Handicap.co.id, Bandung – Liverpool kembali menorehkan catatan istimewa di Premier League usai menundukkan Nottingham Forest berkat gol tunggal Alexis Mac Allister pada Minggu (22/2/2026). Kemenangan tersebut menghadirkan rekor baru bagi Liverpool.
Gol Mac Allister menjadi momen ketujuh musim ini ketika gol penentu kemenangan Liverpool lahir pada menit ke-90 atau lebih. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak pernah dicapai satu tim dalam satu musim kompetisi Premier League.
Sebelumnya, Liverpool sempat mengira laga akan berakhir imbang di City Ground setelah gol Mac Allister pada menit ke-88 dianulir karena handball. Namun, gelandang asal Argentina itu menebusnya dengan gol sah pada menit ketujuh injury time babak kedua.
Sepanjang musim, The Reds telah beberapa kali menang secara dramatis, termasuk saat menghadapi Newcastle United pada Agustus 2025, Burnley pada September 2025, dan Forest pada pertandingan terbaru ini.
Di sisi lain, Liverpool juga kerap merasakan pahitnya gol telat lawan. Mereka empat kali kebobolan gol penentu di masa injury time, masing-masing saat bertemu Crystal Palace (September 2025), Chelsea (Oktober 2025), Bournemouth (Januari 2026), dan Manchester City (Februari 2026).
Konsistensi Mulai Terbentuk
Pada babak pertama, Liverpool kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan agresif Forest yang membatasi mereka hanya menciptakan dua peluang tembakan. Performa tim asuhan Arne Slot sedikit membaik di paruh kedua, meski Forest dinilai layak setidaknya meraih satu poin di kandang.
Walau belum tampil meyakinkan, Liverpool kini telah memenangkan lima dari enam laga terakhir di semua ajang dan hanya menelan dua kekalahan dalam 20 pertandingan terakhir. Mereka memang belum mencapai performa seperti saat menjuarai liga musim 2024/2025, tetapi mulai menunjukkan stabilitas hasil di fase krusial musim ini.
Peluang ke Liga Champions
Saat ini Liverpool berada di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 45 poin, setara dengan Chelsea di posisi kelima dan Manchester United di urutan keempat, meski MU masih memiliki satu laga sisa.
Keuntungan bagi Liverpool adalah jadwal yang relatif ringan, karena mereka akan bertemu tiga dari lima tim terbawah dalam tiga laga liga berikutnya. Situasi ini membuka peluang besar untuk mengamankan poin maksimal.
Sebaliknya, Chelsea menghadapi periode sulit dengan rangkaian laga melawan Arsenal, Aston Villa, Newcastle United, Manchester City, dan Manchester United.
Manchester United sendiri memiliki sisa jadwal yang relatif lebih bersahabat, namun Liverpool masih berpeluang mencuri poin penuh saat bertandang ke Old Trafford pada Mei mendatang.
Dengan asumsi finis lima besar sudah cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions, peluang Liverpool tetap terbuka lebar. Melihat momentum yang ada, akan menjadi kejutan jika The Reds gagal mengungguli setidaknya satu rival langsung dalam perebutan zona Eropa.
Sumber: SportsMole











