handicap.co.id, Jakarta – Masa depan Bruno Fernandes di Manchester United kini menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan media sepak bola.
Gelandang asal Portugal ini dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Old Trafford pada akhir musim. Beberapa rekan setim menyebut bahwa Fernandes mulai merasa jenuh dengan kondisi klub yang tengah menghadapi krisis internal. Laporan juga menyatakan, suasana di ruang ganti menunjukkan tanda-tanda kelelahan sang kapten. Banyak pemain percaya bahwa Fernandes siap untuk hengkang, hanya setahun setelah co-owner Sir Jim Ratcliffe sempat mempertimbangkan opsi menjualnya ke Liga Pro Saudi.
Situasi ini cukup mengejutkan bagi para penggemar, mengingat Fernandes dikenal sebagai salah satu pemain paling konsisten dan berdedikasi di skuad Setan Merah.
Faktor Dukungan Ruben Amorim
Spekulasi tentang masa depan Fernandes semakin diperkuat oleh pernyataan sang pemain pada awal musim lalu. Fernandes secara terbuka menyatakan bahwa sikap klub terhadap masa depannya sempat membuatnya merasa tersakiti.
“Dari klub, saya merasa seperti ‘kalau kamu pergi, itu tidak masalah bagi kami’. Itu sedikit menyakiti saya,” kata Fernandes kala itu.
“Saya pikir mereka tidak memiliki keberanian untuk mengambil keputusan, padahal manajer Ruben Amorim ingin saya bertahan.”
Ucapan Fernandes kini kembali ramai diperbincangkan, terutama setelah kepergian Amorim dari Manchester United. Pelatih yang dikenal mendukung penuh Fernandes tersebut dianggap meninggalkan kekosongan dukungan, membuat kapten MU semakin ragu terhadap arah klub di bawah kepemilikan baru.
Pilihan yang Berat
Sumber internal yang dikutip media Inggris, The Sun, mengungkap bahwa sebagian besar rekan Fernandes memahami jika sang pemain akhirnya memutuskan untuk pergi.
“Beberapa pemain merasa Bruno sudah cukup. Mereka tidak menyalahkannya,” ujar sumber tersebut.
“Sejak datang, dia selalu memberikan yang terbaik dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh. Namun, mereka melihat bahwa model kepemilikan baru dan kepergian Amorim membuatnya kecewa.”
Meski nama Fernandes sering dikaitkan dengan klub-klub kaya dari Timur Tengah, gelandang ini disebut bukan tipe yang semata-mata tergiur uang. Fokus Fernandes tetap pada level kompetisi tertinggi dan tantangan di lapangan, sehingga kemungkinan pindah ke Arab Saudi bukanlah prioritas utama.
Dedikasi yang Tidak Diragukan
Satu hal yang pasti: dedikasi Fernandes untuk Manchester United tidak pernah diragukan. Sejak hari pertama mengenakan seragam Setan Merah, dia selalu menjadi simbol perjuangan tim, meski performa klub naik turun dan manajer sering berganti.
“Tidak ada yang bisa meragukan komitmen Bruno sejak bergabung dengan Manchester United. Dia selalu memberikan segalanya,” lanjut sumber tersebut.
“Meski semua berharap dia tetap di klub, rekan-rekannya akan memahami jika dia memutuskan pergi.”










