LIGA PRANCIS

Aksi Fair Play Unik! Kiper Nantes Diduga Sengaja Hentikan Laga demi Rekan Setim Berbuka Puasa

47
×

Aksi Fair Play Unik! Kiper Nantes Diduga Sengaja Hentikan Laga demi Rekan Setim Berbuka Puasa

Share this article

Di tengah ketatnya aturan sepak bola Prancis, solidaritas tim Nantes justru mencuri perhatian.

Aksi Fair Play Unik! Kiper Nantes Diduga Sengaja Hentikan Laga demi Rekan Setim Berbuka Puasa
Aksi Fair Play Unik! Kiper Nantes Diduga Sengaja Hentikan Laga demi Rekan Setim Berbuka Puasa

Handicap.co.id, Medan – Klub Ligue 1, Nantes, menjadi sorotan publik sepak bola Prancis setelah pertandingan melawan Le Havre pada Minggu (22/2/2026). Dalam laga yang dimenangi Nantes dengan skor 2-0 tersebut, kiper Anthony Lopes disebut-sebut sengaja menciptakan jeda permainan agar rekan-rekannya yang menjalankan ibadah puasa Ramadan dapat berbuka.

Di tengah jalannya pertandingan, momen tak biasa terjadi ketika bola keluar lapangan untuk lemparan ke dalam di area garis tengah. Tanpa adanya benturan dengan pemain lawan, Lopes tiba-tiba terjatuh dan tampak mengalami masalah fisik.

Sesuai peraturan, pemain selain penjaga gawang yang mendapat perawatan medis harus meninggalkan lapangan agar pertandingan tetap berlangsung. Namun ketentuan tersebut tidak berlaku bagi kiper. Situasi ini diduga dimanfaatkan untuk menciptakan waktu jeda.

Ketika Lopes menerima penanganan medis karena dugaan cedera hamstring, beberapa pemain Nantes yang diketahui beragama Islam terlihat bergegas menuju pinggir lapangan. Tayangan televisi memperlihatkan mereka mengonsumsi makanan dan minuman setelah matahari terbenam sebagai tanda berbuka puasa.

Setelah beberapa saat, Lopes bangkit perlahan sebelum pertandingan kembali dilanjutkan, seakan memastikan rekan-rekannya memiliki waktu yang cukup.


Regulasi Ketat di Sepak Bola Prancis

Tidak seperti sejumlah kompetisi elite Eropa lainnya, federasi sepak bola Prancis tidak memperbolehkan penghentian pertandingan dengan alasan keagamaan, termasuk untuk keperluan berbuka puasa selama Ramadan.

Kebijakan ini berkaitan dengan prinsip sekularisme atau laïcité yang dianut Prancis, di mana ekspresi keagamaan di ruang publik diatur secara ketat.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak liga mengenai insiden tersebut. Namun peristiwa itu memicu perdebatan luas di media sosial. Sebagian pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian tim, sementara lainnya menganggapnya sebagai celah pemanfaatan aturan.

Baca Juga  Aubameyang Bersinar, Marseille Taklukkan Lyon 3-2 di Velodrome

Perbandingan dengan Liga Lain di Eropa

Pendekatan yang diterapkan di Prancis berbeda dengan beberapa liga besar lainnya. Pada 2021, Premier League mengizinkan adanya penghentian singkat saat matahari terbenam agar pemain Muslim dapat berbuka puasa.

Kebijakan serupa kemudian diadopsi Bundesliga pada 2022. Bahkan sejumlah klub menyesuaikan jadwal latihan selama Ramadan guna menjaga kebugaran pemain.

Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, pernah menggeser jadwal latihan menjadi pagi hari untuk mendukung pemain yang menjalankan ibadah puasa. Sadio Mane, yang saat itu memperkuat The Reds, juga mengakui bahwa menjalani Ramadan di tengah padatnya jadwal kompetisi merupakan tantangan tersendiri.

“Bermain dan berlatih saat Ramadan memang tidak mudah. Namun klub memberikan dukungan, termasuk dalam pengaturan jadwal dan asupan nutrisi,” ungkap Mane dalam sebuah wawancara pada 2022.

Sumber: Daily Mail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *