handicap.co.id, Jakarta – Tim nasional Korea Selatan harus mengakui keunggulan Pantai Gading setelah kalah telak 0-4 dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung di Stadium MK, Milton Keynes. Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada musim panas mendatang. ⚽🔥
Pantai Gading tampil lebih efektif sepanjang pertandingan. Empat gol kemenangan dicetak oleh Evann Guessand, Simon Adingra, Martial Godo, dan Wilfried Singo. Dominasi tim asal Afrika tersebut membuat Korea Selatan kesulitan mengembangkan permainan, meskipun beberapa peluang emas sempat tercipta.
Pantai Gading Tampil Percaya Diri Sejak Awal
Pantai Gading datang ke pertandingan ini dengan persiapan matang. Tim yang akan bersaing di Grup E bersama Jerman, Ekuador, dan Curaçao itu langsung tampil agresif sejak menit awal.
Meski demikian, Korea Selatan sebenarnya sempat memberikan ancaman berbahaya. Peluang pertama hadir melalui Seol Young-woo yang melepaskan tembakan keras, tetapi bola hanya membentur tiang gawang. Tak lama berselang, Lee Kang-in juga hampir mencetak gol, namun kembali gagal karena bola kembali mengenai mistar gawang. 😮
Kesempatan lain datang dari Hwang Hee-chan yang mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi usaha tersebut belum mampu mengubah skor.
Guessand Buka Keunggulan Pantai Gading
Pantai Gading akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-35. Bermula dari aksi impresif Martial Godo yang menunjukkan kekuatan fisik dan keseimbangan saat menguasai bola, ia kemudian mengirimkan umpan matang kepada Evann Guessand.
Guessand tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung melepaskan tembakan yang gagal dihentikan penjaga gawang Jo Hyeon-woo. Gol ini membuat Pantai Gading unggul 1-0 dan semakin percaya diri dalam menguasai jalannya pertandingan. ⚽
Gol Kedua Menjelang Turun Minum
Korea Selatan berusaha bangkit setelah tertinggal. Tendangan melengkung Seol Young-woo kembali mengancam, tetapi bola kembali membentur tiang jauh.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Korea Selatan justru kembali kebobolan menjelang akhir babak pertama. Simon Adingra menunjukkan kualitas individu dengan melewati Cho Yu-min sebelum membuka ruang dan melepaskan tembakan indah yang tak mampu dijangkau Jo Hyeon-woo.
Gol tersebut membuat Pantai Gading unggul 2-0 hingga turun minum. Situasi ini membuat Korea Selatan berada dalam tekanan besar memasuki babak kedua.
Pantai Gading Kunci Kemenangan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Korea Selatan mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, Pantai Gading justru kembali menambah keunggulan pada menit ke-60.
Gol ketiga tercipta ketika Guessand melepaskan tembakan yang berhasil diblok oleh Jo Hyeon-woo. Bola rebound langsung disambar oleh Martial Godo dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 3-0. Gol ini praktis membuat pertandingan semakin berat bagi Korea Selatan. 🔥
Pelatih Korea Selatan kemudian memasukkan kapten tim Son Heung-min untuk menambah daya serang. Kehadiran bintang Tottenham Hotspur tersebut sempat memberikan energi baru.
Namun, keberuntungan masih belum berpihak pada Korea Selatan. Lee Kang-in kembali mendapatkan peluang, tetapi tendangannya kembali membentur tiang gawang untuk ketiga kalinya dalam pertandingan ini.
Gol Penutup Singo di Menit Akhir
Menjelang berakhirnya pertandingan, Pantai Gading kembali mencetak gol penutup. Berawal dari umpan silang Amad Diallo, Wilfried Singo dengan sigap menyambar bola dan mengarahkannya ke sudut bawah gawang.
Gol tersebut menjadi penutup pertandingan sekaligus memastikan kemenangan telak 4-0 bagi Pantai Gading. ⚽💥
Evaluasi Penting Jelang Piala Dunia 2026
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Pantai Gading dalam menghadapi turnamen besar mendatang. Performa solid di lini depan dan pertahanan yang disiplin menunjukkan kesiapan mereka menghadapi lawan-lawan kuat di Piala Dunia.
Sebaliknya, Korea Selatan perlu melakukan evaluasi serius, terutama dalam penyelesaian akhir. Meski mampu menciptakan sejumlah peluang, kurangnya efektivitas menjadi masalah utama yang harus segera diperbaiki.
Hasil ini menjadi pengingat bahwa persaingan di level internasional semakin ketat, dan kedua tim masih memiliki waktu untuk memperbaiki performa sebelum tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.











