Handicap.co.id, Jakarta – 4 Januari 2026 – Friedkin Group kini berada di bawah tekanan besar dari UEFA untuk segera mengambil keputusan terkait kepemilikannya atas Everton FC dan AS Roma. Tekanan ini muncul menyusul aturan UEFA Club Ownership & Control Regulations yang melarang konflik kepemilikan ganda dalam kompetisi Eropa.
Sebagai pemilik klub, Friedkin Group menghadapi dilema kompleks: mempertahankan kedua klub atau menjual salah satunya untuk mematuhi regulasi UEFA. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi manajemen, pemain, dan suporter kedua tim.
Tekanan UEFA Meningkat
UEFA menekankan bahwa aturan kepemilikan ganda bertujuan menjaga integritas kompetisi, mencegah konflik kepentingan, dan memastikan persaingan yang sehat di level Eropa. Dengan Friedkin Group menguasai Everton di Liga Inggris dan AS Roma di Serie A, badan sepak bola Eropa ini menuntut keputusan cepat.
“UEFA telah memberi peringatan resmi. Friedkin Group harus menyelesaikan masalah kepemilikan ini sebelum kompetisi musim depan,” ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dampak terhadap Everton dan AS Roma
Jika Friedkin Group memutuskan untuk melepas salah satu klub, dampaknya akan signifikan. Everton menghadapi tantangan finansial setelah beberapa musim inkonsisten di Liga Inggris, sementara AS Roma tengah membangun proyek jangka panjang di Serie A dan Liga Champions. Keputusan ini dapat memengaruhi rencana transfer, strategi manajerial, dan stabilitas klub secara keseluruhan.
Opsi yang Mungkin Diambil Friedkin Group
Para analis menyebut ada beberapa opsi yang bisa diambil:
- Menjual Everton: Mengingat tekanan finansial dan volatilitas Liga Inggris, Everton bisa dijual untuk menjaga fokus pada AS Roma.
- Menjual AS Roma: Jika strategi jangka panjang Friedkin lebih condong ke pasar Inggris, AS Roma dapat dilepas ke investor baru.
- Mencari Struktur Kepemilikan Alternatif: Friedkin bisa mempertahankan kepemilikan melalui holding atau investor minoritas, meski opsi ini rumit dan harus disetujui UEFA.
Respons Fans dan Media
Kabar ini memicu reaksi beragam dari suporter. Fans Everton khawatir kehilangan identitas klub, sementara penggemar AS Roma khawatir proyek ambisius klub terganggu. Media Eropa ramai memberitakan potensi perubahan besar di bursa transfer dan kepemilikan.
UEFA sendiri telah menekankan bahwa keputusan ini harus selesai paling lambat sebelum musim 2026/2027 dimulai, jika tidak klub-klub terkait bisa menghadapi sanksi, termasuk larangan tampil di kompetisi Eropa.
Kesimpulan:
Friedkin Group kini berada di persimpangan penting. Pilihan yang mereka ambil akan menentukan masa depan Everton dan AS Roma, serta posisi mereka di mata UEFA. Suporter kedua klub menunggu dengan cemas, sementara dunia sepak bola menyoroti keputusan yang bisa mengubah lanskap kompetisi Eropa.

