LIGA CHAMPIONS

Chiellini Angkat Bicara usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions: Soroti Kartu Merah Kelly dan Tetap Bangga pada Tim

48
×

Chiellini Angkat Bicara usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions: Soroti Kartu Merah Kelly dan Tetap Bangga pada Tim

Share this article

Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, menilai perjuangan tim tetap patut diapresiasi meski tersingkir secara dramatis dari Liga Champions oleh Galatasaray

Giorgio Chiellini, Mempertanyakan Kartu Merah Lloyd Kelly
Giorgio Chiellini, Mempertanyakan Kartu Merah Lloyd Kelly

Handicap.co.id, Bandung – Kegagalan melaju ke babak 16 besar Liga Champions menjadi pil pahit bagi Juventus. Bermain dengan determinasi tinggi di leg kedua, Bianconeri tetap harus mengakui keunggulan Galatasaray yang memastikan tiket fase gugur.

Laga yang digelar di Turin berlangsung dalam tensi tinggi. Juventus datang dengan beban berat setelah kekalahan telak pada pertemuan pertama di Istanbul. Situasi makin rumit karena mereka kembali harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua.

Meski berada dalam tekanan, Juventus tampil agresif berkat dukungan penuh suporter. Atmosfer stadion memberi suntikan energi agar tim terus berusaha mengejar ketertinggalan, meskipun peluangnya terbilang tipis.

Upaya kebangkitan akhirnya pupus setelah dua gol di masa tambahan waktu memadamkan asa comeback. Usai pertandingan, Giorgio Chiellini tampil di hadapan media menggantikan Luciano Spalletti.


Chiellini Gantikan Spalletti di Hadapan Media

Keputusan klub menugaskan Chiellini untuk berbicara kepada wartawan disebut sebagai langkah manajemen dalam momen sulit. Ia menilai kondisi ruang ganti sangat lelah secara fisik dan mental, namun tetap menyimpan kebanggaan atas performa tim.

“Dalam situasi seperti ini, wajar jika direktur yang berbicara. Kami kecewa dengan hasilnya, tetapi cara tim bermain patut dihargai,” ujar Chiellini.

Ia juga menyoroti sikap suporter yang tetap memberikan aplaus di akhir laga sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras pemain.

Menurutnya, pertandingan ini harus menjadi titik awal kebangkitan jelang fase akhir musim. Chiellini turut membela pelatih dengan menegaskan bahwa sejak Spalletti menangani tim, performa Juventus relatif stabil meski beberapa insiden di lapangan tidak berpihak.


Kontroversi Kartu Merah Lloyd Kelly

Sorotan besar tertuju pada kartu merah yang diterima Lloyd Kelly pada menit ke-48. Awalnya hanya berbuah kartu kuning, keputusan tersebut berubah menjadi kartu merah langsung setelah tinjauan VAR, meski terlihat tidak ada unsur kesengajaan.

Baca Juga  De Zerbi Resmi Berpisah dari Marseille, Inikah Pelatih Masa Depan Man United?

Situasi ini mengingatkan publik pada kontroversi kartu merah Pierre Kalulu dalam duel kontra Inter Milan di Serie A, yang sebelumnya juga dikomentari Chiellini.

Dengan nada singkat, ia menyampaikan, “Saya hanya bisa bilang, untung bukan saya yang berada di posisi itu.”

Walau bermain dengan 10 orang lebih dari satu jam, Juventus mampu menyamakan agregat lewat gol Federico Gatti dan Weston McKennie setelah penalti Manuel Locatelli.

Namun keunggulan jumlah pemain dimaksimalkan Galatasaray melalui gol telat Victor Osimhen dan Baris Alper Yilmaz.


Tetap Percaya pada Proses

Chiellini meminta semua pihak tidak kehilangan kepercayaan pada tim. Ia mengakui Juventus sedang melewati periode sulit, namun laga ini menunjukkan karakter mereka belum hilang.

“Kami harus tetap percaya pada pemain dan pelatih. Proses sedang berjalan, dan itu berarti kadang hasilnya tidak ideal meski permainannya baik,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa masih banyak target yang bisa dikejar hingga akhir musim dengan sisa pertandingan yang cukup banyak.


Fokus Beralih ke Serie A

Meski tersingkir dari Liga Champions, Chiellini menilai perjalanan Juventus di fase sebelumnya tidak sepenuhnya buruk. Ia mengingatkan kemenangan penting atas Benfica serta kemenangan tandang di markas Bodo/Glimt, yang dikenal sulit ditaklukkan.

“Kami juga menang melawan Benfica, tim yang bahkan mampu merepotkan Real Madrid. Itu menunjukkan kualitas kami,” ungkapnya.

Namun ia mengakui Juventus seharusnya bisa melangkah lebih jauh jika tampil lebih fokus di beberapa momen krusial. Kini, perhatian penuh diarahkan ke kompetisi domestik dan duel melawan AS Roma akhir pekan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *