setahun setelah Blackpool meraih satu-satunya trofi besar mereka, Piala FA 1953.
Dalam skuad Inggris juara dunia 1966, Armfield hanya berperan sebagai cadangan dan tidak tampil di lapangan. Ia nyaris mencetak sejarah lain ketika melatih Leeds United ke final Piala Eropa 1975. Namun kekalahan kontroversial dari Bayern Munchen membuatnya gagal menambah koleksi trofi besar dalam hidupnya.
2. Uwe Bein – Pengatur Serangan yang Kurang Beruntung
Di balik ketenaran Rudi Völler, Jürgen Klinsmann, dan Lothar Matthäus, Uwe Bein menjadi sosok yang jarang disorot. Meski demikian, ia tampil sebagai starter dalam empat pertandingan Jerman Barat di Piala Dunia 1990.
Ironisnya, karier klubnya bersama Köln, Hamburg, dan Eintracht Frankfurt tidak berbuah gelar. Padahal, ia empat kali masuk Tim Terbaik Bundesliga dan tiga kali menjadi raja assist. Prestasi individu tak selalu sejalan dengan keberhasilan tim.
3. Simone Barone – Pelapis yang Ikut Merayakan
Nama Simone Barone jarang disebut saat membahas Italia juara dunia 2006. Ia bukan pemain utama, tetapi perannya tetap penting sebagai pengganti Mauro Camoranesi di fase awal turnamen.
Karier klub Barone berlangsung biasa saja. Ia berkelana dari Chievo, Parma, Palermo, Torino hingga Cagliari tanpa pernah benar-benar bersaing dalam perburuan gelar. Namun satu medali emas Piala Dunia sudah cukup menjadikannya bagian sejarah.
4. Christoph Kramer – Final yang Tak Sepenuhnya Diingat
Christoph Kramer mengalami pengalaman unik di final Piala Dunia 2014. Ia diturunkan sebagai starter karena Sami Khedira cedera saat pemanasan. Benturan keras dengan Ezequiel Garay membuatnya kehilangan ingatan sebagian pertandingan, hingga akhirnya ditarik keluar.
Di level klub, Kramer menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Borussia Monchengladbach, yang belum mengangkat trofi besar sejak 1995. Meski demikian, ia tetap tercatat sebagai juara dunia bersama Jerman.
5. Ron-Robert Zieler – Medali Tanpa Menit Bermain
Sebagai kiper ketiga Jerman di Piala Dunia 2014, Ron-Robert Zieler tak sekalipun tampil. Ia hanya menyaksikan dari bangku cadangan, kalah bersaing dengan Manuel Neuer.
Karier klubnya banyak dihabiskan bersama Hannover dan Stuttgart, dengan singgah singkat di Manchester United dan Leicester City tanpa kontribusi signifikan. Walau demikian, medali juara dunia tetap menjadi bagian dari hidupnya, bukti bahwa keberhasilan tim tidak selalu identik dengan sorotan individu.
Takdir di Lapangan Hijau
Kisah lima pemain ini menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya tentang jumlah trofi di lemari. Ada yang menjadi legenda karena konsistensi, ada pula yang dikenang karena satu momen besar. Dalam olahraga ini, nasib bisa mengangkat siapa saja ke puncak dunia—bahkan mereka yang tak pernah merasakan gelar di klub.



