Joan Laporta

Joan Laporta Menangi Gugatan, Hakim Tolak Tuduhan Pencucian Uang

131
×

Joan Laporta Menangi Gugatan, Hakim Tolak Tuduhan Pencucian Uang

Share this article

Hakim Tolak Gugatan karena Masalah Yurisdiksi, Situasi Politik Internal Barcelona Kian Memanas

Joan Laporta Menangi Gugatan, Hakim Tolak Tuduhan Pencucian Uang
Joan Laporta Menangi Gugatan, Hakim Tolak Tuduhan Pencucian Uang

Handicap.co.id, Medan – Kabar baik datang untuk Presiden FC Barcelona, Joan Laporta. Hakim secara resmi menolak tuduhan pencucian uang yang sempat dialamatkan kepadanya.

Putusan tersebut muncul di tengah dinamika politik internal klub yang sedang memanas. Laporta saat ini tengah mengincar periode keempat kepemimpinannya di Camp Nou. Gugatan terhadapnya diajukan oleh salah satu anggota klub sekitar sepekan lalu, memicu polemik baru di tubuh Barcelona.

Sementara itu, rival politiknya, Víctor Font, menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam pelaporan tersebut dan bahkan meminta agar laporan itu dicabut. Laporta pun merespons tuduhan tersebut dengan keras, menyebutnya sebagai langkah yang tidak berani dan sarat kepentingan tertentu.


Hakim Tolak Dakwaan karena Faktor Yurisdiksi

Perkara ini diputuskan oleh Hakim Santiago Pedraz. Ia menolak dakwaan tersebut bukan karena substansi tuduhan, melainkan karena persoalan kewenangan wilayah hukum.

Dalam laporan itu, sejumlah anggota dewan direksi senior juga ikut terseret. Tuduhan berkaitan dengan dugaan aktivitas bisnis yang disebut-sebut berlangsung di Siprus dan Dubai. Namun, pengadilan nasional hanya berwenang menangani perkara pencucian uang yang terjadi di luar negeri secara penuh.

Karena sebagian aktivitas yang dipermasalahkan juga berlangsung di wilayah Catalonia, hakim menyatakan kasus tersebut berada di luar cakupan kewenangan pengadilan pusat. Atas dasar itulah, gugatan dinyatakan tidak dapat diterima.


Lima Kebijakan Finansial Jadi Sorotan

Penggugat yang diketahui bernama Isidro Navarro mengajukan keberatan terhadap lima keputusan finansial besar di era kepemimpinan Laporta.

Salah satu yang dipersoalkan adalah komisi dalam kontrak kerja sama dengan Nike yang disebut bernilai hingga 50 juta euro. Selain itu, kesepakatan penyewaan kursi VIP untuk jangka waktu 30 tahun turut menjadi perhatian.

Baca Juga  Jadwal Pertandingan Ke-7 League Phase Liga Champions Musim Ini, Kamis 22 Januari 2026

Kerja sama telekomunikasi di Camp Nou dengan pihak NEVG juga dipertanyakan, begitu pula dengan penjualan aset digital Barca Vision. Tak ketinggalan, proyek renovasi stadion yang melibatkan perusahaan konstruksi asal Turki, Limak Holding, ikut masuk dalam daftar yang disorot.

Menurut penggugat, rangkaian kesepakatan bernilai besar tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut.


Potensi Babak Baru di Pengadilan Lokal

Meski gugatan telah ditolak, polemik hukum ini belum sepenuhnya usai. Penggugat masih memiliki opsi untuk mengajukan kembali perkara tersebut melalui pengadilan regional.

Jika langkah itu diambil, proses hukum akan beralih ke ranah pengadilan lokal di Barcelona. Hingga kini, Navarro dikabarkan masih mempertimbangkan langkah berikutnya dan belum memutuskan apakah akan melanjutkan perkara tersebut.

Situasi ini diperkirakan akan terus memengaruhi dinamika internal klub. Dengan pemilihan Presiden Barcelona yang semakin dekat, tensi politik di tubuh klub raksasa Catalonia itu diyakini akan semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *