handicap.co.id, jakarta – Penantian panjang akhirnya terbayar lunas. Penyerang asing Persita Tangerang, Matheus Alves, sukses mencetak gol perdananya di ajang BRI Super League musim ini. Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan momen emosional yang sarat makna, terutama karena selebrasi yang ia persembahkan untuk sang anak tercinta.
Gol pertama Matheus Alves bersama Persita menjadi salah satu sorotan utama pada pekan pertandingan Super League. Setelah beberapa laga sebelumnya gagal memaksimalkan peluang, striker asal Brasil itu akhirnya “pecah telur” dan sekaligus menjawab kepercayaan tim pelatih serta dukungan para Pendekar Cisadane.
Akhir Penantian Panjang Matheus Alves
Matheus Alves datang ke Persita Tangerang dengan ekspektasi tinggi. Rekam jejaknya sebagai penyerang produktif di beberapa kompetisi Amerika Selatan membuat publik berharap banyak pada kontribusinya di lini depan Persita. Namun, awal musim tidak berjalan mudah bagi Alves.
Dalam beberapa pertandingan pertama BRI Super League, Alves kerap mendapatkan peluang emas, tetapi penyelesaian akhir yang kurang sempurna serta ketangguhan lini belakang lawan membuat namanya belum juga tercatat di daftar pencetak gol.
Tekanan perlahan muncul, baik dari ekspektasi suporter maupun tuntutan kompetisi yang ketat. Meski demikian, Matheus Alves memilih tetap fokus bekerja keras dalam latihan dan mengikuti arahan pelatih.
“Sebagai striker, mencetak gol adalah tugas utama. Ketika belum bisa mencetak gol, tentu ada tekanan. Tapi saya percaya kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Alves dalam keterangannya usai pertandingan.
Gol Perdana yang Sangat Berarti
Gol yang dinanti itu akhirnya tercipta pada pertandingan krusial Persita di BRI Super League. Berawal dari skema serangan cepat, Matheus Alves berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan lawan. Dengan kontrol matang dan penyelesaian tenang, bola meluncur mulus ke gawang.
Sorak sorai suporter Persita pun pecah. Gol tersebut tidak hanya membuka keunggulan tim, tetapi juga mengangkat mental seluruh pemain yang tampil penuh determinasi sepanjang laga.
Bagi Alves, gol ini terasa spesial karena menjadi titik balik setelah melalui fase sulit di awal musim. Ia mengakui bahwa kepercayaan diri seorang striker sangat dipengaruhi oleh momen seperti ini.
“Gol pertama selalu penting, apalagi di liga baru. Ini memberi saya kepercayaan diri lebih untuk pertandingan berikutnya,” katanya.
Makna Selebrasi untuk Sang Anak
Yang membuat gol Matheus Alves semakin berkesan adalah selebrasi yang ia lakukan. Usai mencetak gol, Alves terlihat mengangkat tangan ke arah tribun sambil membentuk gestur simbolis yang merujuk pada sang anak.
Selebrasi tersebut bukan tanpa alasan. Alves mengungkapkan bahwa selama periode tanpa gol, dukungan keluarga—terutama anaknya—menjadi sumber kekuatan terbesar baginya.
“Selebrasi itu saya dedikasikan untuk anak saya. Dia selalu menjadi motivasi utama saya, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Alves dengan mata berbinar.
Bagi Alves, sepak bola bukan hanya tentang karier profesional, tetapi juga tentang keluarga dan pengorbanan. Jauh dari kampung halaman, dukungan moral dari keluarga menjadi penopang mentalnya menghadapi tekanan kompetisi.
Dampak Positif bagi Persita Tangerang
Gol perdana Matheus Alves membawa dampak signifikan bagi Persita. Selain kontribusi langsung dalam pertandingan, gol tersebut meningkatkan variasi serangan tim dan memberikan opsi lebih tajam di lini depan.
Pelatih Persita menilai bahwa gol Alves akan menjadi awal dari performa yang lebih konsisten ke depannya. Dengan beban mental yang sudah terlepas, Alves diharapkan bisa tampil lebih lepas dan agresif dalam setiap pertandingan.
“Matheus adalah pemain yang bekerja keras. Gol ini penting untuknya dan untuk tim. Kami yakin dia akan semakin percaya diri,” ujar sang pelatih.
Keberhasilan Alves juga memberikan sinyal positif bagi Persita yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League. Produktivitas lini depan menjadi kunci dalam persaingan ketat musim ini.
Perjuangan Adaptasi di Sepak Bola Indonesia
Sebagai pemain asing, Matheus Alves harus melewati proses adaptasi yang tidak mudah. Perbedaan gaya bermain, cuaca, hingga kultur sepak bola Indonesia menjadi tantangan tersendiri.
Alves mengakui bahwa intensitas permainan di BRI Super League cukup tinggi dan menuntut kondisi fisik prima. Namun, ia menikmati tantangan tersebut dan merasa kompetisi Indonesia memiliki atmosfer yang luar biasa.
“Sepak bola Indonesia sangat kompetitif. Suporter sangat fanatik, dan itu memberi energi tambahan bagi pemain,” katanya.
Proses adaptasi ini juga memengaruhi performanya di awal musim. Namun, dengan dukungan rekan setim dan staf pelatih, Alves perlahan menemukan ritme terbaiknya.
Dukungan Suporter Pendekar Cisadane
Tidak bisa dipungkiri, peran suporter Persita turut andil dalam kebangkitan Matheus Alves. Dukungan tanpa henti dari Pendekar Cisadane memberikan motivasi tambahan bagi sang pemain untuk terus berjuang.
Selepas mencetak gol, Alves secara khusus menghampiri tribun suporter sebagai bentuk apresiasi. Ia mengaku merasakan energi positif yang luar biasa dari dukungan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada suporter. Mereka selalu mendukung meski saya belum mencetak gol. Gol ini juga untuk mereka,” ucap Alves.
Hubungan emosional antara pemain dan suporter menjadi salah satu kekuatan Persita dalam mengarungi kompetisi panjang Super League.
Target Matheus Alves Selanjutnya
Setelah berhasil pecah telur, Matheus Alves tidak ingin cepat berpuas diri. Ia menargetkan bisa mencetak lebih banyak gol dan membantu Persita meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.
Menurut Alves, gol pertama hanyalah permulaan. Ia bertekad meningkatkan performa, baik dalam hal penyelesaian akhir maupun kontribusi terhadap permainan tim secara keseluruhan.
“Saya ingin terus berkembang dan membantu tim menang. Target saya tentu mencetak gol di setiap kesempatan,” tegasnya.
Ambisi tersebut sejalan dengan target Persita yang ingin bersaing di papan tengah hingga atas klasemen BRI Super League.
Momentum Kebangkitan Persita di BRI Super League
Gol Matheus Alves dinilai sebagai salah satu momentum penting bagi Persita di musim ini. Setelah melalui beberapa laga dengan hasil yang kurang maksimal, kontribusi striker asing menjadi faktor krusial dalam kebangkitan tim.
Dengan semakin solidnya kerja sama antarpemain dan meningkatnya kepercayaan diri Alves, Persita memiliki modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.
Jika Matheus Alves mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu penyerang kunci Persita di BRI Super League musim ini.
Kesimpulan
Momen Matheus Alves akhirnya pecah telur gol bersama Persita di BRI Super League menjadi cerita penuh makna, bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga tentang perjuangan, kesabaran, dan keluarga. Selebrasi yang ia persembahkan untuk sang anak menegaskan bahwa di balik gemerlap lapangan hijau, ada nilai emosional yang mendalam.
Gol ini diharapkan menjadi awal kebangkitan Matheus Alves sekaligus membawa angin segar bagi Persita Tangerang dalam persaingan Super League. Dengan dukungan suporter, kerja keras tim, dan motivasi pribadi yang kuat, Alves siap melangkah lebih jauh dan mencetak sejarah bersama Pendekar Cisadane.










