LIGA INGGRIS

Enzo Fernandez: Lupakan Kekalahan, Chelsea Siap Bangkit di Era Liam Rosenior

97
×

Enzo Fernandez: Lupakan Kekalahan, Chelsea Siap Bangkit di Era Liam Rosenior

Share this article

Chelsea Bangkit: Enzo Fernandez Ajak Tim Fokus Menuju Kemenangan Setelah Kekalahan dari Arsenal

Enzo Fernandez: Lupakan Kekalahan, Chelsea Siap Bangkit di Era Liam Rosenior
Enzo Fernandez: Lupakan Kekalahan, Chelsea Siap Bangkit di Era Liam Rosenior

Handicap.co.id, Medan – Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit setelah mengalami kekalahan menyakitkan. Pemain asal Argentina ini menilai kepercayaan diri tim mulai pulih di bawah arahan pelatih kepala baru, Liam Rosenior.

Kekalahan dari Arsenal di semifinal Carabao Cup sempat membuat suasana ruang ganti Chelsea muram. Namun, Fernandez menegaskan bahwa meratapi kegagalan bukanlah pilihan bagi klub sekelas The Blues.

Saat ini, Chelsea menempati posisi kelima klasemen Premier League setelah 24 laga, dengan fokus terbagi antara kompetisi domestik dan Eropa, termasuk laga putaran keempat FA Cup menghadapi Hull City pekan depan.

Di ajang Liga Champions, The Blues juga sudah memastikan satu tiket ke babak 16 besar dan menunggu hasil undian untuk menghadapi salah satu dari Monaco, PSG, Qarabag, atau Newcastle United.

Fokus Penuh Lawan Wolves

Sebelum menatap kompetisi lain, Chelsea akan menghadapi Wolverhampton Wanderers di Molineux hari ini. Meskipun sudah dua kali menang atas Wolves musim ini, Fernandez menekankan pentingnya tidak meremehkan tim besutan Rob Edwards, yang kini berada di posisi terbawah klasemen.

“Kami sudah melupakan pertandingan melawan Arsenal, itu masa lalu,” tegas Fernandez.

“Jelas kami kecewa karena gagal mencapai final, tapi sekarang saatnya fokus ke depan,” tambahnya.

Fernandez menekankan bahwa musim masih panjang dan peluang meraih gelar masih terbuka. Konsistensi di setiap pertandingan menjadi kunci jika ingin menutup musim dengan sukses.

“Kami masih bersaing di tiga kompetisi penting dan ingin mengangkat trofi di akhir musim, tetapi kami akan melakukannya satu per satu,” ujar mantan pemain Benfica itu.

“Kami ingin menang di setiap laga; kami akan memberikan segalanya untuk meraih tiga poin,” lanjutnya.

Baca Juga  Rumor transfer Palmer: Chelsea bisa melepas winger muda ke Manchester United

Mentalitas Pantang Menyerah

Semangat bangkit tidak asing bagi Fernandez dan timnya. Belum lama ini, Chelsea berhasil membalikkan keadaan melawan Napoli dan West Ham dengan comeback dramatis. Fernandez sendiri menjadi pahlawan dalam kedua laga, termasuk mencetak gol kemenangan di masa injury time melawan West Ham. Dengan 11 gol di semua kompetisi, ini menjadi musim tersuburnya sepanjang karier.

“Sangat luar biasa saat melawan West Ham di Stamford Bridge,” kenangnya.

“Kami sempat tertinggal 0-2, tapi berhasil membalikkan skor menjadi 3-2. Rasanya mencetak gol di menit terakhir adalah pengalaman yang tak terlupakan,” jelasnya.

Fernandez mengaku bahwa kesuksesan tersebut lahir dari kerja keras dan keinginan terus berkembang. Ia menikmati perannya dalam membantu tim meraih kemenangan.

“Saya merasa sangat baik dan selalu berusaha memberikan yang terbaik setiap kali memakai seragam Chelsea,” ungkap gelandang Timnas Argentina itu.

Era Baru Bersama Rosenior

Fernandez menilai Chelsea menunjukkan progres positif sejak kedatangan Liam Rosenior. Filosofi menyerang yang diterapkan sang pelatih dinilai sangat sesuai dengan karakter para pemain.

Adaptasi tim terhadap taktik Rosenior berjalan lancar dalam sebulan terakhir, menjadi modal penting untuk membangun fondasi tim ke depan.

“Kami merasa nyaman selama sebulan terakhir bersama pelatih,” puji Fernandez.

“Dia memberi kepercayaan diri yang besar, baik secara individu maupun tim, dan gaya bermain menyerangnya cocok dengan kami. Kami senang dengan pendekatannya dan ingin membangun sesuatu yang lebih baik untuk masa depan Chelsea,” lanjutnya.

Kebanggaan Mengenakan Ban Kapten

Selain performa di lapangan, Fernandez menikmati tanggung jawab tambahan sebagai bagian dari kelompok pemimpin tim. Beberapa kali ia dipercaya menjadi kapten saat Reece James absen.

“Ketika Reece tidak ada, saya bisa mengenakan ban kapten,” ujarnya.

Baca Juga  Marc Guehi Ungkap Peran Pemain Ini di Balik Kepindahannya ke Man City

“Saya sangat menikmati momen itu karena selalu bermimpi menjadi kapten. Rasanya lebih spesial lagi saat mengenakan seragam Chelsea. Ini adalah pengalaman yang membuat profesi pesepakbola semakin berharga dan tak terlupakan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *