Handicap.co.id, Medan – Genoa meraih kemenangan krusial saat menjamu AS Roma dalam lanjutan Serie A 2025/2026 pekan ke-28. Bermain di kandang sendiri, tim asuhan Daniele De Rossi sukses menundukkan mantan klubnya dengan skor 2-1.
Bagi De Rossi, laga ini memiliki nuansa emosional. Mantan kapten dan legenda Roma itu kini harus menghadapi tim yang dulu membesarkan namanya, tetapi dari sisi bangku pelatih Genoa.
Pertandingan Ketat, Genoa Lebih Efektif
Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim memiliki sejumlah peluang, namun Genoa lebih tajam dalam memanfaatkan momen penting.
Pada babak kedua, Junior Messias membawa Genoa unggul pada menit ke-52 lewat tendangan penalti yang sukses mengecoh kiper Roma. Roma tidak tinggal diam; hanya tiga menit kemudian, Evan N’Dicka berhasil menyamakan skor melalui sundulan hasil bola muntah dari situasi sepak pojok. Gol tersebut membuat N’Dicka mencatatkan tiga gol beruntun di Serie A.
Namun pada menit ke-80, Genoa kembali memimpin. Vitinha menuntaskan serangan cepat dengan tembakan jarak dekat setelah menerima umpan matang di dalam kotak penalti.
Roma Kehilangan Momentum dalam Perebutan Empat Besar
AS Roma sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Salah satu kesempatan terbaik hadir dari Donyell Malen pada menit-menit akhir, namun tembakannya hanya melenceng tipis dari gawang Genoa.
Di sisi lain, kiper Roma Mile Svilar beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk situasi satu lawan satu menghadapi Ruslan Malinovskyi.
Kekalahan ini membuat Roma tetap di posisi kelima klasemen dengan 51 poin, dan persaingan mereka menuju zona Liga Champions semakin sulit. Sementara itu, Genoa naik ke posisi ke-13 dengan 30 poin, unggul enam angka dari Cremonese yang berada di zona degradasi.
Kemenangan Genoa tidak hanya memberikan tambahan poin penting, tetapi juga menimbulkan tekanan emosional bagi De Rossi yang menghadapi mantan klubnya dalam laga penuh tensi.
Sumber: Football Italia











