Handicap.co.id, Bandung – Laga antara Persija Jakarta dan PSM Makassar pada pekan ke-22 BRI Super League diprediksi berjalan panas. Selain menentukan posisi di papan klasemen, duel ini juga menyuguhkan pertarungan strategi antara dua pelatih, Mauricio Souza dan Tomas Trucha.
Secara catatan musim ini, Souza berada di atas angin. Pelatih asal Brasil tersebut sukses membawa Persija bertahan di jalur perebutan gelar dengan menempati posisi ketiga klasemen sementara, mengoleksi 44 poin dari 21 pertandingan. Performa stabil Macan Kemayoran membuat perannya kerap dipuji sebagai arsitek kebangkitan tim ibu kota.
Sebaliknya, Trucha masih berjuang mengangkat performa PSM. Ia baru ditunjuk di pertengahan musim menggantikan Bernardo Tavares yang memilih mundur dan melanjutkan kariernya bersama Persebaya Surabaya. Hingga kini, Juku Eja masih tertahan di peringkat ke-13 dengan raihan 23 poin dari 21 laga, meski jaraknya cukup aman dari zona merah.
Rekam Jejak Mauricio Souza
Karier Souza di Indonesia bermula saat ia dipercaya menangani Madura United pada 2 Mei 2023. Ia menyelesaikan satu musim penuh bersama Laskar Sapeh Kerrab sebelum berpisah pada 10 Mei 2024.
Periode tersebut menjadi pengalaman pertamanya melatih di luar Brasil. Seusai meninggalkan Madura United, Souza sempat kembali ke negaranya untuk melatih Red Bull Bragantino B, sebelum akhirnya pulang ke Indonesia dan bergabung dengan Persija.
Musim ini, Souza mencatatkan 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan lima kekalahan bersama Persija. Meski hasilnya positif, sebagian pihak menilai pendekatan taktiknya terkadang terlalu kaku dan kurang adaptif terhadap situasi pertandingan.
Perjalanan Tomas Trucha
Trucha berasal dari Republik Ceko dan sudah mencicipi atmosfer sepak bola Asia sebelum menukangi PSM. Ia pernah melatih Penang FC pada 2021–2022 serta Kelantan United pada 2022–2023 di Malaysia.
Sebelum ke Indonesia, pelatih berusia 52 tahun itu juga sempat menangani AFC Leopards di Kenya.
Dari 12 laga yang telah dipimpinnya bersama PSM, Trucha baru mempersembahkan empat kemenangan, dua kali imbang, dan enam kekalahan. Rentetan hasil negatif sempat terjadi saat PSM menelan lima kekalahan beruntun dalam rentang Desember 2025 hingga Januari 2026.
Pertemuan Persija dan PSM kali ini bukan hanya duel tiga poin, melainkan juga ujian bagi dua pelatih dengan pendekatan berbeda. Apakah Souza mampu mempertahankan konsistensi Persija, atau justru Trucha yang berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai penyelamat PSM di paruh musim?











