AJAX AMSTERDAM

Analisis Karier Maarten Paes di Ajax: Paruh Kedua Musim 2025/2026 yang Menentukan

118
×

Analisis Karier Maarten Paes di Ajax: Paruh Kedua Musim 2025/2026 yang Menentukan

Share this article

Kesempatan emas datang lewat situasi tak terduga, Maarten Paes kini berada di persimpangan penting kariernya bersama raksasa Belanda

Maarten Paes,
Maarten Paes,

Handicap.co.id, Bandung – Kepindahan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam pada bursa transfer Januari 2026 menjadi langkah besar dalam perjalanan kariernya. Kiper berusia 27 tahun itu direkrut dari klub MLS, FC Dallas, sekaligus menandai kembalinya ia ke sepak bola Eropa.

Bergabung dengan Ajax jelas bukan keputusan kecil. Klub berjuluk De Godenzonen dikenal sebagai salah satu institusi paling bersejarah di Belanda, dengan standar tinggi untuk setiap pemain yang mengenakan seragam mereka. Namun, sejak awal muncul tanda tanya besar: apakah Paes akan mendapatkan menit bermain reguler?

Pasalnya, Ajax sudah memiliki dua nama di posisi penjaga gawang. Pertama adalah Vitezslav Jaros, kiper muda yang dipinjam dari Liverpool. Selain itu, masih ada sosok senior Remko Pasveer, yang reputasi dan pengalamannya sudah teruji di Eredivisie.


Takdir Membuka Jalan

Situasi berubah cepat setelah Paes tiba di Amsterdam. Ajax memutuskan melepas Pasveer ke Heracles Almelo, yang juga tampil di Eredivisie musim 2025/2026. Tak lama kemudian, kabar buruk datang dari Jaros yang mengalami cedera ACL dan harus menepi hingga akhir musim.

Kondisi tersebut otomatis mengangkat Paes sebagai pilihan utama di bawah mistar. Saat ini, Ajax praktis hanya memiliki Paes sebagai kiper senior yang siap dimainkan secara konsisten. Sebuah peluang besar yang datang bukan dari rencana, melainkan dari keadaan.


Paruh Musim yang Menentukan

Kesempatan itu mulai dimanfaatkan Paes saat menjalani debut sebagai starter melawan NEC Nijmegen di Johan Cruyff ArenA, Minggu (22/2/2026). Dalam laga tersebut, ia tampil solid dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan.

Meski demikian, performa apiknya belum berbuah kemenangan. Ajax harus puas berbagi angka dengan skor 1-1. Hasil itu menegaskan bahwa Paes masih membutuhkan konsistensi, bukan hanya satu pertandingan bagus.

Baca Juga  Kembali ke Amsterdam, Jordi Cruyff bawa DNA Total Football Ajax sekaligus lanjutkan peran penting di Timnas Indonesia.

Paruh kedua musim 2025/2026 menjadi fase krusial bagi Paes. Jika mampu menjaga performa stabil hingga akhir kompetisi, bukan tidak mungkin manajemen Ajax akan mempercayainya sebagai kiper utama untuk musim berikutnya. Bahkan, peluang klub untuk tidak merekrut penjaga gawang baru akan semakin besar jika Paes mampu menjawab tantangan ini dengan baik.

Bagi Maarten Paes, inilah momen pembuktian: apakah ia sekadar solusi darurat, atau justru sosok baru yang akan menjadi andalan Ajax dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *