DUNIALIGA INGGRISRuben Amorim

Catatan Kemenangan Jadi Bukti, Ruben Amorim Tercatat sebagai Manajer Terburuk MU Usai Era Sir Alex

17
×

Catatan Kemenangan Jadi Bukti, Ruben Amorim Tercatat sebagai Manajer Terburuk MU Usai Era Sir Alex

Share this article

Ruben Amorim

Ruben Amorim
Ruben Amorim

Handicap.co.id, Jakarta – Kiprah Ruben Amorim bersama Manchester United berakhir dengan catatan yang kurang menggembirakan. Pelatih asal Portugal itu tercatat sebagai manajer dengan persentase kemenangan paling rendah sejak era kepemimpinan Sir Alex Ferguson berakhir. Statistik tersebut menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengannya.

Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Untuk sementara waktu, kursi pelatih kepala Setan Merah akan diisi oleh Darren Fletcher yang dijadwalkan memimpin tim saat menghadapi Burnley pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.

Melalui pernyataan resmi di laman klub, Manchester United menyampaikan bahwa Amorim mulai menangani tim sejak November 2024 dan sempat membawa MU melangkah hingga partai puncak Liga Europa UEFA di Bilbao pada Mei lalu.

“Dengan posisi Manchester United saat ini berada di peringkat keenam klasemen Premier League, manajemen klub dengan penuh pertimbangan memutuskan bahwa perubahan diperlukan pada momen ini,” tulis pernyataan tersebut.

Sebelum pemecatan terjadi, masa depan Amorim sebenarnya sudah lama diselimuti tanda tanya. Pelatih berusia 40 tahun itu terus mendapat sorotan tajam dari para pendukung serta tekanan internal akibat performa tim yang dinilai tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Kondisi semakin memanas usai laga imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1/2026) malam WIB. Dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, Amorim secara terbuka meluapkan kekecewaannya dan melontarkan kritik keras kepada jajaran petinggi klub.

Ia mempertanyakan status jabatannya, menegaskan keinginannya untuk disebut sebagai manajer, bukan sekadar pelatih kepala. Amorim juga menyindir Direktur Olahraga MU, Jason Wilcox, terkait kegagalan klub merekrut winger Bournemouth, Antoine Semenyo, pada bursa transfer Januari 2026.

Baca Juga  Transfer Liam Rosenior ke Chelsea: Potret Kerasnya Sepak Bola di Era Kepemilikan Multi-Klub

Pernyataan tersebut dianggap melampaui batas dan memicu reaksi keras dari manajemen klub. Tak lama berselang, Manchester United pun mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Amorim dari posisinya.

Di luar konflik internal, faktor lain yang turut memberatkan posisi Amorim adalah performa statistiknya. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada Mei 2013, Manchester United telah menunjuk enam manajer permanen, yakni David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Erik ten Hag, dan Ruben Amorim.

Selain itu, MU juga sempat ditangani sejumlah pelatih interim seperti Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, dan Ruud van Nistelrooy.

Namun jika difokuskan pada manajer permanen, catatan kemenangan Amorim menjadi yang paling rendah. Berdasarkan data dari Squawka, persentase kemenangan Amorim selama menangani Manchester United hanya mencapai 36,92 persen.

Angka tersebut tertinggal jauh dibanding para pendahulunya. Louis van Gaal mencatatkan win rate sebesar 52,43 persen, David Moyes 52,94 persen, Ole Gunnar Solskjaer 54,17 persen, Erik ten Hag 54,69 persen, sementara Jose Mourinho menjadi yang tertinggi dengan 58,33 persen.

Sumber: Manchester United, Squawka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *