handicap.co.id,jakarta – Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan menjelang agenda internasional FIFA Series 2026. Pelatih anyar Garuda, John Herdman, secara resmi merilis daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih dalam rangkaian pertandingan uji coba internasional tersebut. Namun, pengumuman ini justru memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola nasional karena sejumlah pemain yang selama ini menjadi langganan Timnas Indonesia justru tidak masuk dalam daftar.
Beberapa nama yang selama ini kerap menjadi tulang punggung tim bahkan tampil konsisten di kompetisi domestik maupun luar negeri. Absennya mereka memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari alasan taktis, kondisi kebugaran, hingga strategi regenerasi yang tengah dilakukan pelatih baru.
Berikut tujuh pemain langganan Timnas Indonesia yang tidak dipanggil oleh Herdman untuk agenda FIFA Series 2026.
1. Rachmat Irianto
Nama pertama yang cukup mengejutkan adalah Rachmat Irianto. Pemain serba bisa yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah ini sebelumnya menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia dalam berbagai turnamen internasional.
Rachmat dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang baik serta disiplin tinggi dalam menjaga keseimbangan lini tengah. Bahkan dalam beberapa pertandingan penting, ia sering dipercaya sebagai pemimpin di lapangan.
Namun dalam daftar terbaru, namanya tidak tercantum. Banyak analis menilai absennya Rachmat kemungkinan disebabkan oleh kebutuhan pelatih untuk mencoba opsi baru di sektor gelandang bertahan.
2. Marc Klok
Gelandang naturalisasi yang selama ini menjadi motor permainan di lini tengah Timnas Indonesia juga tidak masuk dalam daftar skuad terbaru. Marc Klok dikenal sebagai pemain yang memiliki visi permainan tajam serta kemampuan distribusi bola yang baik.
Selama beberapa tahun terakhir, Klok menjadi pemain yang hampir selalu dipanggil ketika Timnas menjalani pertandingan penting, termasuk di ajang regional Asia Tenggara dan kualifikasi internasional.
Tidak dipanggilnya Klok memunculkan dugaan bahwa Herdman ingin memberikan kesempatan kepada gelandang yang lebih muda untuk berkembang di level internasional.
3. Dimas Drajad
Penyerang milik klub Persikabo 1973 ini juga menjadi salah satu nama yang absen dari daftar panggilan. Dimas dikenal sebagai striker pekerja keras yang memiliki mobilitas tinggi di lini depan.
Dalam beberapa turnamen sebelumnya, Dimas sering menjadi pilihan alternatif untuk menambah daya gedor Timnas Indonesia. Ia juga beberapa kali mencetak gol penting bagi Garuda.
Meski demikian, persaingan di lini depan Timnas Indonesia kini semakin ketat dengan munculnya sejumlah striker muda yang tengah bersinar di kompetisi domestik.
4. Rizky Ridho
Bek tengah yang saat ini bermain untuk Persija Jakarta ini sebelumnya hampir selalu menjadi pilihan utama di lini pertahanan Timnas Indonesia.
Rizky Ridho dikenal memiliki kemampuan duel udara yang kuat serta ketenangan dalam mengawal lini belakang. Ia bahkan beberapa kali dipercaya menjadi kapten tim dalam pertandingan internasional.
Absennya Ridho dari skuad FIFA Series 2026 memunculkan pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola nasional. Banyak yang menilai keputusan ini merupakan bagian dari eksperimen taktik yang dilakukan pelatih baru.
5. Saddil Ramdani
Winger lincah yang bermain di Malaysia bersama Sabah FC juga tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil.
Saddil dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan tinggi serta kemampuan dribel yang mampu merepotkan lini pertahanan lawan. Dalam beberapa laga internasional, ia kerap menjadi pembeda lewat akselerasi dari sisi sayap.
Ketidakhadirannya di FIFA Series kali ini diduga karena pelatih ingin mencoba kombinasi baru di sektor sayap.
6. Edo Febriansah
Bek kiri yang tampil konsisten di kompetisi domestik ini juga termasuk pemain yang cukup sering dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.
Edo dikenal sebagai pemain dengan stamina kuat yang rajin membantu serangan dari sisi kiri lapangan. Selain itu, umpan silang yang akurat menjadi salah satu senjata utamanya.
Namun dalam daftar pemain terbaru, posisi bek kiri tampaknya diisi oleh opsi lain yang dinilai lebih sesuai dengan skema permainan yang ingin diterapkan Herdman.
7. Yakob Sayuri
Nama terakhir yang tidak dipanggil adalah Yakob Sayuri. Pemain yang sebelumnya bersinar bersama PSM Makassar ini dikenal memiliki kecepatan serta kemampuan menyerang yang agresif.
Yakob sering menjadi pilihan di sektor sayap Timnas Indonesia, terutama ketika tim membutuhkan pemain dengan kemampuan eksplosif untuk membongkar pertahanan lawan.
Absennya Yakob kemungkinan juga berkaitan dengan strategi rotasi pemain yang sedang dilakukan oleh tim pelatih.
Strategi Baru John Herdman
Kehadiran pelatih baru memang sering kali membawa perubahan besar dalam komposisi tim. Sebagai pelatih yang pernah menangani tim nasional di level internasional, Herdman tentu memiliki filosofi permainan sendiri yang ingin diterapkan pada Timnas Indonesia.
Ia kemungkinan ingin membangun skuad dengan karakter permainan yang berbeda, sekaligus memberi kesempatan kepada pemain muda untuk membuktikan kualitas mereka.
Langkah ini juga bisa menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi berbagai turnamen besar di masa depan, termasuk kualifikasi Piala Dunia dan kompetisi tingkat Asia.
Regenerasi dalam Timnas Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, regenerasi menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan Timnas Indonesia. Banyak pemain muda yang mulai mendapat kesempatan bermain di level internasional.
Keputusan untuk tidak memanggil beberapa pemain senior atau langganan timnas sering kali menjadi bagian dari proses tersebut. Tujuannya adalah menciptakan kedalaman skuad sekaligus memastikan tim memiliki opsi yang cukup di setiap posisi.
Selain itu, perkembangan kompetisi domestik juga menghadirkan banyak talenta baru yang siap bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad nasional.
Reaksi Publik dan Pengamat
Pengumuman daftar pemain FIFA Series 2026 ini langsung memicu berbagai reaksi dari publik dan pengamat sepak bola Indonesia. Sebagian mendukung keputusan pelatih untuk melakukan eksperimen, sementara yang lain merasa beberapa pemain berpengalaman masih layak mendapatkan kesempatan.
Di media sosial, perdebatan mengenai komposisi skuad bahkan menjadi topik hangat di kalangan suporter. Banyak yang berharap bahwa keputusan tersebut benar-benar memberikan dampak positif bagi performa Timnas Indonesia.
Kesimpulan
Absennya tujuh pemain langganan Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Series 2026 tentu menjadi kejutan bagi banyak pihak. Namun keputusan ini juga menunjukkan bahwa pelatih baru sedang mencoba membangun identitas permainan yang berbeda bagi skuad Garuda.
Bagi para pemain yang tidak dipanggil, kesempatan untuk kembali ke tim nasional tentu masih terbuka lebar. Performa di klub masing-masing akan menjadi faktor penting untuk kembali menarik perhatian tim pelatih.
Sementara itu, para pemain yang mendapatkan kesempatan dalam skuad kali ini diharapkan mampu memanfaatkan momen tersebut untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka dan membawa Timnas Indonesia meraih hasil positif di FIFA Series 2026.







